“Aku lelah, penderitaan ini seperti tiada hentinya. Bahkan tidak ada seorang pun yang peduli dan menemani di saat aku terpuruk seperti ini.”

Ya, barangkali itulah sebaris kalimat yang sering kamu ucapkan ketika menerima cobaan. Seakan kamulah orang yang paling menderita di dunia ini. Mengeluh, mengeluh, dan mengeluh terus tanpa henti.

Kamu selalu iri melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih bahagia. Di dalam benak, kamu berbisik  jika Tuhan tidak adil, “kenapa harus  aku yang menerima takdir ini?” Air matamu menetes tanpa henti. Kamu terpuruk di sudut kamar gelap yang terkunci rapat, dengan sebuah musik yang terdengar begitu keras. Seolah itu semua dapat menyelesaikan masalah.

Untuk sesaat tenangkan dirimu. Pikirkanlah, apakah waktumu harus terbuang sia-sia hanya untuk menangis dan mengeluh? Sebelum kamu terjatuh dalam keadaan despresi yang terlalu dalam, sebaiknya simak dahulu beberapa pernyataan berikut:

1. Di saat kamu mengeluh karena selalu makan dengan lauk itu-itu saja, di luar sana banyak orang yang menahan rasa lapar dalam seharian.

perjuangan demi sesuap nasi via https://devieriana.files.wordpress.com

“Hari ini makan tempe, besok makan tahu, besok lusa makan tempe, besoknya lagi tahu. Membosankan! Lihatlah, enak sekali orang kaya itu, setiap hari makan ayam, sate, daging sapi, ikan bakar, huh, memang hidupku menyedihkan.”

Tunggu, apakah kamu yakin hidupmu benar-benar menyedihkan? Jika makan nasi dengan tempe saja disebut menyedihkan, lalu bagaimana dengan orang-orang di luar sana yang bahkan tak bisa makan seharian? Mereka harus rela menahan rasa lapar yang menusuk perut, atau mungkin sebungkus roti cukup untuk mengganjalnya. Jika dipikirkan, tentu kehidupan kita jauh lebih nyaman dari itu semua.

2. Aku adalah seorang lulusan sarjana, tapi sialnya belum juga mendapatkan kerja. Sedangkan mereka yang lulusan SMP sudah menjadi seorang leader.

kerja keras tanpa lelah via https://zer0beat.files.wordpress.com

Advertisement

Disaat awal lulus, mungkin kamu masih mempunyai semangat membara untuk melamar kerja dengan mengirim ribuan surat lamaran. Melalui surat eletronik, mengirim ke kantor pos, mengikuti job fair, bahkan datang langsung ke perusahaan tersebut.

Namun seiring berlalunya hari demi hari, tak ada panggilan pun yang datang. Kamu mulai menyerah dan putus asa.Kamu berpikir jika selama ini telah membuang waktu dan biaya secara sia-sia hanya untuk kuliah. Toh, diluar sana banyak lulusan SMP yang menjadi shift leader, ataupun posisi terpandang lain di sebuah perusahaan.

“Lalu bagaimana denganku? Hanya dapat menjadi seorang pecundang?”

Seseorang yang selalu berpikir demikian, menunjukkan bahwa orang tersebut mempunyai pikiran yang sempit. Ingatkah kamu dengan pepatah “Banyak jalan menuju Roma” Guys, bekerja sebagai pegawai di perusahaan, bukanlah jalan satu-satunya untuk mendapatkan uang. Cobalah, cobalah, dan cobalah untuk melakukan sesuatu yang lain.

Seperti menjadi copywriter, bisnis online shop, menjadi penjahit, membuka toko kue, usaha tempat cuci mobil, warnet, laundry, atau jika kamu seorang engineer, kamu dapat membuka usaha service elektronik, dan masih banyak yang lain.

Kunci utama untuk mencobanya adalah jangan malu dan jangan takut gagal! Bukankah dulu seorang leader atau pimpinan perusahaan juga mengalami banyak kesusahan? Hanya saja, yang dapat anda lihat saat ini hanyalah kesuksesan dan keberhasilannya. Karena memang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.

3. Sejak dia memutuskan hubungan dan pergi meninggalkanku, hidupku terasa gelap tanpa ada gairah.

Dunia tetap akan berputar, walaupun dia meninggalkanmu via http://cache.desktopnexus.com

“Dia adalah kekasih yang paling aku cintai, belahan jiwaku. Tapi kini dia pergi meninggalkanku dengan wanita lain. Aku sedih, aku terpuruk, aku tak dapat memasukkan makanan apapun ke dalam mulutku, badanku terasa lemas, tak ada lagi gairah dalam hidupku, mungkin lebih baik aku mati saja.”

Oh gurls, stop being a Drama Queen!

Sadarlah jika dia bukanlah suamimu, bukan ayahmu, bukan kakakmu, bukan keluargamu, hanya seorang teman berstatus “pacar”. Seseorang yang dulunya tidak ada di hidupmu, lalu datang untuk mampir, dan kini dia pergi kembali.Meskipun berat, cobalah untuk mengikhlasannya untuk pergi. Waktu tidak akan berhenti, kehidupan akan terus berlanjut walau tanpa ada dia di sisimu.

Lihatlah, anak-anak kecil di luar sana yang ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya untuk selama-lamanya. Mereka menjadi yatim piatu, namun mereka tetap berjuang demi hidupnya. Sadarilah, bahwa segala sesuatu di dunia ini hanya bersifat “fana (sementara)”. Tidak ada yang benar-benar dapat kita miliki, semuanya hanya titipan yang akan datang dan pergi begitu saja.

4. Kecelakaan itu telah merenggut kedua kakiku, kini dunia terasa kiamat.

kekuranganmu tidak akan membatasimu via http://i.huffpost.com

“Kecelakaan maut itu telah merenggut kedua kakiku, kini aku tidak akan dapat berjalan kembali.” Apakah hal ini yang sedang kamu alami saat ini? Apakah kamu termasuk salah satu orang yang mempunyai fisik tak normal? Begitu banyak ejekan yang terdengar di telingamua. Lalu kamu pun memutuskan untuk bersembunyi di dalam rumah. Ya, dengan begitu kamu tak perlu lagi sakit hati karena dihina.

“You’re not alone”, bukalah mata hatimu. Lihatlah, diluar sana juga banyak sekali penyandang disabillty. Mereka adalah orang-orang spesial. Mereka yang tetap tersenyum dan berjuang dengan kekurangannya. Mereka yang tidak memperdulikan ejekan dari orang-orang bodoh yang merasa hidupnya sudah terlalu sempurna.

Jangan pernah malu! Lihatlah mereka yang menderita hidrocepalus (kepala besar), kanker yang merusak wajah atau anggota tubuh lainnya, sumbing, penderita jantung, lalu seseorang yang tidak dapat melihat cahaya, ataupun sekedar untuk berbicara. Percayalah, segala sesuatu selalu ada hikmahnya. Mungkin kamu tidak akan mengetahuinya sekarang, kamu harus bersabar.

Jangan habiskan waktumu untuk memikirkan hinaan mereka. Masih banyak orang yang meyayangimu. Tuhan sayang kamu, dan sosok keluarga yang akan selalu ada, di setiap kamu membutuhkan.

5. Sejatinya, kehidupan di dunia memang penuh dengan cobaan, sedangkan di surga diliputi kebahagiaan.

percayalah, rencana Tuhan selalu indah via http://shakeoffthegrind.com

Sudah menjadi kodrat jika hidup di dunia selalu penuh dengan ujian dan cobaan. Sebagai manusia, kita hanya perlu bertahan untuk menjalaninya. Bersyukur di saat senang dan bersabar di saat susah. Anda tidak perlu mengeluh, atau selalu iri kehidupan orang lain.

Sebenarnya tidak ada seorang pun di dunia ini yang luput dari cobaan. Hanya saja, terkadang terdapat perbedaan cara dalam menyikapi cobaan tersebut. Ada orang yang selalu curhat ke orang lain, anda yang menyebar penderitaannya dengan memasang status di sosial media, ada yang lebih memilih diam, dan ada yang hanya mengadu kepada Tuhan.

Kehidupan di dunia hanyalah sementara. Kita hanyalah seorang pengelana yang singgah sesaat. Kelak jika sudah habis masanya, kita akan berpulang kepadaNya. Jika kita dapat menuju surgaNya, maka kita akan memperoleh kebahagiaan yang kekal selamanya.

Demikianlah kenyataan hidup. Ingatlah sahabat Hipwee, ketika suatu pintu tertutup, maka Tuhan akan membukakan pintu lain untukmu.