Film science fiction seakan tidak ada matinya. Bertemakan futuristik dan menawarkan berbagai teknologi canggih, menonton film science fiction nampaknya memberikan sensasi tersendiri. Namun tidak sedikit juga penonton yang harus berpikir keras untuk mengerti jalan ceritanya yang selain seringkali tidak simple juga terdapat beberapa istilah fisika atau kimia yang tidak semua orang familiar.

Akan tetapi tetap saja film science fiction mampu menyuguhkan apa yang tidak bisa dipertontonkan film jenis lain. Salah satu film science fiction yang masuk rekomendasi wajib tonton adalah Star Trek.

Film ini pasti sudah tidak asing lagi bagi para penggemar film science fiction.Setelah mengalami regenerasi baik dari beberapa film-film Star Trek sebelumnya maupun Star Trek the Series, para Trekkies, sebutan bagi para penggemar Star Trek dibuat bersemangat lagi ketika pada tahun 2016, installment terbaru dari Star Trek, Star Trek Beyond dirilis, yang tentunya menawarkan berbagai hal yang baru dari film-film Star Trek sebelumnya.

Tentunya karena adanya peralihan kursi sutradara dari J. J. Abrams ke Justin Lin yang sebelumnya sukses menukangi Fast and Furious 7. Lalu apakah yang membuat Star Trek Beyond wajib kamu tonton? berikut beberapa hal di antaranya.

1. Pendekatan emosional tiap karakter

Star Trek Beyond Crew via https://i2.wp.com

Jika di film-film Star Trek sebelumnya, terutama di bawah arahan J.J. Abrams, penonton lebih disuguhi oleh permainan karakter Kapten Kirk yang diperankan oleh Chris Pine, ataupun bromance antara Kirk dan Spock yang diperankan oleh Zachary Quinto, di film ini juga diceritakan hubungan antara Spock dan McCoy atau Bones juga konflik asmara antara Spock dan Uhura.

Konflik internal para tokohnya juga ditonjolkan, misalnya mengapa Kirk berusaha untuk mulai keluar dari bayang-bayang ayahnya yang sebelumnya adalah juga seorang kapten di starfleet. Juga niat Spock yang ingin mengundurkan diri dari starfleet karena ingin membangun ras Vulcan yang diceritakan dengan detil dan dari sudut pandang yang berbeda dari film-film Star Trek sebelumnya.

Di sini juga diceritakan sisi lain kehidupan di Enterprise di mana sebenarnya para crew-nya adalah juga manusia biasa yang mencoba hidup normal di Starfleet dan menganggap Starfleet sebagai rumah mereka.

2. Musuh baru yang lebih kejam

Advertisement

Villain di film ini, Krall, bisa dikatakan lebih kejam daripada musuh di fim Star Trek versi Abrams sebelumnya. Ia tidak segan-segan menghancurkan Enterprise sampai benar-benar hancur dan mengambil energi para crew untuk kemudian dijadikan sebagai energinya sendiri. Tentu yang tidak kalah gila adalah idenya untuk menghancurkan Yorktown dan menghisap energi yang ada di sana dibantu oleh armadanya yang menyerupai lebah.

Yang juga menarik adalah identitas sebenarnya dari Krall yang baru terkuak menjelang akhir film yang menjadi kejutan tersendiri. Sama halnya seperti villain utama di dua installment terbaru Star Trek sebelumnya, Khan dan Nero, Krall juga memiliki dendam kesumat terhadap Starfleet dan berupaya keras ingin menghancurkannya.

3. Muncul dan hilangnya karakter baru

Yang juga tidak boleh dilewatkan adalah munculnya karakter baru, Jaylah, seorang alien yang kemudian membantu Kirk dkk keluar dari planet di mana mereka terdampar dan membantu menyelamatkan para crew Enterprise dari tawanan Krall dan pasukannya.

Diperankan oleh Sophia Boutella, karakter ini nampaknya menjadi daya tarik sendiri, she is attractive, smart, yet dangerous. Kerja samanya dengan Scotty nampaknya menjadi teamwork yang mampu membawa sesuatu yang baru di film ini. Sedangkan karekter baru yang ditampilkan di Star Trek into Darkness, Carol Marcus tidak ditampilkan di film ini.

Kita tunggu saja apakah karakter tersebut ditampilkan di film Star Trek berikutnya atau justru malah bekerja sama dengan Jaylah.

4. Yorktown

Di film ini, Yorktown diceritakan sebagai sebuah pangkalan yang dimiliki federasi yang paling canggih dan kehidupannya juga menyerupai kehidupan di bumi lengkap dengan gedung pencakar langit yang tinggi, orang yang lalu lalang di mana para alien dan manusia berbaur, bahkan juga terdapat pusat perbelanjaan.

Dubai sendiri dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar untuk Yorktown karena gedungnya yang berkesan futuristik dan canggih. Di Yorktown ini jugalah pertempuran antara USS Enterprise dan pasukan yang dipimpin Krall bermula.

5. Penghancuran massive USS Enterprise

USS Enterprise Massive Destruction via http://cdn.idigitaltimes.com

USS Enterprise selalu diceritakan dibombardir oleh musuhnya secara membabi buta, namun kerusakannya tidak pernah se-massive di film ini. Di Star Trek Beyond diceritakan penghancuran Enterprise yang sangat massive hingga hancur, warp-nya patah berkeping-keping dan terdampar di planet di mana Krall dan pasukannya berkuasa.

Para crew yang menjadi korbannya juga digambarkan mengalami siksaan luar biasa, meskipun banyak di antaranya ditawan oleh Krall dan pasukannya. Melihat massive-nya penghancuran Enterprise di awal-awal film, penonton benar-benar dibuat tidak akan beranjak dari tempat duduk.

6. USS Franklin

USS Franklin via https://fsmedia.imgix.net

USS Franklin yang diceritakan sempat hilang ternyata terdampar di planet tersebut dan dimanfaatkan oleh Kirk dan crew nya untuk keluar dari sana. Memang USS Franklin tidak se-sophisticated USS Enterprise, namun berkat kecerdikan dan kerja sama antara Jaylah dan Scotty sebagai engineering dan kerja sama crew Enterprise, akhirnya USS Franklin mampu terbang dan menyelamatkan mereka.

7. Cerita yang lebih fun

Alur cerita di film ini bisa dikatakan lebih fun dengan jokes di sana sini namun tetap tidak mengurangi unsur ketegangan. Salah satu adegan yang disebut-sebut favorit para penonton ialah ketika Jaylah memutar lagu milik Beastie Boys dari USS Franklin untuk memecah konsentrasi armada pimpinan Krall atau saat Kirk yang secara tidak terduga menemukan sebuah motor di USS Franklin dan menaikinya untuk menyelamatkan crew-nya.

Kesan menegangkan langsung sirna ketika scene ini berlangsung. Menariknya lagu ini jugalah yang menjadi backsound scene pembuka film Star Trek (2009) di mana Kirk kecil bermain-main dan ngebut dengan mobil hingga akhirnya dikejar polisi.