Kota solo merupakan kota yang memiliki cagar budaya yang selalu dipertahankan masyarakatnya. kota yang menjadi kota transit dari arah jawa timur dan jawa barat ini , bisa dibilang wajib dikunjungi. selain dilihat dari sisi budaya kota solo ternyata memiliki sistem transportasi yang patut menjadi ikon kebanggan kota bengawan ini. hal ini tidak lepas dari peran pemerintah serta masyarakat yang turut andil dalam memajukan transportasi di kota yang memiliki ciri khas Ramah ini.

 

1. Bus tingkat wisata "Werkudara" mengenang sejarah transportasi umum di kota Solo pada masa Orde baru

bus tingkat

bus tingkat via http://twitter.com

Bis tingkat sudah identik dengan kota Solo, setidaknya sampai awal tahun 2000-an. Sebuah moda transportasi yang dahulu dikelola oleh DAMRI untuk keliling kota Solo, namun karena dirasa sudah tua maka bis tingkat tersebut dikandangkan.

Kemudian Pemkot Surakarta melalui Dinas Perhubungan ingin mengembalikan kenangan dan bernostalgia dengan bis tingkat tersebut. Maka diluncurkanlah bis tingkat dengan nama Werkudara pada 9 April 2012. Bis tingkat wisata berwarna merah yang terlihat gagah dengan atap yang bisa dibuka, semakin memanjakan wisatawan di kota Solo.

Bagaimana caranya naik bis tingkat Werkudara?

Bis tingkat Werkudara beroperasi tiap hari. Tiket bisa Kamu dapatkan dengan harga Rp. 20.000,- per orang dalam sekali trip. Pembelian dan pemesanan tiket dilakukan pada Sabtu-Minggu mulai pukul 08.00 WIB di kantor Dishub dan DLLAJ Surakarta di belakang stadion Manahan.

Bis tingkat Werkudara juga melayani pemesanan dalam bentuk carteran/rombongan dengan harga Rp. 800.000 dengan waktu maksimal 3 jam perjalanan. Pemesanan untuk carteran dilakukan maksimal 3 hari sebelum keberangkatan dengan Dp 25% sebagai tanda jadi.

2. "Sepur kluthuk Jaladara" Menyapa kota Solo dengan nuansa kolonial Belanda

sepur kluthuk-

sepur kluthuk- via http://www.kaskus.co.id

Steam Loco Jaladara atau yang disebut dengan Sepur Kluthuk Jaladara sudah melintasi kota Surakarta sejak 27 september 2009, dimana diresmikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafi’i Djamal bersama Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Solo Joko Widodo bertempat di Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo. Satu rangkaian kereta uap Jaladara ini terdiri atas satu lokomotif Seri C 1218 dan dua gerbong penumpang dengan Seri TR 144 dan TR 16. Lokomotif kereta uap wisata jaladara ini buatan Negara Jerman pada tahun 1896, diambilkan dari Museum Palagan Ambarawa, sementara gerbongnya dari Magelang dan Bandung.
Acara peresmian kereta uap wisata kota Surakarta ini sangan meriah gerbong kereta di hias dengan kain batik dan di bungkus dengan kain hitam, peluncuran kereta uap perdana tersebut dengan di tandai pemecahan kendi oleh mentri perhubungan dan didampingi oleh walikota dan wakil walikota dan di saksikan oleh ribuan masyasakat kota Surakarta.
Sepur Kluthuk Jaladara, rencananya akan beroperasi 2 kali dalam semingu yaitu setiap hari sabtu dan minggu dengan rute Stasiun Puwosari sampai Stasiun Kota Sangkrah yang berjarak kurang lebih 5.6 kilometer. Rute ini melewati Jalan Slamet Riyadi, jalan utama kota Solo dan  rencananya akan singgah beberapa saat di beberapa tempat perhentian dalam satu trip pulang pergi, diantaranya adalah Kampung Laweyan, Loji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, Keraton, Gladak, dan lain-lain.
Sepur Kluthuk Jaladara dapat membawa maksimal 80 penumpang dengan biaya Rp 3.250.000,00. Biaya ini dipergunakan untuk membiayai bahan bakar berupa lima meter kubik kayu jati dan 3 masinis serta 3 asisten masinis yang menyalakan kereta tersebut. Untuk menikmati fasilitas paket layanan ini, tarif satu kali perjalanan pulang pergi biaya yang dikenakan Rp 360.000,00 per orang (paket 25 penumpang), Rp 290.000,00 (paket 35 orang penumpang), dan Rp 150.000,00 (paket 80 orang penumpang).
Perjalanan Sepur Kluthuk Jaladara juga menyediakan fasilitas paket layanan meliputi welcome drink berupa minuman jamu tradisional dan jajanan pasar, live music tradisional selama perjalanan, souvenir berupa sampir atau slayer, atraksi kesenian tradisional seperti reog atau jatilan, pemandu perjalanan, tiket masuk museum batik serta coffee break.
Walikota Surakarta berharap dengan adanya Steam Loco jaladara ini akan menjadi daya tarik tersendiri kota Surakarta. (dikutip dari berbagai sumber).

3. Rail bus "Batara kresna" , moda transportasi modern yang menjadi salah satu ikon transportasi di kota Solo!

Railbus Batara Kresna (JIBI/Solopos/Burhan A)

Railbus Batara Kresna (JIBI/Solopos/Burhan A) via http://www.solopos.com

Bus rel Bathara Kresna adalah bus rel (rail bus) milik PT Kereta Api Indonesia, yang beroperasi di rute Solo Purwosari-Wonogiri dan merupakan proyek kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dengan PT KAI, pada saat Kota Surakarta dipimpin oleh Joko Widodo. Bus rel ini adalah bus rel kedua di Indonesia setelah bus rel Kertalaya di Sumatera Selatan. Bus rel ini diperkenalkan kepada publik pada tanggal 26 Juli 2011, di Surakarta bersama dengan bus bertingkat pariwisata. Bus rel ini mulai beroperasi pada tanggal 5 Agustus 2012 dengan rute Sukoharjo-Solo Purwosari-Yogyakarta Tugu. Karena ada jembatan kereta api yang sedang diperkuat antara Stasiun Pasarnguter-Stasiun Wonogiri, untuk sementara bus rel ini hanya sampai Stasiun Sukoharjo.

Bus rel ini berhenti beroperasi pada sekitar awal tahun 2013 karena rangkaian bus rel yang sering rusak. Bus rel ini dibawa ke pabrik PT Inka di Madiun untuk diperbaiki. Hingga 2015 bus rel ini hanya dikandangkan di dipo lokomotif Solo Balapan sampai pada akhirnya PT KAI memutuskan untuk mengoperasikan kembali bus rel ini. Saat ini bus rel telah beroperasi kembali dengan rute Purwosari-Wonogiri pp dengan rute trayek dua kali sehari.

Karena adanya gangguan operasional, rangkaian bus rel ini untuk sementara tidak beroperasi dan berada di bengkel. Untuk sementara, kereta api ini menggunakan rangkaian cadangan kereta api Prambanan Ekspres berbasis KRD MCW.

Bus rel ini adalah transportasi umum modern yang ada di kota Solo , tak ada salahnya anda mencicipi moda transportasi yang satu ini jika anda berkunjung di kota Solo.

4. Batik Solo Trans , Moda transportasi umum yang bisa menjawab permasalahan kemacetan di kota Solo.

Batik solo trans

Batik solo trans via http://hatmafashion.com

Batik Solo Trans merupakan BRT (Bus Rappid Transit) yang ada di Surakarta.Sebelum BST beroperasi adalah bus Damri A. Semenjak BST beroperasi bus Damri (jalur A) dipindah ke jalur B dan BST beroperasi di jalur A. Bus BST melayani jurusan Berangkat dari Palur-Jurug-UNS-RS Moewardi-Pasar Gede-Gladak-Kustati-Gading-Sraten-Jamsaren-Tipes-Bayangkara-Baron-Gendengan-Purwosari-Kleco-Pabelan-Kartosuro. Kembali Kartosuro-Pabelan-Kleco-Purwosari-RS Kasih Ibu-Gendengan-SGM-Sriwedari-Nonongan-LP-Gladak-Balai Kota-Pasar Gede-RS Muwardi-UNS-Jurug-Palur. Rencananya bus ini akan menggunakan kartu pintar untuk membayar ongkos bus, namun sementara ini masih memakai karcis yang langsung dilayani oleh kondektur. Saat ini jumlah halte BST ada 35 rencananya 51 halte tetapi ada halte portabel,jadi waktu dia tempuh lebih singkat,contoh halte Sangkrah biasanya tempat transit Bus luar kota dari Terminal Tirtonadi yang jurusan Sukoharjo,Wonogiri,Pacitan bahkan sampai Ponorogo. Untuk umum Rp 4.000,- dan pelajar Rp 2.000,-. Saat ini Batik Solo Trans juga melayani penumpang hingga Bandara Adisoemarmo.

Sejak 25 Februari 2014, Batik Solo Trans (BST) yang semula hanya ada dua koridor, kini telah dioperasikan sampai 8 koridor. Adapun rute masing-masing koridor adalah sebagai berikut:

Koridor 1 (Bandara Adisoemarmo-Palur) Bandara Adisoemarmo-Terminal Kartasura-Jl. Ahmad Yani-Jl. Slamet Riyadi-Jl. Jendera Sudirman-J;. Urip Sumoharjo-Jl. Kol. Sutarto-Jl. Ir Sutami-Terminal Palur.

Terminal Palur-Jl. Ir. Sutami-Jl. Kol. Sutarto-Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Veteran-Jl. Bhayangkara-Jl. Radjiman-Jl. Wahidin-Jl. Slamet Riyadi-Jl. Ahmad Yani-Terminal Kartasura-Bandara Adisoemarmo.

Koridor 2 (Kartasura-Palur) via Terminal Tirtonadi Terminal Kartasura – UMS – Solo Square – Stasiun Purwosari – Gendengan – Lap. Kota Barat – Mall Solo Paragon – Monumen Pers – Stasiun Balapan – RS Triharsi (Jl. Monginsidi)- SD Cemara 2 – SMAN 1 – Hotel Asia – RSUD dr. Moewardi – UNS – Jurug – Terminal Palur – PP

Sekolah-sekolah yang dilewati bus jalur ini adalah: SMA Batik 1, SMAN 1 dan SMAN 2 Surakarta, SMK Kristen, SMP dan SMA Warga. Dengan dioperasikannya BST Koridor 2 ini, maka operasional bus kota yang selama ini melayani rute Kartasura – Palur akan dicabut.

Koridor 3 (Palur-Kartasura) via Pasar Klewer Terminal Palur-Jl. KH Maskur-Jl. Ki Hajar Dewantara-Jl. Kol. Sutarto-Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Jenderal Sudirman-Pasar Klewer-Jl. Radjiman-Jongke-Makamhaji (Jl. Slamet Riyadi Kartasura)-Terminal Kartasura

Terminal Kartasura-Makamhaji (Jl. Slamet Riyadi Kartasura)-Jongke-Jl. Radjiman-Baron-Jl. Bhayangkara-Jl. Veteran-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Mayor Kusmanto-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Kol Sutarto-Jl. Ki Hajar Dewantara (dihilangkan)-Jl. KH Maskur-Terminal Palur

Koridor 4 (Kartasura-Solo Baru) Terminal Kartasura-Jl. Adi Sucipto-Jl. Dr. Moewardi-Jl. Yosodipuro-Jl. Gajah Mada-Jl. Honggowongso-Jl. Veteran-Jl. Brigjen Sudiarto-Jl. KH Wahid Hasyim-Bundaran Pandawa Solo Baru

Bundaran Pandawa-Grogol-Jl. Brigjen Sudiarto-Jl. Veteran-Jl. Yos Sudarso-Jl. Slamet Riyadi-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Ronggowarsito-Jl. Dr Soepomo-Jl. Yosodipuro-Jl. Dr. Moewardi-Jl. Adi Sucipto-Terminal Kartasura

Koridor 5 (Mojosongo-Solo Baru) Mojosongo-Jl. Brigjen Katamso-Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Mayor Sunaryo-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Veteran-Jl. Yos Sudarso-Bundaran Pandawa Sulo Baru

Bundaran Pandawa-Jl. Yos Sudarso-Jl. Veteran-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Mayor Kusmanto-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Brigjen Katamso-Mojosongo

Koridor 6 (Kadipiro-Semanggi) Subterminal Kadipiro-Jl. Kol Sugiono-Jl. Kapten Tendean-Jl-Ahmad Yani-Jl. S. Parman-Stasiun Balapan-Jl. Gajah Mada-Jl. Honggowongso-Jl. Veteran-Jl. Kyai Mojo-Subterminal Semanggi

Subterminal Semanggi-Jl. Kyai Mojo-Jl. Veteran-Jl. Honggowongso-Jl. Dr. Radjiman-Bundaran Baron-Jl. Bhayangkara-Jl. Slamet Riyadi-Jl. Gajah Mada-Stasiun Balapan-Jl. S. Parman-Jl. Ahmad Yani-Jl. Kapten Tendean-Jl. Kol Sugiono-Subterminal Kadipiro

Koridor 7 (Palur-Solo Baru) Terminal Palur-Jl. Ir Sutami-Jl. HOS Cokroaminoto-Jl. Surya-Jl. Urip Sumoharjo (dihilangkan)-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Ranggawarsita-Jl. Yos Sudarso-Jl. Veteran-Jl. Brigjen Sudiarto-Jl. KH Wahid Hasyim-Bundaran Pandawa Solo Baru

Bundaran Pandawa-Jl. KH Wakhid Hasyim-Jl. Brigjen Sudiarto-Jl. Veteran-Jl. Yos Sudarso-Jl. Slamet Riyadi-Jl. Jend. Sudirman-Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Surya-Jl. HOS Cokroaminoto-Jl. Ir. Sutami-Terminal Palur

Koridor 8 (Palur-Kartasura) Terminal Kartasura-Jl. Adi Sucipto-Jl. MT Haryono-Jl. Ahmad Yani-Terminal Tirtonadi-Jl. S. Parman-Jl. Monginsidi-Perempatan Panggung-RS Dr. Oen-Jl. Tentara Pelajar-Jl. Ki Hajar Dewantara-Hl. KH Maskur-Terminal Palur

Terminal Palur-Jl. KH Maskur-Jl. Ki Hajar Dewantara (dihilangkan)-Jl. Tentara Pelajar-RS Dr. Oen-Perempatan Panggung-Jl. Monginsidu-Jl. S. Parman-Terminal Tirtonadi-Jl. Ahmad Yani-Jl. MT Haryono-Manahan-Jl. Adi Sucipto-Terminal Kartasura.

untuk rencana kedepan angkutan umum jenis Mobil penumpang umum (angkot) akan segera diganti dengan Bus Rappid Transit ini.
(dikutip dari, wikipedia.com)

5. Kota yang sangat ramah akan pejalan kaki , terbukti dengan adanya Solo City Walk

city walk surakarta

city walk surakarta via http://wikipedia.com

Solo City Walk adalah jalur pejalan kaki yang ada di kota solo , jalur pejalan kaki ini merupakan jalur pejalan kaki / pedestrian yang ada di kota solo yang tepatnya berada pada sisi ruas Jalan Brigjend Slamet Riyadi , yang memiliki karakter sangat nyaman untuk masyarakat melakukan pergerakan dengan berjalan kaki , dan digunakan untuk moda transportasi tidak bermotor (Unmotorized transport) . untuk jenis perkerasan yang digunakan pada city walk ini adalah berjenis paving blok dengan motif unik , agar dapat menjadi resapan air . dan di jalur pejalan kaki ini terdapat pohon asem serta tempat duduk yang disediakan untuk bersantai / kongkow yang termasuk hobi dari masyarakat kota bengawan ini. di tempat ini juga disediakan koneksi internet (WiFi) untuk masyarakat mengakses internet sambil menikmati suasana kota yang sangat ramah akan pejalan kaki ,

 

takut terganggu akan hambatan pada saat berjalan ??

eitsss,, kota Solo termasuk kota dengan tipikal masyarakat yang legowo dan taat aturan , di jalur pejalan kaki ini tidak ada parkir liar dan Pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan secara sembarangan karena jika terdapat parkir liar akan mendapatkan sanksi tegas dari pemerintah, dan untuk pedagang kaki lima sudah disiapkan gerobak untuk berjualan dengan motif yang unik dan terkesan teratur.

jadi tak ada salahnya jika anda berjalan jalan menikmati nuansa kota Solo yang berbudaya

6. "Supeltas" (Sukarelawan pengatur lalu lintas) Si Ramah yang senantiasa mengatur lalu lintas di kota bengawan

Sukarelawan pengatur lalu lintas atau disingkat (Supeltas) merupakan Suatu perkumpulan orang yang mempunyai inisiatif untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas yang ada di kota Solo,


Pada awalnya supeltas merupakan perkumpulan orang-orang yang suka nongkrong di sekitar jalan kalitan. Disana mereka melihat bahwa sering kali terjadi kecelakaan bahkan untuk menyebrang saja sulit, seperti yang dikatakan oleh bapak sugeng prihatin salah seorang anggota supeltas ia mengatakan bahwa “….. awalnya kami hanya berinisiatif sendiri karena prihatin melihat keadaan lalu lintas yang macet dan sering terjadi kecelakaan di pertigaan jalan tersebut” .” (Bapak Sugeng Prihatin).
Inisiatif pun muncul dari kelompok yang berjumlah 8 orang tersebut. Saat itu pakaian mereka masih seperti preman dimana mereka menggunakan kaos oblong, sandal jepit dan celana pendek saja. Hal ini terjadi 8 tahun lalu, kemudian setelah 2 bulan mereka mendapat perhatian dari polantas. Mereka mendapat undangan dari SatLantas untuk diberikan pendidikan dan di bina agar dapat mengatur lalu lintas dengan baik. Pembinaan ini seperti gerakan 12 pengatur lalu lintas Seperti yang dikatan juga oleh bapak SriWidodo yang juga merupakan Pembina supeltas bahwa
“……Dari kepolisian mengetahuinya dan melihat lansung tapi kok masih kuarng baik dan seenaknya sendiri lalu dikumpulkan dan diajak kerjasama lalu dibina oleh polisi.” (AIPDA Sri Widodo)
Nama SUPELTAS sendiri di berikan olah kasatlantas saat itu yang bernama Ade Safri Simajuntak. SUPELTAS sendiri merupakan singkatan dari Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas. Mereka di sebut sukarelawan karena supeltas ini tidak mendapat gaji dari kepolisian mereka bekerja secara sukarela. Kepolisian hanya memberika peralatan untuk pekerjaan mereka sebagai supeltas seperti topi, baju, rompi dll.
Saat ini SUPELTAS layaknya sebuah paguyuban yang memiliki ketua, sekretaris dan bendahara. Supeltas setiap minggu nya ada iuran kas sebesar 3000. Uang kas ini biasa mereka gunakan untuk aksi-aksi social.
SUPELTAS sendiri pun sudah ada di berbagai kota seperti Yogyakarta, Jombang, Semarang dan kota yang lainya.

(Sumber:http://www.kaskus.co.id)

7. Mau menyeberang , tinggal "KLIK" Pelican crossing

pelican crossing

pelican crossing via http://st292573.sitekno.com

Pelican Crossing merupakan prasarana lalu lintas yang digunaka pejalan kaki untuk menyeberang , cara kerjanya adalah dengan cara menyentuh tombol yang ada pada tiang APILL ( Alat pengatur isyarat lalu lintas) / Traffic light).

di kota solo terdapat titik pelican crossing yang berada pada Ruas jalan depan stasiun , rumah sakit , pusat perbelanjaan dll , yang notabenya adalah tempat dimana banyak pejalan kaki yang menyeberang. alat ini sangat membantu pejalan kaki untuk menyeberang , walaupun di kota lain sudah banyak terdapat alat ini , namun di kota Solo juga tidak kalah dalam melayani masyarakat tentunya pejalan kaki dan penggua angkutan umum.

8. Terminal tirtonadi sejuk , nyaman , aman. terminal dengan nuansa bandar udara.

termnal tirtonadi nuansa bandara

termnal tirtonadi nuansa bandara via http://nuruladilahabdulrahim.blogspot.com

PERTAMAKALI memasukinya seperti berada di bandara, lantai yang bersih tempat duduk yang berjejer rapi, petugas dengan seragam rapi dan beberapa pendingin ruangan atau AC terpasang di setiap sudut ruangan, beberapa orang sedang duduk menunggu kedatangan armada selanjutnya. Ya, gambaran suasana tersebut seperti apa yang terjadi di Terminal Tirtonadi, terminal yang sebelumnya lekat dengan sebutan kandang copet itu telah berubah menjadi terminal bus yang nyaman dan aman. Bayangkan saja, tiap ruang tunggu yang terhindar dari polusi udara jelas membuat nyaman, kemudian petugas dengan seragam resminya selalu ada di setiap sudut ruangan untuk melayani penumpang. Bagi warga asli Solo atau bagi masyarakat yang kerap bolak-balik melalui terminal ini sudah tidak terlalu heran dengan perubahan yang ada, tetapi bagi para pemudik perubahan terminal ini merupakan hal yang baru. Salah satu salah satu penumpang Cahyo (30) kaget, terminal yang dulunya kotor dan bau itu kini telah menjadi mewah, dia mengaku dalam satu tahun terakhir baru kali ini dia menginjakkan kakinya di terminal terbesar di Solo ini, Cahyo yang sehari-harinya hidup di Semarang ini terperangah ketika melihat perubahan yang terjadi di Tirtonadi. “Wah saya kaget mas, kok sudah kayak bandara gini, tahun lalu ga seperti ini lho mas,” kata pria yang baru saja menyelesaikan urusannya di Solo kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung ini. Perubahan bukan hanya ada pada di dalam ruang tunggu saja, tetapi juga pada sistem ticketing yang bisa dipesan lewat online, selain itu terminal ini juga menggunakan kartu peron seharga 500 rupiah untuk digunakan ke alat automatic detector.

PERTAMAKALI memasukinya seperti berada di bandara, lantai yang bersih tempat duduk yang berjejer rapi, petugas dengan seragam rapi dan beberapa pendingin ruangan atau AC terpasang di setiap sudut ruangan, beberapa orang sedang duduk menunggu kedatangan armada selanjutnya. Ya, gambaran suasana tersebut seperti apa yang terjadi di Terminal Tirtonadi, terminal yang sebelumnya lekat dengan sebutan kandang copet itu telah berubah menjadi terminal bus yang nyaman dan aman. Bayangkan saja, tiap ruang tunggu yang terhindar dari polusi udara jelas membuat nyaman, kemudian petugas dengan seragam resminya selalu ada di setiap sudut ruangan untuk melayani penumpang. Bagi warga asli Solo atau bagi masyarakat yang kerap bolak-balik melalui terminal ini sudah tidak terlalu heran dengan perubahan yang ada, tetapi bagi para pemudik perubahan terminal ini merupakan hal yang baru. Salah satu salah satu penumpang Cahyo (30) kaget, terminal yang dulunya kotor dan bau itu kini telah menjadi mewah, dia mengaku dalam satu tahun terakhir baru kali ini dia menginjakkan kakinya di terminal terbesar di Solo ini, Cahyo yang sehari-harinya hidup di Semarang ini terperangah ketika melihat perubahan yang terjadi di Tirtonadi. “Wah saya kaget mas, kok sudah kayak bandara gini, tahun lalu ga seperti ini lho mas,” kata pria yang baru saja menyelesaikan urusannya di Solo kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung ini. Perubahan bukan hanya ada pada di dalam ruang tunggu saja, tetapi juga pada sistem ticketing yang bisa dipesan lewat online, selain itu terminal ini juga menggunakan kartu peron seharga 500 rupiah untuk digunakan ke alat automatic detector. 

 

Menurut Kasubag TU UPTD Terminal Tortonadi Joko Sutriyanto, Terminal yang beroperasi 24 jam karena merupakan jalur antara yang menghubungkan angkutan bus dari Jawa Timur (terutama Surabaya dan Banyuwangi) dan Jawa Barat (Bandung) ini memang beberapa tahun sebelumnya memang lekat dengan sebutan "kandang copet", sehingga para penumpang harus ekstra waspada ketika berada di terminal ini, namun saat ini pihaknya menjamin para penumpang aman dari gangguan copet. “Dulu memang gitu mas (banyak copetnya-red) tapi sekarang udah engga,” katanya. “Kami memang benar-benar mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan penumpang mas, pada saat lebaran kemarin, kami bentuk satgas anti copet untuk meminimalisir adanya kejahatan tersebut, kami bisa jamin, jika ada perempuan malem-malem ke terminal ini sendirian aman,”tandas Joko. Untuk diketahui, saat ini pembangunan terminal Tirtonadi sudah mencapai 60%, dan ditargetkan akan rampung pada tahun 2015 mendatang, Pemerintah Kota Solo merencanakan jika pembangunan sudah mencapai 100%, maka diatas lahan parker Bus di terminal tersebut akan dibangun pusat perbelanjaan. “Kalau sudah jadi 100% penumpang akan dimanjakan dengan pusat perbelanjaan yang akan dibangun di atas lahan parkir bus,” ungkap Joko. Bagaimana, tertarik berkunjung ke Kota Solo dengan Bus? Pastikan anda turun di terminal Tirtonadi dan nikmati segala fasilitas yang ada. Selamat mencoba.


(dikutip dari : http://www.kompasiana.com/irsyamfaiz/tirtonadi-terminal-solo-dengan-nuansa-bandara_54f67b7ca33311c1078b4cd6)

9. Sistem transportasi cerdas kota bengawan, pengendalian lalu lintas dengan cara terpusat

ATCS dishub solo

ATCS dishub solo via http://instagram.com

dunia terus berkembang. Industri otomotif yang bergerak cepat, tidak seimbang dengan pertambahan infrastruktur jalan. Sumber daya manusia, secara kuantitas, mengalami kesulitas untuk mengatur lalu lintas yang sudah begitu padat. Mau tidak mau, teknologi harus masuk di dalamnya.

Inilah yang disebut dengan ITS (Intelligent Transport System). Pemerintah sadar akan mendesaknya penggunaan ITS ini, sebagaimana tercantum dalam Rencana Aksi Nasional (RAN). Program yang diperinci secara konkret serta dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) itu, harus selesai tahun 2020.

Salah satu daerah yang telah mengembangkan ITS adalah Kota Solo. ITS yang di Solo dinamakan dengan sistem pengendali lalu lintas terkoordinasi atau area traffic control system (ATCS) dioperasionalkan secara terpusat di Central Control Room (CCR). Mereka yang bekerja di sini tidak terlihat oleh orang lain, tetapi sangat menentukan untuk menjamin kelancaran lalu lintas

 

Di Belakang Layar

Bekerja di CCR yang sarat dengan teknologi, bisa dikatakan jauh dari kata popular. Sehari-hari mereka,  hampir selalu di ruangan. Memantau kondisi lalu lintas melalui layar-layar monitor. Jika ada masalah di lapangan, petugas CCR baru meminta bantuan supaya ada petugas lapangan yang segera menanganinya.

 

Bekerja di ruang CCR, tambahnya, seperti sistem kerja darah. Kalau dari luar tidak kelihatan, tapi kalau tidak ada darah atau tersumbat maka sistem metabolisme tubuh pasti terganggu. Momen yang sangat menentukan untuk kinerja para personel CCR adalah pada saat Hari Raya Idul Fitri. Karena pada saat itu, arus kendaraan sangat padat namun harus tetap terjamin kelancarannya.

Dan yang terpenting, sambungnya, gambar pantauan lalu lintas yang masuk dalam pengawasan CCR dapat diakses oleh masyarakat, termasuk pemudik, melalui jaringan internet. "Hasil pantauan kamera langsung dikirim ke layar monitor besar yang berada di CCR dan disalurkan sebagai salah satu layanan ke masyarakat melalui akses internet.”

 

10. Solo Last Friday Ride , kampanye untuk membudayakan penggunaan sepeda,bike to work,bike to school,bike for everything

solo last friday ride

solo last friday ride via http://slfr2013.blogspot.co.id

Komunitas menjadi suatu ajang kumpul-kumpul bagi anggotanya yang memiliki hobi dan minat yang sama. Salah satu komunitas unik di Solo yaitu Solo Last Friday Ride (#SLFR). #SLFR merupakan komunitas sepeda kayuh yang berada di solo yang memiliki acara rutin sepedaan bareng di tiap jumat terakhir tiap bulannya. Kenapa ane bilang unik komunitas ini??Apa aj acara #SLFR?Apa syarat menjadi anggota #SLFR?langsung aj ane ulas di artikel ini menurut pengetahuan ane ya gan...

 

Keunikan #SLFR & Apa Syarat mengikuti #SLFR?

#SLFR sendiri terbentuk pada bulan mei tahun 2011. Keunikan komunitas ini yaitu tidak memiliki syarat apapun untuk mengikuti #SLFR hanya agan mempunyai sepeda kayuh entah itu ontel, lipat, fixie, bmx ato yang lainnya yang penting sepeda kayuh bukan sepeda motor he he. Agan ikut kumpul sebulan sekali di hari jumat terakhir di Taman air mancur manahan aja sekitar habis isya gitu, setelah itu bergerak mengelilingi Solo melalui jalan jalan protokol di Solo. Uniknya lagi rute tiap bulannya berbeda-beda jadi tidak ada pakem rute yang harus dilewati komunitas ini. Motonya "Yang penting sepedaan bukan sepedanya"

 

Apa aja acara #SLFR?

Acara rutinnya ya sepedaan malem keliling Kota Solo ya gan, untuk tahunannya adalah acara ulang tahun di bulan Mei. Komunitas ini di tiap jumatnya memiliki tema berbeda untuk memberi kritik sosial terutama kebijakan yang berkaitan dengan sepeda kayuh yang tersisihkan haknya. Kritiknya dituliskan di sebuah spanduk, contohnya "Ora Sabar Maburo (G Sabar Terbang aj),  Kami  juga Punya Hak Jalan Kota ini!!". Kadang juga komunitas ini mengunakan kostum berbeda seperti mengunakan kostum batik, kostum anak sekolah. Tentunya kostum tersebut memiliki maksud tertentu seperti kostum anak sekolah untuk mengajari adik adik sekolah untuk mencintai sepeda dan gowes ke sekolah.

 

Untuk agan yang tertarik dengan komunitas ini besok di jumat terakhir langsung datang aj ke taman air manahan, kumpul disana dan menikmati malam solo dengan sepedaan.

 

Met Gowes dan menikmati jalan jalan ke Solo

(dikutip dari: http://www.jalanjalankesolo.com/2015/03/komunitas-solo-last-friday-ride.html)