Halo, kamu yang di sana...

Iya, yang jauh di sana. Di sini, aku sibuk menabung rinduku karena perasaan ini terhalang oleh jarak yang memisahkan kita. Kadang aku tersiksa karena rindu ini. Tak ada yang bisa melunasinya, kecuali dengan kehadiran dirimu.

Halo, kamu yang di sana. Bagaimana dengan tabungan rindu yang kamu punya di sana? Kian hari kian penuhkah? Kita sama-sama berdoa dulu, ya. Semoga Tuhan mempercepat waktu kita untuk menumpahkan rindu yang ada. Atau mungkin, jika Ia berbelas kasih, bolehlah jarak penghalang ini diperpendek?

 

1. Aku begitu merindukanmu. Jarak luas yang terbentang, membuat kita kaya akan tabungan rindu.

aku begitu merindukanmu

aku begitu merindukanmu via http://www.t3me.com

Halo, sayang! Rindu ini sudah tak cukup hanya kubisikkan lewat doa. Perbincangan kita lewat media juga tak mampu mengobati seluruh rindu ini. Jarak yang terlalu luas memang kadang membuat kita tersakiti oleh rindu. Tapi kuharap, ini semua dapat memperkuat cinta kita.

Bukankah dengan rindu yang ada, kita jadi menghargai pertemuan, Sayang?

2. Kadang aku menatap bulan. Siapa tahu tatapan kita tak sengaja bertemu di sana.

ada satu benda di langit sana, tempat semua mata tertuju

ada satu benda di langit sana, tempat semua mata tertuju via http://google.com

Rindu? Banyak orang berusaha menghapusnya dengan memandang foto sang pujaan hati, mencoba menghubungi lewat berbagai media. Aku pun sempat mencoba cara itu. Meski tak membuat rinduku padam. Hingga akhirnya aku mencoba duduk, menatap satu benda di langit yang kutahu mata semua orang pasti bisa menatap ke sana juga. Ya, aku memandangi bulan dan mengharap kamu juga sedang menatap ke sana. Aku hanya meyakini pandangan kita bisa bertemu di titik itu.

3. Aku selalu mengulang namamu dalam doaku. Siapa tahu Sang Khalik berbaik hati mengurangi tabungan rindu ini.

Ya, aku memohon kepada-Nya. Karena rindu ini makin menggunung

Ya, aku memohon kepada-Nya. Karena rindu ini makin menggunung via http://google.com

Salahkah aku jika akhirnya kebingungan karena tabungan rindu ini kian hari kian menyesakkan dadaku? Kadang dalam doaku, kupinta supaya Ia berbaik hati mengurangi rasa ini. Tapi bukan berkurang yang kurasa rindu ini, malah makin mengalir deras tak tertahankan.

Ayolah, Sayang. Aku sangat merindukanmu...

4. Bertemu denganmu adalah hal yang paling kunantikan saat ini. Tak berlebihan, karena hadirnya dirimu selalu membawa kebahagiaan.

karena lebih banyak warna yang kudapat

karena lebih banyak warna yang kudapat via http://google.com

Aku tak berbohong. Bertemu denganmu adalah salah satu hal paling membahagiakan buatku. Bagaimana tidak? Hanya denganmu aku bisa tertawa lepas, menjadi diriku sendiri, menunjukkan semua sikap dan keanehan, tanpa adanya protes.

Ya, kamu. Mahluk terkasihku. Mahluk kesayanganku. Aku merasa terlengkapi dengan adanya kamu.

 

5. Sekarang, kutitipkan semua rasa rindu ini pada Tuhan. Kuharap Ia menjagamu di sana supaya rindu ini bisa terbayar saat kita bertemu.

semoga kamu baik-baik saja, aku selalu menanti pertemuan kita

semoga kamu baik-baik saja, aku selalu menanti pertemuan kita via http://google.com

Jarak boleh terbentang luas, tapi cintaku padamu tak pernah lelah terhapus waktu dan jarak. Sekarang, saat rindu ini tak kunjung reda. Aku hanya bisa menitipkan ini semua pada Tuhan. Semoga Ia menjaga perasaan kita. Semoga Ia memelihara rasa rindu kita. Mungkin ini terdengar konyol, tapi kuharap kita mau sama-sama berbisik,

Semoga Ia juga mempercepat waktu pertemuan kita dalam skenario rencana-Nya yang indah.