Naik gunung dan berbagai kegiatan travelling akhir-akhir ini semakin menjadi trend pada sebagian orang, terutama anak muda. Fenomena trend ini dipengaruhi oleh berbagai macam hal, mulai dari film, acara-acara travelling di TV, sampai pengaruh media sosial yang dipenuhi oleh artikel-artikel dan foto-foto tentang traveling.

Salah satu kegiatan travelling yang cukup digandrungi belakangan ini adalah mendaki gunung, tak cukup rasanya jika hanya melihat keindahan alam di atas gunung melalui foto-foto orang lain atau hanya mendengarkan kisah mereka. Akhirnya rasa penasaran ini membuat banyak orang untuk melakukan pendakian.

Padahal mendaki gunung bukanlah sebuah kegiatan biasa, diperlukan fisik dan mental yang kuat untuk bisa mencapai tujuan kita diatas sana, disini juga pertemanan dan persahabatan di uji, sifat asli orang yang selama ini kita kenal baik akan keluar dengan sendirinya.

Tak jarang hal ini membuat pertemanan atau persahabatan menjadi renggang atau bahkan sampai yang terburuk adalah persahabatan kita akan berakhir disini hanya disebabkan hal-hal sepele. Berikut adalah 5 hal yang harus kita lakukan agar persahabatan terjaga selama melakukan pendakian gunung.

1. Biasakan Mengalah.

Naik Gunung via https://img.okezone.com

"Bro, bawain ini dong, keril ku udah penuh nih"

"ini lo masih muat, aku juga udah bawa banyak nih"

Mungkin ada diantara kita yang pernah terlibat perbincangan semacam ini. Hal-hal seperti ini seringkali terjadi saat membawa barang bawaan atau pun tugas lainnya. Terkadang kita merasa bahwa kita sudah melakukan hal yang lebih untuk kelompok, sehingga melemparkan kewajiban pada yang lain.

Baiknya jika kita membicarakan hal-hal seperti ini sebelum melakukan perjalanan, agar tidak ada kesalah pahaman selama perjalanan. Hal kecil seperti membawa tenda, logistik dan lainnya bisa menjadi perdebatan alot jika tidak direncanakan dengan baik.

Advertisement

Jika sudah dibicarakan sebelumnya dan ternyata tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, lebih baik kita mengalah dan kita pun tahu bagaimana sifat asli dari rekan perjalanan kita.

2. Jaga Emosi.

Menjaga Emosi via http://krjogja.com

"Kok kamu gitu sih ? Kan kemarin kita udah rencanain kayak gini, jangan rusak perjalanan kita deh"

Seringkali rasa lelah saat mendaki gunung membuat kita tidak sadar dengan apa yang kita ucapkan. Tanpa kita sadari juga membuat rekan perjalanan lain drop mental dan ogah-ogahan dengan kita. Kalau sudah begini suasana perjalanan pun menjadi tidak nyaman.

Jaga emosi selama perjalanan, karena itulah banyak orang menyebut mendaki gunung menguji mental dan fisik, disinilah letak ujian mental yang harus dilalui. Kita dipaksa untuk mengatur stabilitas emosi kita. Jika emosi kita meledak disaat seperti ini, bisa jadi rekan lain tidak akan mau lagi mendaki gunung bersama kita.

3. Lakukan Tugasmu.

Mendaki Gunung. via http://spektanet.com

Melakukan perencanaan pendakian sangat baik untuk dilakukan agar ada kejelasan tugas dan kewajiban selama perjalanan. Mulai dari siapa yang membawa perlengkapan kelompok, siapa yang bertanggung jawab untuk logistik, siapa yang memasak dan lain sebagainya.

Yang seringkali terjadi adalah dikarenakan rasa lelah atau hal lainnya membuat kita tidak melaksanakan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Kalau sudah begini tentunya menjadi beban bagi rekan lainnya karena harus memback-up tugas kita. Bisa jadi kita tidak akan di ajak lagi di pendakian selanjutnya.

4. Jaga Motivasi dan Berikan Motivasi Pada Rekan Lainnya.

Berikan Motivasi dan Semangat. via http://ase7adventure.files.wordpress.com

"Masih jauh ya? capek banget nih"

"Semangat bro, 10 menit lagi sampai kok"

Keluhan adalah satu hal yang tidak dapat dihindari didalam pendakian, terutama bagi pendaki pemula. Oleh karena itulah sebelumnya kita harus meyakinkan diri, bahwa kita mampu melakukan pendakian. Selalu menjaga motivasi dan semangat agar tujuan perjalanan tercapai.

Ketika kita mengeluh dan mulai menyerah selalu katakan pada diri sendiri bahwa kita mampu. Jika rekan seperjalanan mengeluh berikan motivasi padanya, dengan begitu perjalanan akan lebih bermakna. Pada intinya adalah saling memberikan motivasi dan semangat.

5. Pahami Karakteristik Rekan Pendakian.

Pahami rekan pendakian via http://nyonyors.files.wordpress.com

Jika pendakian sudah selesai dilakukan, maka kita pun paham bagaimana karakterisitik dari rekan kita. Hal ini akan menjadi pertimbangan kita dalam perjalanan selanjutnya untuk mengajak kembali rekan tersebut. Bukan berarti kita harus menjauhi rekan tersebut, percayalah bahwa rekan perjalanan kita pun manusia dinamis dan pasti bisa berubah. Yang harus kita pahami adalah setiap orang punya makna masing-masing dalam pendakiannya.

Buat pendakianmu menyenangkan, selalu ingat bahwa ini adalah tim, buang jauh-jauh keegoisan dalam diri. Jangan paksakan diri jika memang tidak mampu, puncak adalah bonus, tujuan utama adalah kembali pulang dengan selamat.