Menemukan orang yang bisa mengerti dan menerima kita apa adanya memang tidak mudah. Perlu tahap pengenalan dan pendalaman lebih lanjut. Dimulai dari sebuah perkenalan, pertemanan dan naik status menjadi sahabat. Namun apa jadinya jika sebuah tahap kehidupan akan berlanjut dan membuat kita terpisah dari sahabat? Sekolah yang tidak lagi sama, kampus yang berbeda kota, pekerjaan yang menghabiskan waktu. Perlu penyesuaian diri dengan lingkungan baru, tidak akan mudah untuk menemukan orang baru yang bisa dijadikan sahabat.

 

1. Lulus sekolah kadang memaksa kita memahami LDR, karena aku yakin kita tidak akan berhenti sampai disini

Satu tahap kehidupan sudah selesai. Kita tidak mungkin memaksakan kehendak untuk melanjutkan pendidikan di tempat yang sama. Kita punya mimpi dan cita-cita yang berbeda dan kita harus mencapainya. Hanya saja, aku mau meyakini diriku sendiri bahwa kalian akan selalu ada, dimana pun kita ditempatkan pada akhirnya. Yang terpenting adalah kita harus saling mendukung. Mungkin nantinya nasibku tidak seberuntung kalian, tapi aku yakin kalian tetap jadi malaikat-malaikat pelindung yang menyemangatiku dalam keadaan apapun.

2. Conference Call adalah hal yang wajib kita lakukan

Conference Call

Conference Call via http://www.dreamstime.com

Conference call adalah hal yang wajib kita lakukan. Entah seminggu sekali, entah sebulan sekali atau 2 bulan sekali, tapi kita harus melakukannya. Kita tidak boleh kalah oleh jarak. Jika jarak menjauhkan kita, komunikasi? Tentu saja tidak. Pulsa sekian ribu yang kita habiskan bersama tidak akan ada artinya jika kita habiskan dengan cerita sedih, tawa, keluhan, bahagia-nya kita. Aku akan menemukan sebuah semangat baru jika aku sudah berbagi bersama kalian. Ada kelegaan tersendiri yang membuat aku selalu rela menghabiskan 1-2 jam ku bersama kalian. Kadang kalian juga harus menghentikan pekerjaan kalian diluar sana demi pembicaraan kita. Aku berharap kita bisa benar-benar terus melakukannya.

Ketika kita benar-benar sibuk dan hampir saling melupakan, ada hal yang membuat kita benar-benar berkumpul bersama lagi lewat jaringan telepon, ulang tahun. 1 hal ini tidak akan pernah kita lewatkan tanpa conference call, bukan ?

3. Punya sahabat baru di tempat baru tidak akan mengubah posisimu di hatiku

Sahabat baru

Sahabat baru via http://www.facebook.com

Bertemu dengan orang baru di tempat yang baru kadang memang mengalihkan perhatianku. Menemukan orang yang bisa kujadikan sahabat baru juga suatu kebahagiaan bagiku. Tapi, tetap saja, kau punya bagian spesial tersendiri di dalam hatiku.

Sejujurnya, ketika aku melihat kau mulai menemukan sahabat baru dan mulai asik dengan mereka, aku merasakan cemburu yang luar biasa. Aku pernah merasa benci pada jarak, harusnya aku yang ada di sisimu. Harusnya aku yang menemani dan memelukmu, tapi kenapa harus mereka, sahabat-sahabat barumu ? Tapi kemudian aku berdamai dengan hatiku. Mencoba menerima dan tersenyum. Hidup tidak hanya sebatas satu persahabatan saja bukan? Jika aku bisa menemukan sahabat baru dan kau menerimanya, aku juga harus bisa menerima keberadaan sahabat barumu. Asalkan kita tidak berubah, yaa..

4. Media sosial turut ikut campur akan keberadaan kita

Instagram membuktikan adanya kita

Instagram membuktikan adanya kita via https://www.instagram.com

Aku mungkin tidak akan selalu punya waktu untuk menanyai kabarmu. Hanya aku akan sangat senang jika membaca nada bahagia lewat PM mu di BBM, atau aku akan senang jika melihat gaya baru rambutmu yang kau upload di instagram. Tapi aku pasti mulai khawatir jika kau meng-update status sedih di facebook atau twitter-mu. Sedapat mungkin aku pasti akan menanyaimu dan kuharap kau bisa menceritakan masalahmu padaku. Walau mungkin aku tidak bisa mencari solusi untuk masalahmu, aku pasti akan jadi pendengar yang baik. Ingatlah, aku sahabatmu. Aku bukan hanya orang yang hanya ingin tau masalahmu, tapi aku peduli.

5. Kenangan akan kegilaan kita akan jadi moment paling indah yang akan selalu kuingat

Kegilaan kita

Kegilaan kita via http://www.facebook.com

"Ehe, gendut..." , "Cikidis..." , "upine...", "pattang-sobillak..."

Panggilan-panggilan aneh yang menunjukkan rasa sayang kita selalu jadi koleksi unik dalam kenangan diantara kita. Kadang panggilan itu lebih kepada penghinaan. Tapi kita sudah terlalu kebal untuk itu. Kita hanya akan tertawa jika dipanggil dengan sebutan itu. Suara-suara sumbang saat menyanyi, lempar-lemparan tepung entah untuk apa, pose gila yang kita abadikan dalam kamera membuat aku tidak merasa kesepian mengingatnya. Hanya saja terkadang ingin memeluk kalian satu per satu dalam bayang karna jarak. Kita tidak akan kehabisan cerita jika sedang terhubung via telepon karena banyak kejadian gila tentang kita, tentang sekolah, tentang mengagumi dan dikagumi orang lain, tentang teriakan ditengah hujan, tentang kebodohan-kebodohan dan apa saja.

6. Diantara semuanya itu, yang aku tau, kita telah dan akan selalu saling mengerti

pelukanmu, sahabat

pelukanmu, sahabat via http://www.teruskan.com

Jarak memang kadang menyebalkan. Aku benar-benar tidak bisa menemukan manusia sejenis dan sama persis dengan kalian. Kalian yang sudah mengerti bahwa tawaku yang meledak-ledak tidak akan bisa berhenti tanpa mulutku ditutup, kadang tawa itu hanya akan mengundang ilfeel dari orang yang baru saja mendengar. Tapi kalian, kalian sudah mengerti itu. Kalian yang benar-benar bisa menjaga rahasiaku dengan sangat baik. Kalian yang tidak akan ikut mencemooh dan meninggalkanku saat aku melakukan kesalahan paling fatal dan menjadi gunjingan banyak orang. Kalian yang akan berbagi pelukan denganku saat aku jatuh

Sahabat, kita juga tidak berhenti untuk membicarakan satu dengan yang lain. Tentang kepolosan yang terkesan bodoh, tentang keras kepala, tentang kepedulian. Kadang kita akan saling marah dan menghina, dan setelahnya... Kita akan saling memaafkan dan tersenyum bersama lagi, tidak ada yang kita tutup-tutupi. Tidak akan ada air mata yang kita tahan jika kita saling berbagi dan percaya.

 

Keberadaan kalian adalah bola emas dalam kehidupanku. Tidak peduli seperti apa kita sekarang, tapi kita adalah SAHABAT, sekarang dan selamanya. Jangan pernah berpikir untuk sungkan berbagi. Kita harus menerima jarak ini, kita harus menikmati LDR ini. Karena pasti sulit menemukan sosok-sosok seperti kalian. LDR tidak akan mengubah kita kan, sahabat ?