Kamu mungkin mengira saya sedang menjejali pikiranmu dengan berbagai ocehan khas remaja. Sudahlah. Saya hanya sedang bercerita. Saya sedang merangkum kata untuk saya di dua, tiga atau sepuluh tahun kedepan ketika tetiba rasa brengsek itu muncul. Tak perlu perlakuan sama, sebab usia sudah berbicara.

Bukan lagi masanya, memutar playlist sedih seharian, mematut diri terlalu lama di depan cermin dan menerka sebab kesedihan yang bagimu tak terdefinisi. Kamu mungkin mulai kesal dengan takdir yang membawamu sampai ke sini, membandingkan kebahagiaan orang lain dengan duniamu simply because you cannot deal with your sadness and you past, when sadness comes calling, you don’t converse it creatively.

So, Hey!

Dear, Me..

1. Mengecek kembali mimpi-mimpimu sepertinya akan membawa ruang nostalgiamu ke arah yang lebih bahagia.

Dear, Diary! via https://www.google.com

Buka kembali buku catatanmu, tempat kamu menulis segala unek-unek, tentang masa lalu yang malas berpindah tuan, tentang hati yang menurutmu terlalu ceroboh dan tentang mimpi yang kau garisi ingin seperti apa. Masa lalu itu, biarlah terlewat dengan keberanianmu membuka lembaran baru. Mengecek kembali mimpi-mimpimu sepertinya akan membawa ruang nostalgiamu ke arah yang lebih bahagia.

Beranilah membuat skala prioritas pada hidupmu yang sudah kamu anggap hilang. Sebenarnya, tak ada yang menyesatkanmu. Kamu tak merasa hilang, namun mimpi itu pergi dengan sendirinya sesaat setelah kamu mulai menyerah dengan keadaanmu sekarang. Jadi, liriklah kembali mimpi-mimpi lamamu. Barangkali bulan depan atau tahun depan, bisa kamu eksekusi secepatnya.

2. Let your mind flow freely

Advertisement

2017 mendekat. Tak ada salahnya menambahkan atau menghighlight sejumlah mimpi yang ingin kamu lakoni. Tulis saja, tanpa ragu. Let your mind flow freely. Sebab, menulisnya pun sudah membuatmu merangkai masa depanmu. Menulisnya membuat kamu berani mengambil sikap terhadap apa yang akan kamu putuskan beberapa bulan ke depan. Kamu jadi bisa mengatur daftar prioritas, memanage waktu dengan baik sehingga agendamu tak bertabrakan lagi. Hidupmu akan lebih terstruktur dan semoga uring-uringan akan menjadi aktivitas yang paling kamu benci di kemudian hari.

3. Ingat goals yang telah kamu dapatkan, bahkan beyond your expectation.

Setelah memantapkan niatmu untuk mimpi-mimpi lain, kamu boleh melirik dirimu lagi, mengingat goals yang telah kamu dapatkan, bahkan beyond your expectation. Ingatlah kembali tantangan yang kamu hadapi dan berhasil kamu lampaui meski kamu dilingkupi rasa jengkel karena temanmu tak henti-hentinya nyinyir. Ada-ada saja hal yang menyentilmu di masa itu, kan?

Kamu sekarang bisa di titik ini karena pilihan-pilihanmu di masa lalu. Termasuk memilih untuk mengalihkan energi negatif mereka ke hal-hal yang lebih berguna. Sebab, kita tak bisa membahagiakan semua orang, bukan? Saatnya kamu memeluk dirimu sendiri dan mimpimu, lalu perbanyak syukur atas pilihanmu di masa lalu dan hari ini. Hanya saja, bersyukur bukan berarti tetap leha-leha dan mengabaikan mimpi yang lain. Kamu perlu terus memperbaiki diri dan menggali potensi agak syukurmu abadi.

4. Jangan Egois!

Remarkable Michelle Obama. via https://www.google.com

Alihkan pikiranmu ke arah yang lain! Jangan terlalu terjebak dengan perasaan yang selalu kamu agung-agungkan tak akan menyesatkanmu. Sesekali, pakailah logika. Seperti dalam tulisan Mba Avinaninasia, yang mengutip pesan sahabatnya:

"Kalo hari gini lo masih galau soal diri lo sendiri; apalagi soal jodoh; lo itu egois. Masyarakat itu menunggu kaum terdidik untuk berpikir, berbuat sesuatu. Kita ini kaum beruntung; dan mengenyam pendidikan tinggi di kampus bukan untuk menjadi egois."

Nah, kan? Kamu harus menjemput prestasi bukan tuk diri sendiri, di sekeliling kita, ada yang belum pernah merasakan betapa lezatnya menghabiskan bacaan dengan secangkir kopi, atau duduk mendengarkan perkuliahan Prof yang harus kamu bayar dengan harga tinggi.

Carilah kegiatan sosial atau volunteering yang membuatmu bisa lebih peka dengan sesama. Menulislah, terbitkan, barangkali ada yang diam-diam belajar padamu lewat tulisanmu, semua menghasilkan manfaat kok. Atau, jangan-jangan ada yang jatuh cinta padamu lewat kebaikan atau prestasi yang kamu tebar hari ini? Ketimbang memuaskan kaum pemuja fisik sempurna di luar sana? Hey! Your are awesome in your own way!

Masih ingat pesan Michelle Obama?

“The reason why most people are single today is, they understand that they just can’t invite anyone to be a part of their life. Most single people understand the importance of protecting their good energy.”

Jadi, save your energy folks!

5. Isi tahunmu dengan kenangan baru agar ruang nostalgiamu tak sepi lagi di tahun depan.

I see you, 2017. via https://www.google.com

Tutup bukumu dan simpulkan dengan doa. Tak ada yang tahu, mimpi mana yang akan Tuhan kabulkan sejak setelah kamu tuliskan. Tak ada yang bisa memprediksi, seperti apa takdir-Nya bergerak hingga akhirnya kamu akan menyimpulkan kisahmu dengan diksi yang indah. Kamu berpikir halangan itu menggunung lagi? Menyerah? Tentu, tak akan semulus yang kamu hayati, namun tetap bisa kamu siasati.

“Do not pray for an easy life, pray for the strenght to endure a difficult one” (Bruce Lee)

Sudah siap dengan tantangan di masa depan? Mari mengisi tahunmu dengan kenangan baru agar ruang nostalgiamu tak sepi lagi di tahun depan.

2017, I AM READY!