Memasuki perguruan tinggi nih, kira-kira calon-calon mahasiswa baru sudah dapat pikiran belum, tentang keadaan kampus dan jurusan yang dipilih. Pastinya apapun kampus dan jurusan nantinya harus dijalani seikhlas hati dan yakin bahwa pilihan itu adalah yang terbaik.

Di era MEA, peluang tenaga kerja Indonesia untuk bersaing dengan Tenaga Kerja Luar Negeri sudah sewajarnya memiliki kemampuan berkualitas dan daya jual tinggi. Kerja di luar negeri? Oke. Tapi jangan sampai kalah saing dengan tenaga kerja disana, ya!

Berikut ini, penulis akan memberikan sedikit gambaran tentang satu disiplin ilmu untuk menjadi bahan pertimbangan teman-teman memilih jurusan nantinya. Inilah dia, bakal tenaga kesehatan minim peminat, tapi berpeluang kerja luas : FISIOTERAPI (Physiotherapy).

1. Fisioterapis BUKAN Tukang Urut/Tukang Pijat

fisioterapi itu amazing via http://www.yellowpages.com.au

Itu respon mahasiswa fisioterapi ketika orang awam mengatakan demikian. Mengapa? Karena jurusan ini dalam praktiknya hampir sama dengan pekerjaan tukang pijat. Eits, tunggu dulu. Tidak semudah itu menjadi tukang pijat yang berintelektual layaknya fisioterapis pemain sepak bola. Ahli fisioterapi harus menempuh pendidikan sekurang-kurangnya D3 untuk memperoleh gelar dan layak bekerja.

Secara lebih jauh, fisioterapi merupakan proses rehabilitasi seseorang agar terhindar dari cacat fisik atau dampak penyakit fisik seperti cedera, stroke, luka bakar, dan penyakit lain yang membutuhkan serangkaian penanganan sesegera mungkin.

Contoh sederhananya, seseorang menderita stroke kemudian diobati oleh Dokter dengan serangkaian tes CT-Scan hingga obat-obatan. Selanjutnya, pasien tentunya mengalami gangguan fungsi gerak yang harus diberi latihan fisik dan perlakuan tertentu. Nah, disitulah tugas fisioterapi untuk melakukan serangkaian rehabilitasi berupa perlakuan gerakan menekuk (fleksi), meluruskan (ekstensi) hingga menggunakan alat dan modalitas electrical stimultant, strenghtening Exercise, dan perlakuan lain.

Advertisement

Kenal dengan Mathias Ibo, Fortunella Levyana, dan Adinda Pricilla?. Mereka adalah fisioterapis di klub-klub sepak bola terkenal Indonesia. Ada juga fisioterapis sepak bola luar negeri seperti Alyssa Alpert (New york Cosmos) dan Eva Caneiro (Eks Chelsea). So, masih beranggapan bahwa Fisioterapis itu adalah tukang pijat?

2. Lapangan Kerja untuk Fisioterapis Terbuka Luas di Indonesia

Kebutuhan tenaga kesehatan meningkat via http://www.faridhalutfiana20.wordpress.com

Memasuki era global ini guys, Tenaga Kesehatan berpendidikan Fisioterapi masih sangat minim dibanding sarjana yang mendunia seperti Teknik, kedokteran, ekonomi dan Soshum. Seperti dilansir oleh situs website www.tribunnews.com , saat ini Indonesia hanya memiliki 7.000 – 8.000 tenaga Fisioterapi yang nyatanya kebutuhan tenaga itu masih sangat besar.

Di Thailand dan Jepang, perbandingan satu Fisoterapis melayani 15 ribu pasien, bahkan di Australia, satu orang bisa melayani 4.000 orang. Tiap kampus di Indonesia baru meluluskan 400 sarjana fisioterapi dan lulusannya jarang menganggur karena kebutuhannya memang sangat besar, itulah yang dikatakan oleh S.Indra Lesmana SKM S.Ft M, Dekan Fakultas Fisioterapi Universitas Esa Unggul.

Di Indonesia, Fisoterapis memiliki izin untuk membuka klinik sendiri dengan keuntungan Rp. 100.000,- hingga Rp. 150.000,- tiap kunjungan. Prospek bekerjanya tidak hanya di Rumah sakit, fisioterapis juga dapat bekerja di Pusat Kebugaran, Gym, fisoterapis olahraga, bahkan menjadi dosen juga oke. Bukankah tawaran yang menggiurkan, guys?

3. Kamu Akan Banyak Belajar dari Aspek Biologis

Khususnya tentang Tulang, Otot, dan Sendi. via http://farmaoke.blospot.com

Apakah hanya tulang, otot, dan sendi? Oh tidak. Sama seperti jurusan kesehatan lain, di awal semester biasanya akan di fokuskan pada anatomi dan fisiologi secara lebih mendalam. Anak IPA sudah pasti kenal dengan kedua hal itu, kan? Mulai dari tulang bagian tengkorak hingga jari kaki akan dibahas secara detail beserta nama latin dan ilmiahnya. Misalnya:

tulang dahi = os frontale,

tulang selangka= os clavicula ,

tulang paha= os femur.

Begitupun halnya dengan fisiologi (fungsi kerja sistem tubuh ) meliputi sistem pencernaan, sistem saraf, sistem urinaria, sistem kardiovaskular, dan sebagainya. Ilmu fisioterapi akan membahas anatomi dan fisiologi secara mendalam dibandingkan pembahasan Biologi SMA dulu.

Ayo, yang cinta Biologi! Yakin deh, ini nggak akan susah. Kamu perlu kecerdikan dalam menghafal dan semuanya akan terasa lebih mudah. Perbedaan mendasar Fisioterapi dan jurusan kesehatan lainnya adalah lebih mendalami sistem tulang, otot, dan sendi karena nantinya lulusan Fisioterapi akan lebih banyak berkutat pada kelainan yang timbul dari tiga sistem ini.

4. Perguruan Tinggi yang membuka jurusan ini, apa saja?

Saatnya melirik Perguruan tinggi dan Institusi Pendidikan Fisioterapi di Indonesia, nih. Beberapa institusi itu adalah Fakultas Fisioterapi Univ. Indonusa Esa Unggul, Akademi Fisoterapi Poltekkes Surakarta, Akademi Fisioterapi Poltekkes Makassar, Akademi Fisioterapi Muhammadiyah Aceh, Akademi Fisioterapi UPN Veteran Jakarta, Akademi Fisioterapi Yayasan Siti Hajar Medan, Prodi Fisioterapi STIKes Muhammadiyah, dan institusi lain yang menyediakan kesempatan luas untuk jurusan ini. Ingin tau lebih lanjut bisa googling dan menghubungi teman/saudara yang mengerti, guys.

Di luar negeri, fisioterapi juga menjadi idola. Adapun perguruan tingginya yaitu Sheffield Hallam University di Inggris, West Liberty University di USA, The University of Queensland di Australia, juga University of Malaya di Malaysia. Selain itu, universitas – universitas besar lainnya di dunia juga semakin menggalakkan jurusan ini besar-besaran, lho!

5. Buat yang Hobi Organisasi, Fisioterapi punya Asosiasi juga nih!

Berprestasi usia muda via http://www.undhirabali.ac.id

Bukan berarti memilih jurusan ini harus selalu di ruangan kuliah dong, Fisioterapi juga punya Ikatan/Asosiasi khusus di seluruh Indonesia. Misalnya Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) yang menghimpun fisioterapis berkompeten, ada juga IMFI (Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia) yang merupakan himpunan dari mahasiswa fisioterapi di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, kamu juga direkomendasikan berkecimpung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa di kampus, juga kegiatan inspiratif lainnya. Mari manfaatkan masa muda, sob!

Gimana ni sobat Hipwee? Sudah terlintas gambaran tentang hal yang diperbincangkan tadi?. Meskipun demikian, bukan berarti jurusan lain tidak memiliki prospek yang jelas. Tidak. Semua jurusan sama, semua kampus juga sama. Tergantung bagaimana menjadikan diri kita berguna dan layak dipertimbangkan sebagai pelaku ilmu yang baik.

“Pengetahuan tidak memiliki makna jika anda tidak mempraktikkannya (Anton Chekov)”

Mari bersama-sama berjuang menjadi Sumber Daya Manusia berpola dunia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semua hal akan lebih indah bila kita pintar menjalaninya dengan cara yang indah jug, sob. Semangat Mahasiswa!