Lima tahun berlalu begitu cepat. Sejak perkenalan itu engkau terus datang dalam hariku. Sampai suatu ketika, ku ucap satu ikatan tuk melanjutkan hubungan ini lebih dari sebuah pertemanan. Aku memilihmu menjadikan wanita yang ingin ku perjuangkan, kala itu.

Setiap detik maka terus akan menjadi doa yang menguatkan sang raga. Kita, cerita indah yang selevel dengan romeo dan juliet versi indonesia. Melewati hari hari lelah dan nestapa, namun kau tetap berdiri di sampingku, mendampingiku. Sejajar tapi tak selalu sama.

Meski terkadang badai perselingkuhan datang menerpa, kesedihan pasti hadiah dari penyesalan. Sudah berulang kali aku menuai kesalahan yang terus semakin dalam. Kadang tak membaik. Seucap maaf, mungkin telah kau berikan. Tapi semua itu berimbas pada pengulangan pengulangan yang tak kunjung aku hentikan. Hingga suatu ketika, aku terasa benar benar hancur. Sadar bahwa engkaulah yang membawaku sampai saat ini. Maafkan aku sayang.

 

1. Penyesalan adalah buah pengkhianatan.

Penyesalan adalah buah pengkhianatan

Penyesalan adalah buah pengkhianatan via http://epugi.wordpress.com

Lebih dari seminggu kau tak bermaksud diam. Hanya kecewa dengan berbagai keadaan. Sebab ulahku lagi. Sepertinya aku tak jera dengan beragam peringatan, hingga mungkin rasanya kau ingin mengutukku perlahan, menjadi pria dengan sedalam kesepian. Mengutuk hari hari bahagiaku tanpa cinta dan kasih sayang. Mengutukku menjadikan laki-laki yang menyesalkan semua kenangan.

Cukup, katamu menampar semua memorial yang terus kau ingat dan meracuni pikiran serta hatimu. Setiap kali kau mengingatnya, rasa ingin kau membunuh batinmu sendiri. Namun, kau harus tetap hidup. Agar suatu saat dia juga merasakan apa yang engkau rasakan saat ini, pahitnya, getirnya. Biar dia merasakan atas karma yang dia lakukan kepadamu.

2. Memorial itu tak kunjung padam dalam dasar ingatan.

Memorial itu tak kunjung padam dalam dasar ingatan

Memorial itu tak kunjung padam dalam dasar ingatan via http://dat-s.blogspot.co.id

Setiap detik momen, entah mengapa terus terjaga dalam sisi otakmu. Kau juga sudah berusaha memudarkannya dengan kesibukanmu sendiri. Hingga terkadang rasa kecewa itu membunuh hari hari bahagia milikmu.

Kau mulai jenuh memikirkan seorang yang masih ingin kau perjuangkan namun ia melukaimu. Hingga sulit bagimu membaginya dengan seorang sahabat, tempat curhatan perasaan di saat dunia menghukummu. Sulit sekali mengatakan yang sebenarnya terjadi dihadap mata kepadanya. Sangat sulit.

Ingin rasamu menenggelamkan seisi otakmu dalam sebuah amnesia yang berkepanjangan. Mungkin itu sangat menyenangkan. Melupakan hari panjang yang penuh pengkhianatan. Bagimu, lupa adalah hal terbaik untuk memadamkannya dalam ingatanmu.

3. Amnesia seumur hidup, mungkin itu menenangkan.

Amnesia seumur hidup

Amnesia seumur hidup via http://klikdokter.com

Sebutir obat penenang mungkin akan terasa sangat nikmat untuk di telan. Pikirmu, jika amnesia panjang mampu mengubur ingatan, momen pahit itu. Mungkin sudah kau lakukan. Tapi lagi-lagi kau harus terus hidup membuktikan pada wanita lain (selingkuhannya)  bahwa engkau tak serapuh mereka.

Kau punya cita, meski sekarang ragamu sendiri tak mampu menopang beratnya kenanganmu. Kau harus terus berdiri meraih mimpi yang dulu kau tulis sendiri dalam setiap jalan yang engkau lalui. Sekarang bebanmu mulai bertambah, beban kenangan yang masih sering kau putar, terkadang sangat menyakitkan dalam pendengaran. 

4. Kenangan dan harapan. Terkadang bimbang.

Kenangan dan harapan terkadang bimbang

Kenangan dan harapan terkadang bimbang via http://rh-thelight.blogspot.co.id

Entah rasanya berdiri sudah tak ada harapan. Tenagamu mulai lumpuh. Kaki bergetar tak beraturan. Namun hidup masih sangat, sangat panjang.

Engkau tetap menaruh tinggi harapan bersamanya. Kau berharap bahwa ini adalah pelacuran terakhir miliknya. Kau tetap berharap bahwa kelak ini akan jadi kenangan. Kenangan yang membukakan pintu pengharapan. Harapan lebih baik, lebih baik dari sebelumnya. Sebelum yang dulu berubah menjadi bencana.

Dua hal yang masih kau perjuangkan. Harapan dan kasih sayang. Namun itu juga tak sanggup memadamkan ingatanmu dari penghakiman semalam. Terkadang mulai bimbang, atas pilihan yang kau putuskan dulu. Bertahan atau mundur perlahan. Bimbang kedua kalinya. Tapi kau harus tegar, setegar bahasamu dulu.

5. Sebatas maaf.

Memaafkan itu tak akan semudah membaikkan keadaan. Bibirpun rasanya ingin membalasnya dengan ucapan yang setara. Sebatas maaf yang dia ucap terkadang juga mampu menentramkan hatimu. Menyejukan. Namun tak bertahan lama.

Kau juga harus terus berjuang. Agar dia semakin terus sadar bahwa wanita yang engkau tinggalkan ini adalah permata yang layak dia perjuangkan. Kau harus terus berjuang. Mengarungi selat kehidupan manakala badai menghancurkan rasa percayamu. Kau harus berjuang.

6. Memaafkan memang bukan perkara mudah, namun percayalah kini ia telah berubah.

percayalah kini ia telah berubah

percayalah kini ia telah berubah via http://dedenhendrayana.com

Ajaklah dia lagi bersamamu. Mengukir lagi hari hari beratmu. Menyulam lagi canda tawa dan hubungan kalian. Mengucap kata cinta dalam setiap pertemuan. Mungkin itu masih terasa kaku, tapi yakinlah dia sekarang berubah. Telah berubah sejak penghakimanmu saat itu.

Dia sadar bahwa engkau adalah permata yang layak dia perjuangkan. Dan ia berjanji tak akan membuatmu separah dulu, berlumur kesepian, dan dia takkan membiarkanmu pergi. Kepergianmu adalah bencana baginya. Ia akan menjagamu dalam setiap nafas yang ia punya. Baginya engkau adalah dermaga terakhir dan ia siap mengarungi samudra pelaminan.

Karena yang dia ingin kini hanyalah membuatmu merasa nyaman.

Dari, Kekasihmu.