Ya, siang itu pertengkaran sengit terjadi di antara kita, bukan hal besar memang, tapi membuat aku menunjukan perangai jelekku ketika aku mulai meradang. Jika karena perangai itu akan mengakhiri hubungan kita, aku akan buang jauh-jauh dan tidak akan mengatakan kata-kata yang memang tidak pantas aku katakan sebagai seorang perempuan. 

Kamu memutusakan mengakhiri hubungan di saat bayang-bayang pernikahan mulai benar-benar nampak. Teman-teman seangkatan sudah mulai lamaran, mulai aploud foto pernikahan dan bahkan ada yang sudah mempunyai buah hati. Ah ini benar-benar menyesakan.

Beberapa malam aku hanya kelimpungan berbolak-balik badan di atas peraduan, sembari mengusap peluh yang terus berlinang dan mendengar toot telpon yang tak kunjung ada jawaban. Aku sangat menyesal telah sangat mengecewakan.

1. Satu hal yang membuat hati ini semakin sembab adalah ketika, sudah tidak terpikir lagi untuk pergi darimu.

Aku pikir di usia yang sudah matang ini pertengkaran akan bisa diselesaikan dengan jalan bijak, saling bicara dengan kepala dingin dan tidak ada amarah ketika semua perangai buruk telah sirna. Tapi tidak untukmu, bahkan aku sudah tidak mempunyai kesemapatan untuk mendengar suaramu di ujung smartphoneku.

Aku kira diusia hubungan yang sudah menginjak 5 tahun ini sudah tidak ada lagi kata putus dan berpisah, tapi nyatanya berlainan, kamu memilih pergi dariku. Setiap perangai burukmu, memang aku marah dan sering mengomel tapi ketahuilah tidak sekalipun aku ingin berpisah darimu.

Tidak ingin sekalipun aku ingin dengan yang lain. Aku mencintaimu amat sangat mencintaimu

2. Sudah aku yakinkan hati agar tidak berharap kembali — tapi gagal.

Advertisement

Rasanya seperti mendaki gunung Semeru, meyakinkan diri untuk tetap melangkah kedepan dan merelakan kamu pergi. Semakin hati ini meyakinkan, semakin tenggelam dalam kenangan yang sudah berjutaan.

Merenda kenangan adalah salah satu hal yang paling aku suka dulu, sembari tersenyum sipu dan bilang kepadamu bahwa aku rindu. Ya, kini mengingat kenangan merupakan hal yang mengerikan, setiap kali mengingat senyum dan tawamu seperti ada jarum yang sedang menusuk hatiku. Tersendu-sendu sekarang menjadi teman malamku.

Hal yang paling menyesakan adalah ketika kita baru saja ketemu pekan lalu, menghabisakan ujung minggu bersama, saling bercerita. Namun, sekarang aku harus menghabiskan penghujung mingguku di atas bantalku.

3. Tolong maafkan perangaiku yang membuatmu luka.

Maafkan perangaiku. via http://viraldime.com

Bukan sekali ini kia terlibat dalam pertengkarang yang luar biasa, karena hal yang amat sangat sepele. Kita dengan keegoisan masing-masing beradu pendapat hingga mengeluarkan kata-kata yang saling menyakiti. Aku merasa orang paling tersakiti dan kamu merasa sudah sangat mengertiku.

Serasa keluar uap di kepala ketika beradu pendapat denganmu. Setelah kata pergi itu, aku tertunduk lesu dalam gelap disudut kamar. Bahwa aku memang sudah keterlaluan, Sayang, maafkan perangaiku yang tidak karuan, maafkan atas semua khilaf yang melukaimu sangat dalam.

4. Maukah kamu memaafkanku dan menggapai impian kita dulu?

kemesraan via http://weheartit.com

Sayang, maafkan aku. Bimbinglah aku menjadi ibu yang baik dan isteri yang berbakti kelak untuk keluarga kecil kita. Masih ingatkah kamu impian kita dengan jumlah anak yang kita inginkan? Doa yang terus terajut untuk kita semoga Allah segera mngijabahnya. Bimbinglah aku menjadi ibu yang hebat untuk anak-anak kita kelak. Aku mencintaimu sayang.

5. Sayang, anggaplah ini sebagai ujian hubungan.

Perjuangan via http://klikdokter.com

Bukankah ketika kita mendaki jalanpun terjal?

Iya, kita sedang mendaki bukit kebahagiaan, tetap berjuanglah bersama.

Di puncak sana, ada kebahagiian yang sedang menanti kita.