Saat tipe cantik di Indonesia menjadi seragam, yaitu putih, langsing, rambut lurus, atau bergelombang yang sangat photogenic, kita yang terlahir berbeda dan unik dengan rambut keriting dari akar ke ujung hampir pasti merasakan pengalaman yang berbeda dengan mereka yang berambut lurus. Inilah yang sering kita rasakan!

 

1. Setiap orang yang melihat, pasti gemas ingin menyentuh rambutmu.

Rambutnya minta diuwel-uwel

Rambutnya minta diuwel-uwel via http://1.bp.blogspot.com

Karena rambutmu yang unik, semua orang mulai penasaran dan mulai mendekatimu sedikit demi sedikit. Mereka mulai melihat dan memperhatikanmu. Akhirnya, mereka berani mengulurkan tangannya dan mulai bertanya,

Ih, rambutnya lucu! Boleh pegang, yah?

2. Rambutmu yang unik, menjadikanmu mudah dicari bahkan di tengah keramaian.

Ituulohh yang rambutnya keriting...

Ituulohh yang rambutnya keriting... via http://40.media.tumblr.com

Ayah              : Pak, tadi ada saya sudah keluar kelas belum, ya?

Pak Satpam : Anak Bapak yang mana?

Ayah              : Itu, yang keriting.

Pak Satpam  : Ooh, sudah Pak! Tadi lagi jajan es doger.

Rambutmu yang unik itu menjadikanmu mudah dicari. Karena tidak banyak orang yang berambut keriting sepertimu, menjadikannya sebagai ciri-ciri yang mewakilkan dirimu. Di tengah keramaian pun, kamu menjadi mudah dicari.

3. ‘Si Rambut Singa’, ‘Sarang Lebah’, dan sebagainya adalah julukan yang sudah tidak asing lagi di telingamu.

Sudahlahh...

Sudahlahh... via http://cdn.mamamia.com.au

Kadang kamu pun jengah saat semua orang memberikan julukan macam-macam kepadamu karena rambutmu yang keriting dan mengembang ke mana-mana. Namun akhirnya, kamu pun mulai membiasakan diri dengan segala panggilanmu itu.

4. Menyisir adalah perjuangan lain yang biasa kamu alami

Perjuangan tanpa akhir

Perjuangan tanpa akhir via http://www.samio.co.uk

Karena rambutmu yang bertekstur keriting, sering kali rambutmu saling kusut satu sama lain dan sangat sulit untuk menguraikannya. Tidak jarang sisirmu pun menyerah dan patah.

 

5. Saat sudah berhasil disisir pun, rambutmu akan semakin liar dan tambah mengembang.

Yah, malah jadi gini!

Yah, malah jadi gini! via http://wac.450f.edgecastcdn.net

Setelah kamu mengumpulkan niat dan menghabiskan tenaga untuk menguraikan kekusutan rambutmu, ternyata mereka malah semakin liar dan makin besar mengembang.

6. Akhirnya kamu pun menyerah dan memutuskan untuk mengikat atau mencepol rambutmu.

Diiket aja, dehh!

Diiket aja, dehh! via http://slodive.com

Karet rambut adalah sahabatmu yang paling setia. Bahkan saat masih kecil dulu, ibumu sering kali berkreasi dengan rambutmu. Entah dijadikan ikat 3, 4, 8, dan seterusnya. Mengikat rambut juga menjadi cara andalan jika kamu sudah kehabisan akal untuk menundukkan rambutmu yang nakal.

7. Saking bandelnya, rambut keriting kamu terlihat selalu berantakan.

Kadang kamu iri melihat teman-teman dengan rambut lurus alami yang terlihat indah kapanpun dan bagaimana pun. They are so effortless. Sementara kamu yang selalu bingung menata rambutmu agar sekedar terlihat ‘terurus’. 

8. Gak jarang solusi meluruskan rambut pernah terlintas di pikiran kamu.

Catok deh

Catok deh via http://i.ehow.com

Tahun-tahun berlalu, di mana kamu berjuang untuk menjinakkan rambutmu. Akhirnya kamu lelah dan mulai melirik catokan rambut atau pergi ke salon untuk rebonding atau smoothing. Tapi setelah mengetahui bahaya dan kerusakan yang akan terjadi pada rambutmu, kamu pun mulai ragu.

9. Ternyata, tidak ada yang lebih menenangkan saat kamu mulai mencintai dirimu apa adanya.

Love my curly hair

Love my curly hair via http://ak-hdl.buzzfed.com

Alih-alih berusaha merubah dirimu menjadi orang lain, kamu mulai menerima dirimu yang telah diciptakan Tuhan dengan unik dan istimewa. Kamu menyayangi rambutmu sebagai bagian dari dirimu, bukan memusuhinya. Kamu memilih untuk merawat rambutmu yang unik, supaya tetap sehat dan tidak kering.

 

Kamu pun sadar, keriting ataupun lurus, kamu tetaplah dirimu yang pantas dicintai. Kamu cantik dan istimewa, dan tidak ada yang berhak merebut ciri-ciri itu dari padamu.