Zaman sekarang media sosial menjadi suatu kebutuhan. Semua kaum mulai dari anak-anak hingga Orang tua memanfaatkan adanya media sosial. Kini semua kalangan bisa menulis, mulai dari menulis kegembiraan, menulis kesedihan, sumpah serapah, dan sebagainya. Namun, sungguh berbahaya jika kita terlalu terbuka dimedia sosial. Bisa jadi penguntit sedang memata-mataimu!

Bagaimana agar kamu lebih terlindungi dengan menggunakan media sosial? Simak hal berikut:

 

1. Memulainya dengan membangun image

do good things

do good things via http://www.google.com

Membuat akun jejaring sosial berarti kita membuka media untuk pertemanan baru. Dengan mengupdate status maupun mengupload foto dimedia sosial, semua daftar kontak dimedia sosial kita dapat mengetahuinya. Cara sehat ber-media sosial ialah dengan membangun image. Image yang positif tentunya akan membuat orang lain susah untuk membaca kita. Kita bisa mengupload dan mengupdate informasi, maupun hal lain yang berguna dan dapat dirasakan oleh semua teman didaftar kontak kita.

 

2. Pilihlah teman jejaring sosialmu.

Memiliki teman yang sudah kita kenal maupun tidak dikenali sama sekali tentunya akan terus berdatangan di media sosial. Pilihlah teman terdekat. Jika ingin menambah pertemanan, kita bisa mempelajari karakternya dengan membaca terebih dahulu riwayat kronologi dan sebagainya. Tak ada salahnya kita hanya memilih orang-orang yang memiliki aura positif untuk dijadikan teman dalam jejaring sosialmu. Jangan terlalu sembarangan memilih teman yang menginvite karena bisa jadi dia adalah orang yang sedang memata-mataimu.

3. Hindari status yang berlebihan.

stay cool

stay cool via http://www.google.com

Hindari mengupdate foto maupun status yang sangat berlebihan. Banyak status dari teman-teman kita yang benar-benar menyakitkan mata jika dibaca. Meskipun mungkin mereka atau bahkan kita tidak sadar akan hal yang berlebihan itu. Usahakan status yang kamu upload atau kamu postingkan dapat menyenangkan banyak pihak.Dan paling tidak jangan terlihat terlalu menyinggung pihak tertentu serta jangan terlalu membuat orang lain risih membaca statusmu. Tetap sesederhana mungkin dan stay cool. Ingatlah satu hal “Orang yang bertindak dewasa tentunya bersikap dewasa dalam bertutur dimedia sosial”. (Kata-kata saya sendiri... :-D). Tidak ada salahnya jika kita menggunakan media jejaring sosial dengan menjadi reporter seperti mengupdate status cuaca hari ini, maupun informasi bermanfaat lainnya.

4. Be a Haters atau mengumpat di media sosial sudah biasa, maka jadilah berbeda.

Saat pertama kita menggunakan jejaring sosial baik itu Instagram, BlackBerry Messenger, Facebook dan lain sebagainya tentunya kita pernah menggunakan media untuk mengutuk ataupun menggunakan “swear words” untuk mengutarakan emosi. Jika bukan kita, bisa saja teman satu jejaring sosial kita yang melakukan hal demikian. Ada baiknya kita jangan terpengaruh atau perlu adanya untuk menghentikan kebiasaan itu. Haters yang sering mengumpat dimedia sosial takkan bernilai lebih baik. Gunakan kecerdasan emosi untuk lebih tenang dalam bersikap. Kita bisa mengeluarkan rangkaian kata-kata yang lebih tersirat, tanpa harus blak-blakan menuangkan emosi. Sudah banyak kasus Status jejaring sosial yang menuai kecaman dari berbagai pihak, seperti kasus Florence .S yang mengupdate status di akunnya dengan kata-kata menghina warga Yogyakarta. Tentunya tak ingin bernasib sama bukan?

5. Curhat dimedia sosial? lebih baik menuliskannya di buku.

Media sosial juga tak jarang digunakan sebagai media untuk curhat-curhatan. Memang benar bahwa Semua orang berhak menulis apapun dan bisa bicara apapun. Tetapi tindakan yang berlebihan tentunya sangat tidak baik. Inilah perbedaannya zaman dulu dengan zaman sekarang. Jika zaman dulu, zaman orang tua maupun kakek nenek kita menceritakan kehidupan dengan buku mulai dari buku diary hingga buku otobiografi. Dan zaman sekarang semua orang bercerita di media sosial. Jika zaman dahulu buku itu hanya dibaca segelintir orang sedangkan zaman sekarang semua dunia bahkan bisa mengetahui arus kehidupanmu. Alhasil, orang lain bisa membaca seberapa pintar kamu melatih diri menghadapi masalah dengan hanya mengutarakan isi hati sembarangan di media sosial.

6. Jangan biarkan orang membacamu!

becareful

becareful via http://www.google.com

Dengan menggunakan media sosial secara sembarangan, tanpa memperdulikan etika maupun privasi kehidupan. Membuat orang lain lebih mudah untuk membaca karakteristikmu. Bisa jadi pada saat kedepan jika kau ingin melamar kerja, pihak HRD perusahaan malah membaca akun jejaring sosialmu terlebih dahulu untuk melihat seberapa dewasa kita dalam bersikap. Hingga saat ini, media sosial sudah banyak digunakan untuk hal-hal yang negatif. Jika sudah ketahuan bahwa kita memiliki emosi yang sulit tertangani, maka akan semakin mudah orang lain membaca karaktermu.

7. Berbahaya jika ada “spy”!

Terlalu terbuka mengupload kehidupan pribadi dimedia sosial tentunya sangat berbahaya. Sudah banyak kejahatan yang terjadi seperti penculikan dan sebagainya yang dimulai dengan menguntit media sosialmu. Selain itu juga apabila kamu menjadi orang penting suatu saat maupun sudah menjadi orang penting saat ini mereka akan dengan mudah melacak keberadaanmu yang sebentar-sebentar mengupload foto pribadi maupun memberitahukan lokasi. Hati-hati dan jangan memancing kejahatan di dunia maya.

8. Mungkin pengagum rahasia bersembunyi, begitu juga musuh rahasia.

Memiliki akun jejaring sosial tentunya memudahkan orang untuk mengakses informasi pribadi. Bisa jadi kita memiliki pengagum rahasia yang sering melihat bahkan mungkin tertarik dengan kita di dunia maya. Tapi ketahuilah, tidak semudah itu membangun pertemanan maupun hubungan melalui media jejaring sosial. Pintar-pintarlah memilah dan tetap bersikap positif menghadapi semua orang. Jika bersikap positif maka pengagum rahasiamu mungkin akan lebih semakin menghargai dirimu. Dan berhati-hati juga terhadap musuh rahasiamu, bisa jadi mereka bersembunyi sebagai pengagummu!

 

 

Media sosial hingga kini memang menjadi kebutuhan setiap orang. Tapi ketahuilah bahwa kita tetap harus berhati-hati menggunakan media sosial, jangan sampai menimbulkan image yang tidak baik hanya karena terlalu berlebihan dalam memanfaatkan jejaring sosial.

Seperti kata J.W Jepson“Kedewasaan sejati mempunyai 2 sifat khas: Penguasaan diri dan percaya pada diri sendiri. Proses untuk mengembangkan kedua hal itu secara seimbang di sebut pematangan. Maka bersikaplah lebih matang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan”. Dan seperti kata pepatah cina “Lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan”  Hindarilah mengutuk di media sosial. Maka gunakanlah media sosial dengan penuh kedewasaan. Jangan biarkan penguntit dengan mudah mengintip semua kegiatan narsismu!

 

Punya komentar lain? silahkan kirim di komentar :-)