"Tidak ada pohon mahal ketika masih berdiri tegak dihutan, tidak ada air mahal ketika masih berada disumber pegunungan dan tidak ada ikan mahal kalau masih berenang di lautan" Aris Ahmad Jaya

Setujukah anda, kalau ada sebuah benda khas, tidak ada dua yang menyamainya, kalaupun ada hanya mirip saja. Benda itu tentu unik, cantik, dan antik. Niainya pun sangat tinggi kalau diikutkan dalam pameran benda-benda antik. Semua orang pasti sepakat dengan pernyataan di atas. Dan tahukah anda, sesuatu yang paling unik di dunia ini? Dia adalah anda sendiri.

Anda memiliki sidik jari yang khas dan tidak terimitasi, anda memiliki banyak hal antik yang akan anda dapati pada orang lain. Tapi mengapa keunikan dan kekhasan yang kita miliki terkadang tidak mampu kita jual dalam harga uang yang layak?

1. Jadikan Dirimu Lebih Bernilai

archangel-ancient-trees-redwoods via http://amazingcatty.blogspot

Pohon yang masih tegak kokoh di antara pohon-pohon lain di hutan tentulah bernilai lebih rendah dibandingkan nilai pohon yang sudah keluar dari hutan. Nilai pohon yang sudah keluar dari hutan tentulah lebih rendah dibandingkan pohon yang sudah dibelah menjadi kayu batangan. Nilai kayu batangan pun tentu akan lebih rendah dibandingkan dengan sebuah kursi yang dibentuk dari kayu batangan tersebut.

Dan nilai kursi tersebut tentu akan lebih rendah dibandingakan kursi yang telah diukir sedemikian rupa dengan menghilangkan bagian-bagian kayu yang tidak diperlukan. Dan kursi ukir yang masih berada di pabriknya tentu lebih rendah nilanya bila dibandingkan ketika kursi tersebut dibawa ke etalase toko yang mewah.

2. Saatnya Berani Mencoba

Advertisement

Jadi kunci utama nilai diri untuk meningkatkan seberapa besar harga diri kita adalah dengan melakukan :

1. Keluar dari zona kenyamanan dengan berani melakukan sesuatu yang baru.

2. Keberanian untuk membentuk diri dengan menghilangkan bagian yang tidak berguna berupa sifat-sifat negatif yang selama ini menempel pada diri kita.

3. Keberanian untuk menempatkan diri pada tempat yang layak dengan kesiapan menerima tantangan dan hambatan dari pihak lain sehingga harga kita akan dinilai.

3. Tekadkan Kemauanmu

Apalah artinya emas 24 karat yang masih dalam bentuk batangan. Gadis mana yang mau memakai emas batangan dilehernya? Apalah artinya air jernih yang masih di mata air pegunungan. Manusia mana yang mau membelinya sebelum air tadi dibawa dari mata airnya kemudian dikemas dalam bentuk air mineral? Apalah artinya seorang yang bisa melakukan banyak hal namun selalu tidak mau melakukan banyak hal. Apalah artinya bisa membaca namun tidak mau membaca, bisa memasak namun tidak mau masak. Kunci utama nilai diri untuk meningkatkan harga diri adalah kemauan untuk mencoba sehingga bisa setelah mengalami berbagai kegegalan dan hambatan dari luar maupun dari diri sendiri.

4. Maju Tanpa Menyingkarkan Orang lain

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagung yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangganya di sekitar perkebunan.

"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan.

"Tidak tahukan anda?," jawab sang petani itu.

"Bagi angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkan dari satu ladang ke ladang lainnya. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga akan buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."

Begitupula dengan hidup kita, mereka ingin yang meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka meginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Sesungguhnya, nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan kehidupan yang disentuhnya.

5. Kenali Diri Anda Sendiri

900px-Respect-Yourself-Step-1-Version-3 via http://id.wikihow.com

Semakin mampu anda memahami diri sendiri, semakin mampu anda melihat dan menghargai betapa uniknya diri anda, dan anda juga akan makin menghormati diri sendiri. Temukan prinsip-prinsip hidup, kepribadian, dan bakat anda. Proses penemuan jati diri ini akan butuh waktu, tetapi anda akan segera melihat bahwa ini sangatlah bermanfaat.

Buat daftar mengenai hal-hal, orang-orang, perasaan dan kegiatan yang penting bagi anda. Hal ini akan membantu anda mengidentifikasi apa yang benar-benar anda sukai dan butuhkan di dalam hidup Anda. Cobalah kegiatan yang berbeda. Ini akan memberikan anda kesempatan untuk melihat apa yang Anda sukai dan apa yang tidak Anda sukai.

Misalnya, cobalah menulis jurnal. Bayangkanlah anda sedang melakukan percakapan dengan diri sendiri yang berumur 99 tahun dan anda meminta saran tentang apa yang harus anda fokuskan di dalam hidup anda. Anda juga dapat memulainya dengan menulis, “hal apa yang harus saya hindari untuk ditulis?” Cara ini akan memulai percakapan jujur dengan diri anda.

Habiskan waktu dengan diri anda sendiri dengan berpura-pura bahwa anda berkencan dengan diri sendiri. Cobalah restoran baru seperti yang ingin anda lakukan. Hal ini dapat memberi anda kesempatan untuk berhubungan dengan perasaan dan pendapat anda sendiri.