Apa itu backpackerBackpacker itu sebenarnya mempunyai arti orang yang bepergian dengan membawa backpack atau tas ransel. Mengapa kata backpacker ini menjadi fenomenal? Karena pergeseran makna yang sekarang ini sedang terjadi, backpacker adalah orang yang melakukan petualangan atau perjalanan jauh dengan biaya yang sangat minim. Banyak orang yang ingin melakukan perjalanan jauh namun seringkali mereka terkendala dengan waktu dan atau uang. 

Karena itu, mereka yang tidak mampu melakukannya akan sangat terkesan dengan mereka yang mampu melakukannya. Selain terkendala waktu dan uang, ada beberapa orang yang mempunyai waktu dan uang namun tak cukup keberanian untuk melakukan perjalanan jauh. Jadi, bisa kita simpulkan tiga masalah orang dalam melakukan perjalanan jauh. Waktu, uang, dan keberanian.

 

1. Mengapa kita bertualang?

Manusia bertualang

Manusia bertualang via http://www.daliulian.org

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang ingin tahu. Demi memuaskan rasa keingintahuannya, manusia rela melakukan berbagai macam hal yang seringkali terdengar gila. Mulai dari jaman purba hingga jaman sekarang, sebagian manusia menyukai petualangan baru. Sedangkan sebagian yang lain lebih menyukai tempat mereka yang nyaman.

Mulai dari berpindah-pindah gua, berpindah pindah lahan tanam, hingga sekarang ini migrasi dan urbanisasi. Petualangan juga merupakan fitrah atau sifat dasar manusia. Tak sedikit perintah-perintah Tuhan kepada manusia untuk melakukan perjalanan jauh mengunjungi tempat-tempat suci atau pilgrim (ziarah), yang contohnya dalam agama Islam adalah pergi haji dan umrah.

Lalu apa yang didapat seseorang dari sebuah perjalanan yang jauh? Semakin kita jauh dari tempat nyaman kita, semakin kita tidak merasa aman. Tidak merasa aman secara sandang, pangan, papan, dan kebutuhan dasar kita. Nanti di sana kita tidur di mana? Makan apa? Pakaian yang kita bawa apakah bisa menahan hawa dingin atau panas di sana atau tidak?

Semakin kita tidak aman, semakin kita banyak belajar tentang diri kita sendiri. Apa yang akan kita lakukan dalam situasi genting, apa yang akan kita perbuat jika kita dalam bahaya, dan apa yang kita lakukan untuk mencegah bahaya. Itu semua akan mengasah keahlian kita dalam menjalani kehidupan. Bos yang kejam di kantor ternyata tidak sekejam copet terminal. Mungkin itu salah satu contoh kecil.

Mengapa kita bertualang? Untuk mencari diri sendiri (salah satu dari banyak sekali jawaban yang mungkin).

2. Kita membutuhkan waktu.

Butuh waktu

Butuh waktu via http://instagram.com

Ketika aku kuliah semester II, aku membaca sebuah buku berjudul "Sang Alkemis" karya seorang penulis Brasil, Paulo Coelho. Buku itu mengisahkan seorang pemuda bernama Santiago dari Spanyol yang ingin pergi melihat piramida di Mesir. Dia ingin mewujudkan mimpinya melihat piramida di Mesir. Dia menyadari bahwa banyak orang mempunyai mimpi namun tidak mampu mewujudkan impiannya.

Beberapa contoh di dalam buku itu, tukang roti dan tukang kristal yang juga ingin melakukan perjalanan jauh. Sayangnya, mereka tak mampu meninggalkan toko roti dan toko kristal mereka. Sebagian dari kita adalah pegawai dan sebagian yang lain bekerja sendiri, baik freelancer maupun mempunyai bisnis sendiri.

Bagi para freelancer dan pemilik usaha, masalah menyisihkan sebagian waktu untuk bertualang terasa lebih mudah. Bagi mereka yang bekerja penuh waktu pada sebuah perusahaan, hal tersebut sangat sulit dilakukan. Cuti tahunan yang diberikan oleh perusahaan biasanya akan habis pada saat hari raya, di mana semua orang ingin berkumpul dengan keluarga dan sanak saudaranya. 

Selain itu, di Indonesia tidak lazim bagi sebuah perusahaan memberikan cuti berbayar kepada karyawannya. Lalu bagaimana menyiasati hal ini? Rencanakan liburanmu jauh-jauh hari sebelumnya! Daftar hari libur tahun 2016 sudah terbit di sejumlah laman internet. 

Tentukan kapan dan berapa lama akan bertualang. Kombinasikan hari libur nasional dengan akhir pekan. Kombinasikan dengan cuti sehari atau dua hari. Maka kita bisa mendapatkan seminggu penuh waktu untuk bertualang.

3. Lalu bagaimana dengan uang?

Uang mepet untuk backpacker

Uang mepet untuk backpacker via http://instagram.com

Promosi tiket murah, hotel murah, dan semua yang murah kadang membuatku berpikir murah itu berapa? Apa definisi murah? Apakah murah itu sama dengan terjangkau? Apakah terjangkau itu selalu murah? Murah buat presiden belum tentu murah buat kita kan? Sebenarnya mendefinisikan murah itu gampang. Jika ada dua hal dalam perbandingan yang sama, salah satunya lebih rendah harganya, itulah murah.

Misalnya tiket Jakarta – Kuala Lumpur pada hari yang sama, pada jam yang sama, pada kelas maskapai yang sama. Jika terdapat perbedaan harga, maka yang lebih rendah harganya, itulah yang murah! Mengapa bisa ada perbedaan harga tiket pesawat dengan tujuan yang sama, pada hari yang sama, pada jam yang sama, dan pada kelas maskapai yang sama? Jawabannya adalah perbedaan waktu pembelian tiket.

Semakin dekat dengan hari keberangkatan semakin mahal pula harga tiketnya. Pembelian tiket pesawat untuk besok dan untuk tiga bulan mendatang pasti beda harganya. Selain waktu pembelian tiket, kita juga mencermati kelas maskapai. Maskapai penerbangan juga ada kelas-kelasnya, seperti hotel yang mempunyai beberapa bintang.

Secara umum, kelas maskapai penerbangan dibagi menjadi dua kelas yaitu budget airlines dan full service airlines. Budget airlines merupakan maskapai penerbangan yang hemat sesuai budget. Sementara full service airlines adalah maskapai penerbangan dengan servis penuh (dapat konsumsi, tempat duduk tidak berebutan). Tentukan jenis maskapai mana yang lebih disukai, lebih suka budget atau full service.

Setelah masalah tiket selesai, kini masalah penginapan. Kini ada banyak sekali situs yang menyediakan informasi penginapan yang murah dan nyaman. Tentukan berapa malam mau menginap dan kita bisa membayarnya secara online.

4. Keberanian

Berani prihatin di lokasi tujuan

Berani prihatin di lokasi tujuan via https://travelwithiman.files.wordpress.com

Ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Kekuatan dan keberanian itu dua hal yang berbeda. Tetapi kekuatan mampu menepis rasa takut. Jadi, sebenarnya dua hal tersebut saling berhubungan. Merujuk kepada peribahasa Inggris tadi, bahwa ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Sedangkan kekuatan sendiri merupakan penepis rasa takut. 

Hal ini bisa disimpulkan bahwa untuk mempunyai keberanian bertualang, kita harus menggunakan ilmu pengetahuan. Misalnya kita mau pergi ke Papua. Dengan memahami bahasa daerah sana, kita akan merasa sangat percaya diri. Namun sebenarnya cukup dengan menguasai bahasa Indonesia, kita yakin bahwa orang Papua juga bisa berbahasa Indonesia.

Di jaman Internet ini, semua informasi bisa kita dapatkan secara cepat dan hanya dalam hitungan detik. Supaya kita lebih berani bertualang, ada baiknya kita mencari semua aspek tentang tempat yang akan kita kunjungi. Dengan lebih mengetahui semua aspek tempat yang akan kita kunjungi, ketakutan kita akan sedikit tertepiskan.

Selain itu, jika kita punya teman yang pernah mengunjungi daerah yang akan kita kunjungi, ada baiknya juga kita bertanya langsung kepada teman tersebut. Jadi, untuk menjadi seorang backpacker atau turis ransel dan bertualang dengan cara murah adalah sangat gampang!

5. Jadi, mau berangkat kapan?

Yuk jalan!

Yuk jalan! via http://9jincho.jp

Bertualang merupakan sifat dasar manusia yang penuh rasa ingin tahu. Bahkan di dalam agama pun, ada istilah sendiri untuk bertualang karena ingin lebih dekat dengan sang pencipta, yaitu ziarah. Bertualang baik dengan tujuan ziarah keagamaan (wisata religi) ataupun tujuan bersenang-senang dan melihat-lihat, sangat baik untuk kita. Karena bertualang memberi kita pengetahuan yang lebih rinci daripada sekadar googling. 

Selain itu, dengan melihat tempat yang lebih luas, dengan bertemu banyak orang dari berbagai suku bangsa dan latar belakang bahasa yang berbeda, akan memperluas cakrawala berpikir kita. Bertualang atau sekadar berwisata juga dapat memperlihatkan siapa diri kita. Kemampuan kita yang tersembunyi akan tampak begitu keluar dari zona nyaman. Jadi, mau berangkat kapan?