Sekitar dua tahun sudah, aku mempertahankan perasaan bodoh yang sebenarnya entah ke mana akan bermuara. Seakan selalu berharap, nantinya ada pelangi setelah badai besar. Namun, di manakah yang selalu kunantikan itu? Ke mana perginya semua yang sudah kuperjuangkan? Ke mana perginya harapanku? Apa yang kukejar selama ini ? Benarkah semuanya hanya akan beralih sia-sia ? Mengapa dewi cinta tidak adil dan tak menghadiahkanmu untukku, setelah segala perjuanganku mendapatkanmu?

 

1. Sudah begitu lama kamu membuangku seperti sampah. Namun aku tetap bertahan.

Perasaanku tidak berubah

Perasaanku tidak berubah via http://data3.whicdn.com

Tidak sadarkah kamu bahwa aku tetap di sini dan mencintaimu? Pedulikah kamu akan semua jerih payah yang kulakukan untuk melihatmu bahagia, Pangeranku? Sadarkah kamu akan wanita yang mempertaruhkan segalanya demi dirimu ini? Ini aku, wanita yang terus kamu sakiti dengan semua perkataan dan kalimat pedasmu. Namun aku masih menaruh harap padamu, yang bahkan dingin sedingin kutub bumi.

Sudikah kamu sedikit melihatku dan mulai meresapi bahwa akulah yang paling setia menunggumu? Tidak! Aku bukannya egois. Aku hanya menuntut apa yang seharusnya menjadi milikku. Namun hatimu tetap beku dan tak ingin melihat ke arah gadis kecil rapuh ini sedikit pun. Setiap orang memaksaku untuk pergi dan mencari penggantimu. Namun aku sudah terlalu mati rasa dengan segala rasa sakit yang ada karenamu.

Aku bertahan dan tegar. Berharap suatu saat panas tinggi bumi akan mencairkan sebagian es yang lama membeku di kutub dan kemudian mencairkan seluruhnya. Berharap kehangatan dan perhatian yang kuberikan, akan meluluhkan hatimu itu suatu saat.

2. Sadarlah bahwa banyak pria tampan dan lebih mapan darimu! Namun aku memilihmu.

Aku memilihmu

Aku memilihmu via https://40.media.tumblr.com

Terlalu banyak lelaki di luar sana untuk dipilih. Mereka begitu tampan, bergelimang harta, dan memiliki segalanya. Namun kaki ini tak bisa beranjak pada pijakan anak tangga yang selanjutnya. Aku ingin tetap bertahan karena hatiku tak ingin berpindah. Kamu, pria yang kucinta pada pandangan pertama. Pria yang kuperjuangkan, yang menghujam jantungku dengan kata pedas hingga aku terluka.

Aku bertahan karena tahu apa yang kuperjuangkan. Namun saat mata ini memandangmu yang telah ada di pelukan wanita lainnya, aku melangkah sedikit ke belakang. Putus asakah aku? Menyerahkah aku? Bukan! Aku hanya tidak ingin mengusikmu. Aku tahu kamu sangat muak dengan semua yang kulakukan untuk menarikmu jadi milikku. Tapi saat kaki ini coba kurantai, tetap saja kukoyak rantai besar ini hingga terlepas, sekalipun pergalangan kaki ini harus terputus untuk mencurahkan perhatian padamu dan membuktikan cintaku.

3. Bisakah kamu sedikit menoleh dan merasakan cinta yang setia ini?

Aku akan menunggu

Aku akan menunggu via http://data.whicdn.com

Mereka bisa berkata aku memang bukan seorang gadis yang buruk rupa. Masih banyak pria di luar sana yang mengharapkanku bersanding dengannya. Namun sejauh ini masih belum ada yang sanggup menggantikanmu. Mungkin aku memang wanita yang jauh dari kriteria sempurnamu. Aku jauh dibandingkan dengan mereka yang pernah ada di hatimu.

Aku mungkin bukan sosok yang menawan dan menarik buatmu. Aku tidak begitu pandai dan tidak anggun seperti wanita sewajarnya. Aku tidak bisa menari, suaraku tidak begitu indah, tidak mahir bermain gitar, dan tidak semua masakan bisa kumasak. Malahan terkadang resep baru asal-asalan kuciptakan. Aku belum bisa dikatakan sebagai calon istri yang baik bagi seorang pria di masa depan.

Tapi setidaknya aku terus berusaha menjadi yang terbaik bagimu. Sekalipun aku masih sulit berbuat manis seperti wanita sewajarnya. Itu semua karena aku senang dipandang kuat. Aku senang melihat orang-orang di sekitarku tertawa dan bahagia karena tingkah konyolku, terutama kamu. Namun tetap saja aku hanya berani bicara banyak dalam chat. Tidak seperti wanita-wanita itu yang berani mendekati dan merayumu.

Maaf, aku belum bisa menjadi wanita seutuhnya bagimu. Tapi jika kamu mencari yang siap berjuang bersamamu dan setia, kamu bisa melihat siapa yang menantimu selama ini. Siapa yang akan bertahan sekalipun perilakumu tidak pernah manis padaku. Aku masih menunggu.

4. Perlukah aku berjongkok, memohon, dan menangis padamu?

Pikirkan perasaanku!

Pikirkan perasaanku! via http://data1.whicdn.com

Mengapa? Setidaknya pahamilah perasaan ini! Aku bahkan selalu mencoba untuk mecintaimu dari segi terbaik dan terburukmu. Begitu banyak mimpi-mimpi masa depan yang kulayangkan jika suatu saat kita bersama. Aku selalu berpikir bagaimana untuk selalu membahagiakanmu dan membuatmu tertawa. Samakah? Samakah yang kulakukan dengan wanita di luar sana, yang kamu cintai, atau yang dulu sempat kamu cintai?

Jika mereka pernah menyakitimu, aku tidak akan sampai hati melakukannya. Sekali saja tak kan kucoba untuk menyakiti hatimu. Meski setiap orang akan menganggapku begitu tolol karena rela kamu sakiti dan tidak membiarkan dirimu sakit hati karena wanita lain, entah mengapa aku tidak peduli. Perlukah aku memohonmu untuk sedikit memikirkan perasaan ini?

Setidaknya, pikirkan apa yang telah kukorbankan untukmu. Sebeku itukah hatimu? Apa yang kamu cari? Apa yang mereka berikan tapi tidak kuberikan? Apa aku terlalu menjijikkan? Atau aku terlalu banyak bertanya dan lagi-lagi membuatmu muak akan tingkahku yang sok perhatian? Sebenarnya apa lagi yang kau harap aku lakukan agar bisa mencintaiku?

5. Namun saat hati ini pulih dan berusaha menjauhimu, jangan menyesal!

Aku mencoba kuat

Aku mencoba kuat via http://40.media.tumblr.com

Sekalipun kutahu rasa penyesalan tak kan pernah ada di hatimu, ketika nanti aku sudah cukup kuat untuk pergi, kau takkan ada di pelukan ini. Percayalah! Saat hati ini pulih, aku masih mencintaimu. Namun semuanya akan berbeda. Aku akan mati rasa dengan kata "sakit hati". Aku akan sangat munafik saat menolakmu jika kau kembali.

Aku akan menjadi wanita paling naif yang pernah ada. Kembalilah kemari jika semua sandaranmu rapuh dan tak sekuat pundakku ini. Pundak yang siap menampung semua curahan hati dan keluh kesahmu itu. Kemarilah jika aku adalah bahagiamu. Karena aku bukanlah wanita yang melarang pangeran berkuda putihnya kembali ke pelukan ini.

Aku sudah menantimu begitu lama. Jadi, kemarilah jika kamu mencari wanita yang setia. Namun sekali lagi, jika kamu akhirnya menyadari bahwa akulah orangnya, jangan pernah menyesal! Jangan pernah menangis! Jika bukan dia wanita yang kau cari, jangan menyesal dan jangan menangis! Karena tujuanku mencintaimu hanyalah ingin melihatmu terus bahagia.

Aku di sini dan akan tetap di sini untuk terus mencintaimu. Saat sayap ini cukup kuat untuk terbang, ia akan tetap ingat di mana ia harus pulang.