Sampai saat ini ketersediaan listrik di Indonesia secara resmi di produksi dan didistribusikan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jenis pembangkit listrik yang masih banyak digunakan saat ini adalah PLTA, PLTU, PLTD, PLTP dan PLTG. Kalau dilihat dari potensi alam yang ada di Indonesia sebenarnya masih banyak energi alternatif lain yang bisa digunakan sebagai penyuplai listrik masyarakat. Apa saja energi alternatif lain yang bisa digunakan sebagai sumber listrik masyarakat? Yuk kita simak di bawah ini.

1. Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Pembangkit listrik tenaga angin di Bantul via http://www.teropongsenayan.com

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi alam yaitu angin yang berlimpah di daerah pesisir. Potensi angin yang berlimpah ini harusnya bisa dimanfaatkan / dikonversi menjadi tenaga yang lebih berguna seperti tenaga listrik. Di Indonesia baru ada sebagian kecil pesisir yang memanfaatkan tenaga angin, salah satunya adalah pantai di daerah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rencana nya bakal ada 30 turbin angin yang akan dibangun di daerah tersebut dengan setiap turbin menghasilkan 2 Mega Watt. Proyek ini sendiri akan menelan biaya yang cukup mahal yaitu sekitar 2 trilyun rupiah. Dengan beroperasinya pembangkit listrik tenaga angin ini masyarakat di sekitar daerah tersebut tidak perlu kawatir kalau energi fosil yang kita miliki habis.

2. Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Panel Surya via http://icasolar.com

Panel surya bukan lah hal yang baru bagi pembangkit listrik, karena teknologi ini telah digunakan oleh negara kita dalam lingkup yang kecil. Panel surya sekarang ini biasa digunakan untuk menyuplai tenaga pada beberapa traffic light di beberapa kota di Indonesia. Cara kerja panel surya seperti di kutip dari icasolar adalah dengan memanfaatkan cahaya matahari sebagai partikel energi yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Penggunaan panel surya saat ini hanya digunakan untuk keperluan minor, diharapkan kedepannya Indonesia dapat menggunakan secara maksimal untuk keperluan major karena Indonesia sangat melimpah akan sinar matahari yang terus memancar sepanjang tahun.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Advertisement

Ini nih yang mungkin akan membuat pro dan kontra. Ya, PLTN mempunyai daya yang sangat luar biasa besar bila dapat beroperasi dengan baik. Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana keselamatannya, karena PLTN akan menjadi sangat berbahaya apabila terjadi kebocoran seperti pada kasus Pembangkit nuklir Fukushima di Jepang. Pembangkit Nuklir Fukushima bocor setelah terkena bencana gempa dan tsunami dan radiasinya berbahaya bagi manusia. Sampai saat ini yang menjadi kekawatiran adalah Indonesia mempunyai riwayat gempa yang tinggi. Hal ini sebenarnya bisa diatasi apabila ada daerah di Indonesia yang memiliki riwayat gempa rendah atau bahkan belum pernah. Bagaimana apakah anda termasuk yang pro atau kontra?

4. Pembangkit Listrik Tenaga Ombak

Pembangkit Listrik Tenaga Ombak via https://gudangcitrus.wordpress.com

Ini nih salah satu pembangkit listrik yang "harusnya" digunakan di Indonesia. Sebagaimana kita tahu Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Norwegia. Dengan wilayah geografis seperti ini maka akan sangat menguntungkan kita untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Ombak. Apalagi daerah pantai selatan Indonesia yang terkenal mempunyai ombak yang sangat besar.

5. Pembangkit Listrik Energi Tidal

Energi tidal hampir mirip dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang, yaitu sama sama memanfaat kan kekuatan lautan. Prinsipnya yaitu dengan memanfaatkan pasang surut nya air laut. Seperti yang dikutip dari ilmusiana, prinsip kerjanya yaitu saat pasang naik, air laut dengan volume jutaan kubik naik ke daratan. Jika di daratan itu dibuat bendungan yang besar, maka air pasang itu tertampung di dalam waduk. Di mulut waduk dipasang baling-baling yang berputar sesuai arah air. Biasanya digunakan dua arah putaran, yaitu saat pasang dan saat air surut.