Setiap perusahaan punya tantangannya tersendiri, terlebih apabila orang baru muncul menempati atasan kita. New person, new style dan pastinya new challenge. Dalam kondisi seperti itu hukum rimba yang akan melakukan seleksi alam “siapa yang kuat, dialah yang bertahan”.

Seperti kejadian di kantor, beberapa bulan ini. Pimpinan baru dari lingkungan dan background yang berbeda datang dan seolah merubah apapun yang ada yang dibangun selama ini. Apakah perubahannya menjadi lebih buruk? Ku jawab tidak. Sebenarnya perubahan yang diciptakan adalah untuk membangun perusahaan agar lebih maju, tapi faktanya, semua karyawan kaget dan belum siap dengan keadaan itu.

Dalam kondisi tersebut, seolah bos lama ingin kembali, atau menghindarinya dengan mencari bagian baru dengan bos yang cocok atau sekalian resign dan pindah perusahaan. Tapi kembali lagi resign is not the best way, why?

 

1. Mencari perusahaan baru tak semudah melepaskan pekerjaan lama.

antri job fair

antri job fair via http://portalhr.com

Setiap tahun ratusan bahkan ribuan lulusan mulai SMA, Diploma dan Sarjana, tak kurang mewarnai panggung bursa kerja. Job fair online dan offline selalu penuh dengan job seeker. Fresh graduate dengan ilmu baru akan memberi warna tersendiri, lantas bukankah experienced juga pasti diperhitungkan??

Memang sebagai orang yang pernah bekerja kita pasti mengandalkan pengalaman yang kita peroleh dari perusahaan lama tapi dengan banyaknya saingan yang ada, peluang yang ada pasti jauh lebih kecil. Memang bukan hal mustahil, tapi kita tetap harus berpikir realistis bahwa daripada harus bersusah payah mencari yang baru, mengapa tidak memperbaiki diri dan terus belajar menghadapi kondisi lama dengan bos baru tersebut.

2. Meskipun kita sudah berada di tempat baru, bos baru pun tak luput punya sifat yang sama dengan bos yang lama

bos baru, peraturan baru

bos baru, peraturan baru via http://ciricara.com

Pada dasarnya setiap pimpinan kerja selalu berharap punya tim yang solid dan tidak menyerah. Andaikan kita resign dengan alasan menghindari tantangan yang ada, berarti kita tergolong orang yang gampang menyerah. Jika alasan ini terdengar bos di tempat kita yang baru, stigma negative sebagai orang yang gampang menyerah pasti akan melekat dalam diri kita. Kita akan sulit beradataptasi dan sulit berkembang, pada akhirnya kita akan resign lagi dan lagi, pertanyaan sekarang sampai kapan kita bersikap seperti itu? 

3. Pekerjaan baru dengan tantangan yang lebih sulit akan kita hadapi.

tantangan baru

tantangan baru via http://tribunnews.com

Setiap perusahaan punya karakteristiknya sendiri-sendiri walaupun dalam bidang yang sama. Kita ambil contoh perusahaan mie instan, di negara kita begitu banyak perusahaan yang memproduksi mie instan, dari yang terkenal seperti indom**, sampai yang biasa banget.

Citarasa setiap mie berbeda-beda berarti masing-masing perusahaan punya something different yang bakal membedakan dengan perusahaan lainnya. Walaupun kita nantinya melamar ke perusahaan yang masih dalam bidang yang sama dengan perusahaan lama, tapi berbedanya karakteristik akan menyebabkan perbedaan jenis pekerjaan yang akan kita hadapi. Bukankah itu menimbulkan tantangan baru yang lebih rumit?

4. Orang baru yang beragam adalah teman kita sehari-hari.

ragam jenis karyawan

ragam jenis karyawan via http://warnabisnis.com

Mungkin kebetulan kita sekarang berada di perusahaan yang cukup bonafit, karena tuntutan kerja yang makin meningkat, akhirnya menyerah untuk mencoba melamar ke perusahaan yang biasa saja dengan harapan awal, pekerjaan kita lebih santai.

Sebenarnya pemikiran yang demikian adalah salah besar, kenapa? Karena tentunya teman-teman kita di perusahaan baru akan mengekspektasikan tinggi untuk kinerja kita, karena kita pernah bekerja di perusahaan besar. Dengan demikian kita pastinya akan dituntut lebih tinggi daripada karyawan lain.

5. Gaji dan tunjangan kesejahteraan yang belum tentu lebih baik.

butuh uang

butuh uang via http://tribunnews.com

Setiap perusahaan punya aturan kesejahteraan yang berbeda-beda. Saat kita melepaskan perusahaan sekarang dengan tingkat kesejahteraan yang sudah memadai demi meraih perusahaan lain yang "katanya" bergaji lebih tinggi, hal ini juga tidak dapat dibenarkan. Sebelum pada akhirnya kita putuskan untuk pindah kerja, pastikan terlebih dahulu kesejahteraan karyawan di perusahaan baru lebih baik dari perusahaan sekarang.

6. Pada akhirnya menghadapi setiap tantangan bukan menghindarinya adalah pilihan yang bijak.

tetap semangat

tetap semangat via http://widdi.co

Setiap orang pernah melakukan kesalahan, bukan seberapa sering dia menghindar, melainkan seberapa cepat ia akan memperbaiki dan tak mengulangi lagi. Just face every challenge, not avoid it. Setiap tantangan, masalah akan menjadi guru bagi diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih mandiri. Semakin besar tantangan yang pernah kita hadapi akan menjadi poin tambah di depan atasan kita.