Manusia merupakan rangkaian super abstrak sekaligus kuper konkrit. Artinya, kita sebagai manusia memiliki kekuatan besar yang mana dengan itu, kita mampu merekam berbagai kejadian yang pernah kita alami bukan hanya sebatas mengingat visual atau audionya saja, melainkan seluruh aspeknya pun dapat kita rekam. Seseorang bisa sedih karena mengingat pernah diputusin pacar atau ditinggal pergi oleh orang-orang yang dicintainya. Itu tanda bahwa manusia bukan hanya mampu menyimpan gambaran peristiwa melainkan seluruh aspek-aspek yang terkait oleh peristiwa itu. 

Kali ini kita akan membahas soal "kenangan", sebenarnya apa sih kenangan itu?

Dan bagaimana cara kita menyikapinya?

1. Kenangan adalah cerminan diri yang hilang

Kita kadang suka sulit membedakan antara hilang, berpindah tempat dan berubah bentuk. Hilang merupakan lenyapnya sesuatu dari realitas, tidak memiliki sisa-sisa keberadaan dan biasanya sudah seharusnya hilang. Berpindah Tempat biasa kita sebut "Hilang", seperti kalau handphone kita diambil orang, kita bilang "hilang" padahal berpindah tempat. Berubah bentuk itu bukan hilang tapi terjadi reduksi elemen, kertas yang terbakar, dia tidak hilang hanya berubah bentuk, walaupun tidak salah jika kita menyebutnya "hilang".

Perlu diketahui bahwa kenangan adalah cerminan diri yang hilang, bukan berpindah tempat. Banyak hal dianggap hilang padahal hanya berpindah tempat atau berubah bentuk. Tapi kenangan? Benar-benar hilang.

2. Kenangan jangan sampai mendominasi jiwa

mengingat via http://haiineola.com

Advertisement

Karena kenangan merupakan cerminan diri yang hilang, banyak orang yang berusaha mengharapkannya kembali, itu adalah masalah diri yang harus segera diatasi, dengan sebuah kesadaran bahwa kenangan adalah cerminan diri yang seharusnya tidak mendominasi pribadi, jangan sampai kenangan anda membawa pribadi kepada arus balik kehidupan yang sudah semestinya pergi. Sadari bahwa hari esok menanti dan kejutan menarik dari Tuhan tak akan pernah berhenti.

Never Look Back!

3. Jangan manjakan kenangan

Kenangan harus disikapi dengan angkuh, karna itu satu-satunya cara menaklukkan ego. Bersikap Angkuh kepada kenangan memberikan kekuatan kepada diri, seakan kita menantang kehidupan yang akan datang dan meyakini bahwa kita siap menghadapi hari esok. Bersikap melankolis kepada kenangan merupakan ketidaksiapan hidup untuk di hari kemudian. Karena itu, mulai sekarang jangan manjakan kenangan-kenangan itu.

4. Bangga kepada kenangan menimbulkan disrespect kepada diri yang saat ini

self respect via http://i.quoteaddicts.com

Jangan juga bangga kepada sebuah kenangan karena itu adalah ekresi takjub kepada cerminan diri yang telah mati. Bangga kepada cerminan diri yang telah mati menimbulkan dis-respect kepada diri yang saat ini. Dis-repect kepada diri yang saat ini menimbulkan dua kemungkinan: menjadi orang yang berlaku seenaknya atau malah jadi korban perlakuan yang tidak baik dari orang lain.

Dari pemahaman ini kita jadi paham, kalau liat orang yang jahat atau orang yang rela disiksa, berati dia punya masalah sama kenangan dan belum bisa melupakannya. Segera ingatkan dia atau kalau masih susah dibilangin, tinggalin aja. Masih banyak hal yang lebih penting untuk dikerjakan.

5. Kenangan bisa menutupi kekinian dan meremehkan masa depan

masa depan via http://s.kaskus.id

Ini perlu diperhatikan, kenangan tidak perlu dilupakan atau diingat karna itu bagian dari kehidupan, berusaha melupakannya atau berusaha mengingatnya sama-sama menjadikan itu penting dan naik kepermukaan rasa, Artinya, jangan mencoba melupakan sebuah kenangan, karena dengan itu kita justru memanggilnya ke alam berpikir kita dan justru membuat kita jadi terus mengingatnya. Dampaknya adalah menutupi ke-kinian dan meremehkan masa depan.