Pendidikan adalah hak wahid dari setiap anak tanpa peduli latar belakang anak tersebut. Tak elak selain sekolah negeri yang dibuka khusus oleh pemerintah, banyak instansi yang membuka lembaga pendidikan mereka sendiri. Yang akhirnya disebut sekolah swasta.

Menjadi seorang tenaga pendidik bisa jadi merupakan salah satu kesempatan bagi siapapun yang ingin berbagi ilmu, tak terkecuali guru swasta. Sekolah swasta memang banyak kontroversi; mulai dari sekolahnya yang mahal, elit, dan gurunya yang lebih care dengan murid.

Kalau kamu ingin tahu suka dukanya menjadi guru swasta atau kamu sendiri sedang menjadi tenaga pendidik sekolah swasta, hal-hal seperti ini sudah menjadi makanan sehari-harimu.

 

1. Jam mengajar seperti jam kantor

berangkat pagi pulang sore

berangkat pagi pulang sore via http://ak-hdl.buzzfed.com

Tenaga pendidik di sekolah swasta memiliki jam kerja seperti jam kantor pada umumnya. Berangkat pagi pulang sore. Selain membuat anak memiliki jam berinteraksi dengan teman lebih banyak, jam belajar seperti ini akan sangat membantu para orangtua yang juga memiliki kesibukan masing-masing.

2. Harus belajar lebih banyak karena mata pelajaran yang over

oh my God! bencana!

oh my God! bencana! via http://lovelace-media.imgix.net

Karena jam belajarnya pagi sampe sore, otomatis mata pelajarannya pun seabrek. Kadang guru harus belajar lebih banyak jika beliau dipercayakan mengajar lebih dari satu mata pelajaran.

3. Harus lebih aware dengan nilai murid

ya ampun.... mau dikasih nilai berapa nih!

ya ampun.... mau dikasih nilai berapa nih! via http://media.giphy.com

Kalau poin yang ini memang guru manapun pasti aware dengan nilai anak didiknya ya…

Di sekolah: ngajar mati-matian—ngeliatin pekerjaan muridnya satu-satu—jangan sampe ada murid yang ketinggalan.

4. Ditambah lagi, harus siap siaga jika ada komplain dari orangtua murid

gelagapan

gelagapan via http://img.hipwee.com

Ini nih bagian yang harus selalu disiapkan para guru kalau sudah ada complain atau masukan dari orangtua, karena bagaimanapun mereka sudah percaya dengan sang guru. Jadi guru pun harus siap sedia bertanggung jawab.

Biasanya setelah itu sang guru akan baper. Dikepalanya bakal hinggap “Wah, harusnya lebih perhatian sama si A”, “Perlu les tambahan nih si B”, “Mulai besok si C gak boleh main dengan si D”

Nah, kalau sudah baper dan galau gitu rasanya pengen guling-guling dikasur meskipun masih di sekolah.

5. Tetapi menjadi guru sekolah swasta itu istimewa

Ya! Walau bagaimanapun menjadi guru, seorang guru swasta tetaplah istimewa. Dituntut banyak hal. Terkadang rasanya susah dan pengin kabur, namun selalu terselip kebanggan meski pun hanya sebiji jagung.

 

6. Hari sabtu adalah hari merdeka

Yey! besok udah sabtu

Yey! besok udah sabtu via http://media.giphy.com

Nah, istimewanya bagi guru swasta adalah, rata-rata sekolah swasta libur pada hari sabtu dan minggu. Jadi, di hari Sabtu para guru pun sudah dapat menselonjorkan kaki dan merelaxkan pikiran mereka.

7. Guru adalah pahlawan bangsa.

 

Bukan bermaksud membandingkan guru swasta dengan guru negeri. Karena keduanya sama-sama guru, Pengemban tugas mulia mencerdaskan bangsa.

pendidik itu pemasok kekayaan terbesar sebuah bangsa