Entah darimana awalnya bisa tertanam dalam pikiran kita bahwa pacaran bisa mengobati kesepian. Saya bahkan menemukan seorang psikolog menganjurkan demikian!

Padahal realita justru sebaliknya: jika kamu merasa kesepian sebelum berpacaran, maka kamu cenderung merasa lebih kesepian setelah berpacaran. Seorang profesor psikologi dari University of Chicago, John Caccioppo, menyatakan bahwa, “As people become lonely, they become less trustful of others, and a cycle develops that makes it harder for them to form relationships.”

Contoh yang tipikal terjadi adalah kita kesepian karena merasa pasangan tidak menjadi orang yang sama lagi. Kita merasa ia menjadi orang lain yang tidak membuat perasaan kamu ramai gaduh seperti pada saat PDKT dahulu. Akibatnya, kita merasa lebih sengsara daripada sebelum berpasangan dengannya. Bahkan lebih mengerikan karena kita kini memiliki alasan, bukti, dan orang yang bisa kita salahkan atas kesepian kita.

1. Penyebab dari rasa kesepian itu sendiri

Sepi banget sih via http://alodokter.com

Jadi jika kamu kesepian saat berpacaran, itu bukan salah pasanganmu. Besar kemungkinannya kamulah penyebab dari rasa kesepian itu sendiri. Tidak peduli seberapa kuat hubungan yang kamu bina dengan orang lain, bila kamu tidak membina hubungan yang kuat dengan diri sendiri, maka kamu akan terus dihantui dengan kesepian dan ketidakbahagiaan di mana saja.

Lebih jauh lagi, orang pacaran -atau bahkan menikah- tidak otomatis lebih bahagia daripada orang yang lajang! Pacaran, atau bahkan pernikahan, hanya bisa membuatmu merasa seolah sibuk. Kamu merasa seperti selalu memiliki kegiatan. Kamu merasa memiliki sesuatu yang berharga untuk dipertahankan. Tapi ketika hubungan romansa menyentuh titik jenuh di mana semua terasa seperti rutinitas, bibit-bibit kesepian itu akan mulai menunjukkan giginya kembali.

Kesepian adalah state of mind yang tidak bisa diobati dengan pacaran. Malah kamu harus bisa mengobati kesepian itu sebelum memulai pacaran, dengan demikian kebahagiaanmu bukan sekedar akibat dari hubungan tersebut.

2. Bernostalgialah !

Advertisement

Bernostalgialah via http://oimedia.blogspot.com

Kamu perlu melatih bernostalgia hal-hal indah yang ada hubungannya dengan percintaan. Pikirkan tentang kesuksesan kamu ketika jaman kuliah. Pikirkan tentang gaji pertamamu dahulu. Pikirkan tentang kejutan dan kado ulang tahun yang pernah terjadi. Pikirkan tentang berbagai kejadian hoki/keberuntungan yang terjadi padamu. Pikirkan tentang sahabat-sahabatmu yang selalu membantu. Pikirkan semua hal tersebut, maka kamu bisa merasakan cengkeraman rasa getir sepi itu berangsur-angsur melemah.

3. Nikmati kesepian itu

Dr. Dan Kiley dalam bukunya, Living Together, Feeling Alone, menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan rasa kesepian. Yang salah adalah ketika kamu terlalu banyak mengeluhkannya, atau malah menyalahkan orang lain. Jadi saran beliau adalah kamu perlu menikmati kesepian itu dengan berbagai kegiatan pribadi yang konstruktif. Contohnya adalah dengan latihan meditasi yoga, atau berkomitmen menghabiskan satu-dua buku setiap bulannya, menulis jurnal/blog, dsb. Menurut saya, kesepian adalah kesendirian yang tidak produktif. Jadi jika kamu bisa mengubah kesendirian itu jadi produktif, kamu memiliki banyak alasan untuk mencintai diri sendiri dan akhirnya tidak lagi merasakan kesepian, malah menikmatinya!

4. Tingkatkan jumlah kenalan yang klik

Setiap orang berharap dikenal-mengenal banyak orang, dan semakin besar perbedaan antara harapan itu dengan realita, semakin kamu dihantui rasa kesepian. Hasil penelitian Chris Segrin dari University of Arizona menganjurkan untuk menambah jumlah interaksi sosial, bukannya menambah jumlah sahabat atau teman dekat (karena memang ada orang yang lebih senang dengan kelompok sahabat yang kecil). Sekedar menegur-sapa dan berkenalan itu mudah, ‘kan? Tentu kamu harus melakukannya di dunia nyata, bukannya berkeliling di dunia maya lewat Facebook atau Twitter. Kalaupun kamu masih kebingungan cara interaksi dengan orang asing itu, silakan cek saja referensi – referensi yang ada, misalnya Hitman System dan lainnya.

5. Jangan takut kesepian

Jangan takut via http://health.kompas.com

So, masih takut hadapi kesepian ?

Sebanyak 40 persen manusia di bumi diperkirakan mengalami kesepian. Meski kesepian dinilai sebagai hal yang biasa, beberapa orang mengalami dampak yang dramatis dalam hidupnya karena kesepian. Benahi perspektif tentang cara menaklukkan kesepian, lahirlah menjadi manusia yang baru.