Punya temen dan sahabat banyak, memang menyenangkan.Tapi sudah tentu pertemanan dan persahabatan, tak akan selamanya selalu menyenangkan. Ada kalanya pertemanan dan persahabatan dihadapkan pada konflik. Kalau konflik yang ada bisa membuatmu dan sahabatmu bikin lebih dewasa dan menjadi lebih pengertian, tentunya everthing will be ok. 

Tapi kalau persahabatanmu hanya membuatmu menjadi sosok yang selalu di bully dan bikin makan hati, apakah iya, kamu hanya bisa diam saja hanya demi sebuah alasan persahabatan? Tentu gak gitulah .Ada kalanya kamu juga harus bertindak tanpa harus bertindik. Nih tindakan yang harus dilakukan saat sahabat atau temanmu sering menyakitimu.

1. Pahami dengan Benar Situasinya terlebih dahulu

Beda maksud via http://www.google.co.id

Ada kalanya konflik yang terjadi dalam sebuah persahabatan akibat beda persepsi.Jadi rasakan masalahnya terlebih dahulu secara objektif, satukan terlebih dahulu sudut pandangmu dengan sahabatmu dan juga sebaliknya.

2. Ngobrol yang Enak !

Asyikin aja ngobrolnya via http://www.google.co.id

Ini berhubungan dengan langkah pertama. Kalau sudah bisa menyatukan sudut pandang,c obalah dibicarakan bersama,mungkin bisa berujung pada sebuah solusi.

3. Diskusikan dengan sosok yang netral

Advertisement

Sok Tau gue,hihihi via http://www.google.co.id

Kalaupun dua hal di atas belum bisa meredakan konflikmu, cobalah untuk minta pendapat orang lain yang posisinya tidak memihak alias netral, adalah hal yang baik menyelesaikan masalahmu dengan sahabatmu. Namun, jangan sampai terjebak pada hal yang bikin situasinya malah jadi lebih buruk.

4. Istirahatkan Emosimu

tidur sambil ngelamun …hihihi via http://www.google.co.id

Masih belum berhasil? Sadarilah terlebih dahulu. Ada kalanya, menyelesaikan konflik butuh menunggu emosimu dan sahabatmu sama-sama mereda. Jadi,istirahatkan sejenak otak dan fisikmu untuk istirahat, agar saat mencari jalan keluar tak hanya berkutat pada argumen yang itu itu saja.

5. Lapang Dada

Makasih ya ….! via http://www.google.co.id

Kalau hal yang pertama sampai yang ke empat sudah dilakukan, tidak ada salahnya membicarakan ulang masalahmu dengan hati dan pikiran yang jauh lebih terbuka untuk bisa menerima dengan lapang dada apapun nanti jalan keluarnya.