Hampir semua orang pernah mengalami depresi. Sebagian besar dari kita pernah mengalami saat-saat dimana kita mengalami sedih, lelah (psikis), lesu, malas berbuat sesuatu, dan tidak tertarik pada aktivitas apapun bahkan aktivitas yang menyenangkan.

Namun perlu kita tahu bahwa depresi adalah respon yang sebenernya normal pada banyak stres kehidupan. Depresi dianggap abnormal hanya jika ia tidak sebanding dengan peristiwa penyebabnya dan terus berlangsung sampai titik dimana sebenarnya sebagian besar orang mulai pulih.

Kekesalan dan kesedihan adalah gejala emosional yang paling menonjol pada depresi. Seseorang atau individu merasa putus asa dan tidak berdaya, seringkali menangis dan mungkin mencoba bunuh diri. Hal yang sama menonjolnya pada depresi adalah hilangnya kegembiraan atau kepuasan dalam kehidupan.

Banyak orang mengalami depresi lalu kehilangan nafsu makan dan kehilangan berat badan, tetapi ada juga yang mengalami penambahan nafsu makan dan kenaikan berat badan, juga tidur lebih lama dari biasanya.

Namun, banyak individu yang tidak menyadari bahwa mereka menderita depresi dan apa yang dilakukan untuk mengobati gangguan tersebut.

1. Jenis Gangguan Suasana Hati

Bermacam Suasana Hati via https://www.google.co.id

Gangguan suasana hati terbagi menjadi 2 yaitu, gangguan depresi unipolar (depresi) dan gangguan bipolar (manic-depresi)

Gangguan Depresi (Unipolar) – Depresi adalah respon normal pada banyak stress kehidupan. Depresi dianggap abnormal hanya jika ia tidak sebanding dengan peristiwa penyebabnya dan terus berlangsung sampai titik dimana sebagian besar orang mulai pulih. Kekesalan dan kesedihan adalah gejala emosional yang paling menonjol pada depresi. Individu merasa putus asa dan tidak berdaya, seringkali menangis dan mungkin mencoba bunuh diri. Hal yang sama menonjolnya pada depresi adalah hilangnya kegembiraan atau kepuasan dalam kehidupan. Ciri-ciri pokok dari gangguan depresi unipolar adalah adanya satu atau lebih episode depresi (tanpa munculnya episode mania).

Gangguan Bipolar – atau sering disebut juga dengan manic – depresi merupakan kelainan pada otak yang menyebabkan ketidak normalan pergantian mood, energi, level aktivitas, dan kemampuan untuk mengerjakan aktivitas harian. Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan depresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu. Seseorang yang mengidap Bipolar Disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat. Periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan. Ini semua tergantung masing-masing pengidap. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini.Bipolar disorder sering dialami oleh remaja yang beranjak dewasa atau dewasa muda setidaknya setengah dari kasus dimulai sebelum umur 25 tahun.

Bipolar disorder tidak mudah dikenali saat kelainan ini dimulai gejalanya terlihat seperti masalah – masalah yang berbeda, tidak tampak seperti bagian dari masalah lain yang lebih besar.

Advertisement

Beberapa orang menderita kelainan ini sampai bertahun – tahun sampai akhirnya terdiagnosis dan mendapatkan terapi.

Seperti diabetes dan penyakit jantung, bipolar disorder adalah kelainan jangka panjang yang harus di awasi dan di managed seumur hidup.

2. Gejala-gejala Psikologis

Marshanda Dengan Gangguan Bipolar Yang Sempat Diderita via https://www.google.co.id

Gangguan suasana hati (unipolar / depresi) dan (bipolar / manic-depresi) cenderung memiliki tanda dan gejala yang sama, seperti :

– Suasana hati : Kesedihan (galau/gundah), kecemasan, mudah marah.

– Berpikir : Kehilangan konsentrasi, lamban dan kacau dalam berpikir, penyalahan diri sendiri, ragu-ragu,
  harga diri rendah.

– Motivasi : Kurang minat dalam bekerja dan hobi, menghindari kegiatan kerja dan sosial, ingin melarikan diri,
  ketergantungan tinggi.

– Perilaku : Lamban, mondar-mandir, menangis, mengeluh.

Yang menjadi pembeda antara Unipolar dan Bipolar adalah jika Bipolar bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu. Seseorang yang mengidap Bipolar Disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat.

Parahnya, periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan

3. Faktor Psikologis, Kamu Sebaiknya Tahu

Tentang Bipolar Disorder via https://www.google.co.id

Teori Psikologis tentang Gangguan Bipolar

Tekanan hidup adalah faktor penting munculnya gangguan bipolar. Dukungan sosial dapat mempercepat penyembuhan simptom depresi, tapi tidak simtom mania.

Attributional style + sikap disfungsi + kejadian buruk , membentuk peningkatan symptom depresi ataupun mania pasien bipolar.

Self esteem individu mania mungkin sangat rendah.

4. Faktor Lingkungan, Apakah Layak Depresi Dipertahankan?

Apakah obat terbaik itu? via https://www.google.co.id

Lingkungan

Bipolar disorder tak hanya dipengaruhi oleh gen saja, tetapi juga didorong oleh faktor lingkungan. Penderita penyakit ini cenderung mengalami faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (reward) dalam hidup.

Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat.

Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan. Selain itu, seorang penderita bipolar disorder yang gejalanya mulai muncul saat masa ramaja kemungkinan besar mempunyai riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan seperti mengalami banyak kegelisahan atau depresi. Selain penyebab diatas, alkohol, obat-obatan, dan penyakit lain yang diderita juga dapat memicu munculnya bipolar disorder. Di sisi lain, keadaan lingkungan di sekitarnya yang baik dapat mendukung penderita gangguan ini sehingga bisa menjalani kehidupan dengan normal.

5. Faktor Biologis, Entah Darimana Hati Ini Merasa Teriris

Alkohol Membunuhmu! via https://www.google.co.id

Genetik Data

Pada gangguan unipolar, meskipun faktor genetis mempengaruhi, namun kurang menentukan dibandingkan gangguan bipolar. Resiko akan meningkat pada keluarga pasien yang memiliki onset muda saat mengalami gangguan. Berdasarkan beberapa data diperoleh bahwa onset awal untuk depresi, munculnya delusi, dan komorbiditas dengan gangguan kecemasan dan alkoholisme meningkatkan resiko pada keluarga (Goldstein, et al., 1994; Lyons et al., 1998, dalam Davison, Neale, & Kring, 2004).

Nah, kan… sebagai contoh lainnya, anak dari orang tua pecandu alkohol cenderung lebih berpotensi mengalami depresi yang lebih dominan.
Kamu calon orang tua masih tega untuk mengkonsumsi alkohol?

6. Teori Kognitif Tentang Depresi

Gangguan Suasana Hati via https://www.google.co.id

Teori Kognitif tentang Depresi

Tesis utamanya bahwa individu yang depresi merasa demikian karena pemikiran mereka dibiakan pada interpretasi negatif. Memandang dunia secara negatif muncul karena adanya peristiwa tidak menyenangkan pada masa kanak-kanak atau remaja, dengan adanya triad negatif (pandangan negatif tentang diri sendiri, dunia, dan masa depan yang sangat jauh untuk dijangkau). Triad negatif ini mempengaruhi penilaian individu tentang kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan.

Berikut ini adalah bias kognitif yang biasanya muncul pada individu yang mengalami depresi:

– Penyimpulan yang arbiter, yaitu kesimpulan yang diambil tanpa ada bukti yang cukup, bahkan
  tanpa bukti sama sekali.

– Abstraksi selektif, yaitu kesimpulan yang diambil berkaitan dengan salah satu elemen dalam situasi.

– Overgeneralisasi, penyimpulan keseluruhan yang ditarik berdasarkan peristiwa tunggal, yang mungkin mengecoh.

– Membesarkan atau mengecilkan, yaitu berlebihan dalam penilaian performa

7. Sedikit Saran Nih Agar Tidak Terpaku Pada Hal-hal Yang Menimbulkan Depresi

Gangguan mood merupakan suatu kondisi yang menyulitkan penderita, karena gejala kemunculan nya tidak selalu dengan gejala yang sama.

Berikut cara-cara untuk membantu diri sendiri jika ternyata mengetahui dirinya mengidap Sindrom Bipolar :

1. Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan.

    Pelajari sebanyak mungkin tentang Bipolar. Semakin banyak tahu, semakin baik dalam membantu
    pemulihan gangguan bipolar ataupun unipolar.

2. Jauhkan stress.

    Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik
    relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.

3. Mencari dukungan

    Sangat penting untuk memiliki orang yang dapat membantu berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan.
    Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.

4. Buatlah pilihan yang sehat.

    Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda, 
    Karena menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting.

5. Monitor suasana hati Anda.

    Melacak gejala Anda dan perhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat
    menghentikan masalah sebelum dimulai.

Pun ada juga hal-hal yang harus dihadapi ketika penderita mengalami serangan Bipolar Disorder secara sederhana adalah :

1. Istirahat sejenak.

2. Mencari tempat berbeda sehingga bisa melakukan refreshing.

3. Mencari teman dan aktivitas menyenangkan.

Sementara untuk proses penyembuhan nya ada beberapa yang memungkinkan penderita menjalankan hal-hal tersebut :

1. Sebaiknya penderita harus menjalani sesi psikoterapi untuk membantu mereka mengetahui apa yang memicu
    mood ekstrem, membantu mereka menanggulangi tindakan negatif mereka dalam hubungan dengan sesama,
    mengerti cara terbaik berhubungan dengan sesama (keluarga, pasagan, serta masyarakat), mengidentifikasi
    gejala-gejala awal bahwa suatu mood mulai muncul sehingga bisa diambil tindakan pencegahan, dan bekerja
    keras mempertahankan kondisi mood mereka dalam episode normal selama mungkin.

2. Obat-obatan sesuai anjuran dan dosis dari dokter yang dapat membuat kimia otak penderita kembali normal
    sehingga emosi dapat diatur agar lebih tenang.

3. Seorang penderita Sindrom Bipolar harus mengusahakan gaya hidup yang sehat, makan makanan sehat,
    memiliki jam tidur yang berkualitas, menghindari penyebab stress, tidak menggunakan alkohol, dan aktif
    dalam hubungan sosial dengan orang-orang terdekatnya supaya penyembuhan penyakit ini bisa lebih efektif.