Semua orang juga tahu kalau patah hati itu sakit, patah hati itu bisa membuat orang lupa makan, lupa ingatan, nangis jejeritan, sampai-sampai ada yang mau bunuh diri. Hmm masih banyak lagi sih ekspresi dari fase yang satu ini, kalau kalian yang gimana? atau ngerasa gak berguna lagi hidup di dunia ini, hahahahaha oke kalian berlebihan.

Tapi apakah kalian tahu sisi lain dari patah hati? Ya, patah hati tidak semenyeramkan itu, patah hati bukan berarti semuanya berakhir, seolah olah-olah hidup kalian berakhir sampai disini.  Justru sebaliknya, patah hati adalah langkah awal untuk memulai petualangan baru, patah hatilah yang akan menguatkanmu dan mengajarkan mu untuk menjalani kehidupan ini. Jangan sampai patah hati membuat aktifivitasmu terganggu, hingga lupa tanggung jawab kita terhadap Tuhan dan orangtua, karena setelah kejadian ini kalian akan bersyukur bisa melewatinya dengan baik, karena sejatinya patah hati akan mengajarkan banyak hal.
 

1. Patah hati jelas menyakitkan, tapi di titik ini kamu akan belajar tentang mengikhlaskan

Patah hati memang sakit, tapi duniamu itu gak melulu tentang dirinya, lepaskan dan ikhlaskan. Sadarkan diri kalian bahwa dia memang bukan yang terbaik untukmu. Cobalah membuka diri, melakukan hal-hal baru, dengan mengikhlaskan mungkin justru akan mempertemukanmu dengan tambatan hati yang baru, bulatkan tekad kuatkan niat pasti semua berakhir indah.

2. Sakitnya ditinggalkan memang membuatmu rapuh, tapi setelahnya kamu akan menjadi pribadi yang tangguh

Siapa sangka, patah hati justru membuat kita semakin kuat, semakin dewasa untuk menyikapi fase menyakitkan ini. Tanpanya kita tidak akan tahu hebatnya rasa patah hati, dari dialah kita tahu bagaimana harus menjalani hidup di tengah perasaan yang tidak karuan. Kita diajarkan untuk tetap tangguh, tidak peduli seberapa sakit hati yang kita rasakan kenyataanya hidup harus tetap berjalan. Dialah yang mengajarkan bagaimana untuk tetap hidup meskipun raga sudah seperti terpisah dari nyawa.

3. Kadang sakit juga harus disyukuri, karena kamu jadi punya kesempatan untuk instrospeksi diri

Advertisement

Pengalaman yang amat pahit ini akan membuatmu tahu dimana letak kelemahanmu dalam menjalin hubungan asmara, dengan hal ini kamu bisa belajar dari pengalaman untuk kedepannya, nggak usah menyesal, perbaiki kekurangan dan kelemahanmu itu, kamu akan mendapatkan yang lebih baik kok.

4. Dulu memang kita selalu menghabiskan waktu berdua, hingga lupa untuk mengenali diri sendiri

Mungkin waktu dulu bersamanya kita hanya menghabiskan waktu berdua, hingga ketika begitu patah hati, kita baru sadar, bahwa dunia begitu luas, bahwa di dunia ini bukan hanya tentang kamu dan dia. Memanfaatkan keadaan ini, renungkanlah kembali, kenali diri kamu lebih dalam, dekati keluarga dan teman yang sempat kita abaikan, perhatikan keadaan sekitar, dengan begini kamu akan sadar, bahwa hidup bukan hanya soal cinta, tapi masih ada masa depan yang harus diperjuangkan.

5. Pahitnya sakit hati memang nggak bisa dihindari, tapi setidaknya menyadarkan kita untuk tidak asal menaruh hati

Dengan begini kamu akan mengerti, bahwa kamu harus berhati-hati dalam bermain hati, tidak asal menaruh hati jika sekiranya memang belum waktunya, cukup perbaiki diri dulu, atau mungkin sukses dulu deh, karena kesuksesan akan mengundang cinta yang berkualitas.

Selepas dari semua itu, hidup harus tetap berjalan, bangkitlah dan tersenyumlah, masih banyak yang harus kita kerjakan. Sakit memang wajar, tapi janganlah kalian terlarut didalamnya, karena rasa sakit patah hati adalah karunia Tuhan untuk mengarahkan yang terbaik untukmu.