1. 1. Takut dihujat

“Ih… kata-katanya alay banget.” “Lagi belajar nulis ya? Diksinya kaku gitu.” “Sepertinya ini plagiat!” Siapa sih yang nggak sakit hati kalau ada yang bilang seperti itu? Ini yang membuat orang takut untuk mulai menulis. Semakin banyak olokan, semakin kita merasa tidak mempunyai bakat untuk menulis dan ujung-ujungnya tidak mau menulis lagi. Lalu, dengan apa kita bisa mengabadikan momen kehidupan yang indah ini jika tidak dengan menulis? So,hiraukan kata-kata semacam itu.

2. 2. Merasa jahat

Merasa jahat via http://bersamadakwah.net

Iya, jahat kalau kita mempergunakan tulisan untuk sindir-menyindir. Tetapi sebenarnya tidak sekejam itu. Adakah yang pernah merasa bersalah karena telah mempermainkan objek yang berupa manusia dalam imajinasi kalian yang bisa dibilang ‘sedikit liar’ itu? Kita tentunya tidak akan bisa terlepas dari perangai orang-orang yang berada di sekitar kita, bukan? Karena inspirasi banyak datang dari hal-hal semacam itu. Jadi jangan pernah merasa bersalah selama niat kita dalam menulis tidak menyimpang.

3. 3. Merasa Sombong

Advertisement

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap kita pernah terjangkiti sikap sombong. Apalagi jika kita merasa unggul dalam suatu hal. Terkadang orang yang sudah mahir menulis akan merasa geli jika mendapati tulisan yang diksinya biasa-biasa saja, alurnya tidak menarik. Jika hal seperti itu saja disombongkan, bagaimana jika nantinya ia menjadi penulis yang terkenal? Solusinya, kita harus tetap menulis dan banyak berdoa agar tidak ada kesombongan yang muncul dalam diri kita serta meminta teman kita untuk selalu mengingatkan.

4. 4. Takut ada yang ke PD-an

malu-malu kucing via http://laguhadroh.blogspot.co.id

Jika ada yang pernah mengunjungi blog Dwitasari maka kalian akan menemukan kata-kata “Tidak semua yang aku tulis adalah aku dan tidak semua yang kamu baca adalah kamu.” Cukup jelas bukan? Memang ketika kita memutuskan untuk menulis sesuatu, entah itu jujur atau hanya imajinasi belaka, maka akan ada persepsi yang berbeda-beda bagi orang yang membacanya. Apalagi jika tulisan yang kita tulis menggambarkan kisah kita dengan si dia, takutnya ada yang ke PD-an hehe.

5. 5. Takut tidak bermanfaat

bingung menulis via http://www.arinamabruroh.com

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? (Q.S. Qiyamah :36) Ini yang membuat kita was-was. Firman-Nya membuat kita berpikir keras, jangan-jangan tulisan kita adalah sebuah kesia-siaan, tidak mengandung hikmah, apalagi manfaat bagi orang lain. Tanggung jawab kepada Tuhan adalah tanggung jawab terberat setiap manusia. Jadi, kita harus berhati-hati benar dalam menuangkan gagasan yang menari-nari di benak kita. At the last, read the quotes below, so that you are not afraid to write again. Jalan seorang penulis adalah jalan kreativitas, di mana setiap inci gerak kehidupan, dari setiap detik dalam hidupnya, ditumpahkan dengan jujur dan total, seperti setiap orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiri, satu-satunya hal yang membuat kita ada (Seno Gumira Ajidarma).