Jumat, 07 Agustus 2015, kurasakan getaran di kantongku, ingin rasanya ku angkat, tapi kepala ini menolak, karena sakit yang begitu meradang. Ku paksa buka Mata ternyata memang benar sebuah panggilan dari orang yg berharga di hidupku “my Waifu” terkesan alay tapi begitulah bukan sekedar nama tapi juga doa di dalamnya.

Ku angkat,dengan suara berat ku jawab, kamu matikan, ku lihat  ada 20an panggilan masuk dan 3 SMS, aku tau pasti kamu marah.

Kukuatkan diri ku, ku telpon, ternyata benar… hujatan keluar, makian datang, coba ku tuk tenangkan, coba ku tuk jelaskan, mau ku bersumpah, tapi ingatlah tiap sumpah sama dosanya (terlepas itu salah atau benar)

 

1. Cobalah mendengar

Cobalah untuk mendengar, aku tau egomu membuatmu tidak mau mendengar, tapi mencobalah untuk mendengar, karena prasangka tidak pernah mendatangkan kebaikan. 

Aku yakin rasa sayang jauh lebih kuat dari rasa ego

2. Berilah Kepercayaan

pls believe me

pls believe me via http://www.google.com

Bukan kebohongan yang ku berikan kepada mu, maka cobalah buat percaya.

“Sayang uda disini buat kerja, ya kerja aja, ndak pernah berpikir untuk berpaling mencari wanita lain” ku sebut itu bukan hanya sekedar ucapan.

Ku sebut itu agar kamu memberikan kepercayaan, karna hubungan juga butuh rasa percaya. Taukah kamu waktu ku berikan untuk kamu melebihi waktu yang ku berikan untuk diri ku sendiri, bukan karna terpaksa, tapi karna kamu pentiing bagi ku, ku ingin kamu percaya.

"percayalah hatiku telah ku tutup untuk yang lain, hanya kamu didalamnya"

 

3. Marah mu pesakit bagiku

jangan marah sayang

jangan marah sayang via http://www.google.co.id

Taukan kamu setiap kali kamu marah, sesak di dadaku mulai bangkit, ingin rasanya langsung ku menangis, tapi egoku sebagai lelaki menolak melakukannya. Ku coba tenang tapi kepala ini ikut melawan. Tapi selalu ku percaya dibalik marah mu ada sayang yang begiu besar mengiringinya, itu yang membuat aku kuat.

4. Aku merindukanmu

aku merindu

aku merindu via http://google.com

Ingin ku pertengkaran ini berakhir, ingin ku damai kembali, ku merindukan tawamu, cemburumu yang lucu, manja-manjamu,
mari kita berdamai, agar rasa ini tak hilang, karna ku tak mau itu terjadi.

5. Aku menunggumu

Saat ini hanya kamu yang ku tunggu, temani aku lagi, canda tawa hingga terlelap walau lewat telpon.