Beberapa hari yang lalu ketika saya dan teman sedang berjalan-jalan di sebuah mall, kami berjumpa dengan seorang ibu muda yang nampak sedang gelisah. Didampingi salah satu petugas keamanan, dia terus 'komat-kamit' memohon agar segera menemukan putrinya yang hilang saat mall tengah ramai pengunjung.

Penasaran ingin membantu, kami coba menanyakan bagaimana ciri-ciri anak yang hilang dan memohon kepada petugas keamanan agar sementara waktu menutup seluruh akses pintu mall, guna berjaga-jaga jika seandainya sedang terjadi kasus penculikan anak.

Beberapa kali terdengar suara petugas informasi mengabarkan kepada seluruh pengunjung mall mengenai kejadian tersebut. Selang beberapa lama, ibu tersebut semakin panik dan terus-terusan menangis karena tak kunjung bisa menemukan putrinya yang hilang.

Hampir sekitar dua jam berlalu tiba-tiba Kantor informasi didatangi seorang karyawan toko buku mengandeng seorang gadis kecil yang sedang menangis. Menurut penjelasan si karyawan toko buku tersebut, ia menemukan gadis kecil itu sedang sendirian dan nampak gelisah karena tidak bisa menemukan orangtuanya. Karyawan toko buku yang mendengar informasi mengenai anak hilang, segera membawa si anak ke kantor informasi untuk mengonfirmasi keberadaan ibu si anak kecil. Syukurlah itu merupakan anak si ibu yang kebingungan. sambil mengangis lega, ia tidak berhenti berterima kasih karena anaknya telah ditemukan.

Dalam perjalanan pulang ke rumah kami seru membahas kejadian tersebut. Tak habis pikir apa yang dilakukan oleh orangtuanya sehingga bisa terpisah dengan anaknya tersebut.

Namun kami sadari, kejadian tersebut bisa dialami oleh siapa saja. Maka dari itu, orangtua tidak boleh lengah dan harus selalu mengawasi anak-anaknya terutama saat berada di tengah keramaian. Untuk mecegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, orangtua hendaknya sudah mengajarkan kepada anak-anak apa saja yang harus mereka lakukan jika seandainya tidak sengaja tersesat di tempat umum:

1. jangan menangis

jangan menangis via https://www.google.co.id

Anak-anak perlu diberi pengertian agar jangan menangis ketika tiba-tiba terpisah dengan orangtuanya. Beritahu mereka, menangis justru bisa mengundang orang asing berbuat jahat kepada dirinya.

2. Tetap tenang dan segera mencari petugas keamanan

tetap tenang via https://www.google.co.id

Di tengah-tengah keramaian, jika tidak dapat menemukan ibu dan ayahnya, minta anak untuk segera mencari petugas kemanan yang sedang berjaga atau langsung menuju ke pusat informasi.

3. Jangan berbicara dengan orang asing

Advertisement

jangan bicara dengan orang asing via https://www.google.co.id

Latih anak-anak Anda supaya tidak mudah percaya dengan orang asing, juga minta kepada mereka supaya tidak berbicara dengan sembarang orang yang tidak dikenal. Jika tiba-tiba ada pemaksaan dari orang asing, minta anak Anda agar tidak segan-segan berteriak meminta bantuan.

4. jangan mau di beri sesuatu oleh orang asing

tolak pemberian orang asing via https://www.google.co.id

Ketika berada seorang diri atau tanpa persetujuan dari Anda minta anak agar tidak mudah tergiur oleh pemberian dari orang asing. Yakinkan mereka agar selalu berhati-hati dengan berbagai modus yang dilakukan oleh orang-orang berniat jahat.

5. Menghafal alamat rumah, nomor telepon Anda atau nomor telepon darurat

suruh anak hafal alamat rumah dan nomor telpon anda,atau nomor telpon darurat via https://www.google.co.id

Ajarkan kepada anak-anak agar mampu menghafal alamat rumah, nomor telepon Anda atau nomor-nomor telepon darurat untuk berjaga-jaga jika seandainya mereka tersesat di suatu tempat.

Dewasa ini banyak kasus penculikan anak-anak. Oleh karena itu, ketika sedang berada di tempat-tempat umum orangtua harus selalu mengawasi gerak-gerik putra-putrinya. Ingat selalu pesan dari seorang pembawa acara kriminal, Bang Napi, "Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan.

Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!".