Hey, kamu yang ada disana yang dahulu menjadi temanku dan kini  menjadi kekasihku. Tak pernah kita duga ada kisah yang indah seperti ini. Sekian lama kita tak pernah berjumpa karena jarak yang luas terbentang.

Tetapi, entah mengapa dari kejauhan ini tetap lahir getar cinta. Ternyata cinta tak mesti lahir dari seberapa sering kita bertemu, karena cinta kita berdua bertumbuh saat aku berada di pulau yang berbeda denganmu. 

1. Percayalah sayang kita berdualah yang menentukan jalan kita kedepan

kita berdualah yang akan menciptakan masa depan cerita cinta kita via http://www.ayeey.com

Tak banyak orang yang mau atau bertahan dengan kondisi seperti ini. Tidak sedikit juga orang yang meragukan kisah seperti ini. Tapi, entah mengapa kita nekat mengambil keputusan ini. Percayalah sayang kita berdualah yang menentukan jalan kita kedepan, kita berdualah yang akan menciptakan masa depan cerita cinta kita.

2. Maaf, aku tak punya seluruh waktuku untukmu

yang tak bisa setiap libur semester sesuka hati menjumpai keluarganya via http://www.kaskus.co.id

Masih ingatkah kamu ketika aku mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu dengan bernyanyi yang kau respon dengan tangisan kecilmu. Aku sadar mungkin saja kau menangis sambil tertawa pada saat itu karena suaraku yang tak layak untuk didengar ini. Saat ku tanya mengapa kamu menangis kau katakan bahwa kamu terharu dengan apa yang kulakukan.

Advertisement

Jujur sebenarnya aku merasa bersalah ketika aku tak mampu seperti pria yang kau idamkan dalam pikiranmu. Yang mengetuk pintu rumahmu membawa kue ulang tahun saat malam menjelang ulang tahunmu. Atau pria yang membelikanmu kado yang kau inginkan sedari dulu.

Maaf, aku hanya pria yang sedang menjalankan pendidikan di ibu kota ini yang tak bisa setiap libur semester sesuka hati menjumpai keluarganya atau bahkan terkadang harus mau hanya makan sehari sekali karena tak ada lagi uang di saku.

3. Walau aku begitu mencintaimu aku tetap akan selalu menghargai kebebasanmu.

Kebebasan untuk berteman kepada siapa saja via http://4.bp.blogspot.com

Apakah kamu masih ingat juga ketika kau menceritakan kepadaku tentang kamu yang bertemu dengan mantanmu? Aku tak mengira kamu menangis ketika aku bersikap diam. Kau berpikir bahwa aku sedang marah padamu, padahal aku tidak ada membentakmu.

Sayang, aku hanya diam tidak marah kepada mu. Walau aku begitu mencintaimu aku tetap akan selalu menghargai kebebasanmu. Kebebasan untuk berteman kepada siapa saja termasuk kepada mantanmu. Aku tidak mau menjadi orang yang mencintaimu sekaligus menghalangimu untuk berteman dengan orang lain.

Jujur aku salut kepadamu saat kau berani bercerita itu kepadaku. Kau mau mengambil resiko saat ada kumungkina aku memarahimu atau menghindar sejenak daripadamu. Aku salut akan keberanianmu dan kejujuran yang kau buktikan kepadaku.

4. Aku takut kau berpaling pada yang lain.

Aku teramat takut via http://hai-online.com

Hey sayang, tahukah kamu apa yang kutakuti setiap saat? Aku takut ketika kamu merasa jenuh dalam kondisi hubungan kita yang seperti ini.

Aku takut tak mampu memberikanmu rasa nyaman sehingga engkau menemukan rasa nyaman itu pada pria lain yang mampu mengajak kamu kemana-mana, menikmati malam dalam kehangatan dekapannya, yang mampu bercanda tawa tidak melalui telpon saja tetapi bertatap langsung dengan dia, dan selalu mengabadikan kenangan-kenangan indah dalam foto-foto kalian berdua.

Aku teramat takut ketika orang yang mencintaimu dari kejahuan ini tak mampu bersaing dengan pria yang selalu ada untukmu dan bisa kau ajak bertemu setiap waktu.

5. Andai kau ada disini, kuberikan semua yang kau inginkan.

akan kudekap erat tubuhmu via https://graziacalapai.wordpress.com

Andai saja sekarang kau ada disini akan kudekap erat tubuhmu, mencium keningmu, dan mengatakan “aku sangat merindukanmu”. Sayang, sabarlah dalam penantian, teguhlah dalam harapan, percayalah akan masa depan.

Sekali lagi aku minta maaf, aku tidak dapat dengan mudah menjanjikan kita bertemu dua bulan sekali, setiap libur semester atau bahkan satu tahun sekali. Tetapi aku akan selalu memperjuangkanmu, menunjukkan bahwa aku sangat mencintaimu. Seperti yang pernah kamu katakan kalau sudah jodoh sejauh apapun pasti akan berjumpa.

Kini telah empat bulan kita menjalin cinta, semoga sang cinta selalu merangkul kita dalam dekapannya sehingga kita diberi kesanggupan melangkah bersama dalam kondisi seperti ini, dalam keragaman sifat kita dan juga memampukan kita untuk selalu belajar memahami satu sama lain, dan belajar memahami diri sendiri.

Sayang, terima kasih telah bersedia mencintaiku.

Salam cinta dari pria yang mencintaimu dari kejahuan yang tetap mensyukuri keadaan.