Dari ku untuk sahabat sahabat baik ku yaah ini untuk kalian semua, yang sesungguhnya selalu ku rindukan. Maaf atas sikap acuh yang mungkin kamu lihat padaku belakangan ini. Maaf untuk kesibukan yang tiba tiba muncul diantara kita. Pernah ada waktu dimana kita hanya saling menunggu, juga terkadang saling menuduh ke-egoisan kita satu sama lain.

Hai, lama tak bersua ? Bagaimana kabar ? Aku selalu rindu pada kebersamaan kita, dari diam dan acuhnya aku sebenarnya aku ingin menyapa mu lebih dari sekedar memanggil nama. Aku rindu dimana kita bisa bercerita dengan bebas, sembari menertawakan hal yang mungkin bagi orang lain tidaklah lucu. Hai sahabat, kini masihkah sama rindu yang ku punya dengan rindu yang kamu miliki untuk ku ? 

1. Aku juga rindu, itu saja..

Kapan kayak begini lagi ? via http://facebook.com

Rasanya tlah lebih dari cukup waktu untuk mengenal satu sama lain selama ini. Tapi ntah mengapa rasa segan itu masih menerpa, ketika sesungguhnya aku ingin bicara lebih lama dengan mu. Entah mengapa tapi kerasnya kepalaku rasanya sulit ku runtuhkan untuk menggugurkan egoku untuk memulai semuanya duluan.

kita pernah bilang untuk saling mengingatkan

" Kalau aku slah jangan didiemin kamu harus bilangin aku..

Kamu juga, kalau aku ada salah ingatin aku "

2. Untuk pengertian mu atas tanggungjawab yang kini masih ku pegang, aku berterimakasih.

Untuk hal konyol yang pernah kita lakukan bersama, trima kasih. via http://impfashion.com

Advertisement

Sedih, ya itu yang kurasakan ketika akhirnya aku tak lagi bisa bertemu langsung padamu untuk mengucapkan Selamat Ulang Tahun, hanya video call yang menghubungkan kita Tya. Tapi percayalah rasa sayang ku tak pernah berkurang sahabat. Dan untuk kejutan yang akhirnya hanya bisa kuberikan malam hari maaf lipeh. Tapi terima kasih atas sgala pengertian yang kalian punya untuk ku.

3. Dari semua ego yang pernah ada, aku mengerti kita hanya saling menunggu siapa yang akan memulai terlebih dahulu.

Ayo mulai bersama? via http://www.hercampus.com

Kita bukan dua orang asing yang baru saja kenal dalam beberapa hari. Tapi kita adalah dua orang yang bertemu dan dekat untuk waktu yang cukup lama terlebih kita berada di perantauan yang sama. Tau kah? Aku bahkan malu pada diriku sendiri, ketika ke-egoisan singkat itu membuat kita memiliki jarak.

Ayo kita makan malam lagi.

Ayo main ke 0 km lagi.

Ayo karaokean lagi, ayo berenang meski kita sama sama tak terlalu bisa.

4. Dari semua titik yang kulewati saat ini, aku masih menginginkan kalian.

masa dimana aku sendiri, adalah masa dimana kenangan gila kita selalu melintas begitu saja via http://www.lovethispic.com

Ada waktu di mana aku duduk di perpustakaan dan memikirkan bahwa kita pernah tertidur disana, kita pernah menimbulkan keributan, dan pernah benar benar belajar disana. Terimakasih karena selalu menerima aku dari sisi diam ku, menerima aku dari sisi bawel ku, ceriaku, juga sedih dan marahku. Karena aku pun menerima mu dengan segala perbedaan kita.

5. Hei Kalian, yaaa kalian….

Gak perfect sih, tapi bikin nyaman juga cukup via http://instagram.com

Untuk si Bawel, si Baper-an, si Cuek, si Mudah Ketawa, dan Si usil bantul. Terima kasih untuk persahabatan yang kalian suguhkan padaku slama ini. Terima kasih untuk perbedaan yang mengajarkan kita jadi dewasa dan saling menerima.

Jadi kapan kita punya Quality Time lagi ?