Untukmu yang selalu dalam benakku, 

Aku tau engkau kecewa, aku juga memahami perasaanmu yang menganggap ku tak lagi ingin berjuang bersama dan menjaga hubungan yang kita jalani tahun demi tahun. Aku mengerti jika kasih yang dulu selalu engkau beri akan berubah jadi sakit hati yang mungkin akan sulit untuk ku obati.

Namun, ku mohon mengertilah jika perpisahan memang sudah seharusnya tak lagi identik dengan permusuhan yang terus menerus membuat kita terbenam dalam kebencian.  Bagaimanapun juga, kita penah bersama, kita belajar arti memiliki, mencintai, menghargai bahkan mencaci. Maka sudah sewajarnya jika status yang berakhir tak serta merta mampu mengakhiri perasaan yang ada diantara kita. Tak mudah memang, tapi percayalah semua akan membaik seiring berjalannya sang waktu.

Ku mohon percayalah kamu, aku pun tak pernah menginginkan akhir yang seperti ini dan akuLebih dari siapapun, aku percaya bahwa kelak kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik mendampingimu, berada di sisi mu tak peduli apapun yang terjadi.

 

 

 

1. Langkah Kaki Perlahan Pergi

Langkah Kaki

Langkah Kaki via https://www.google.com

Patah hati, sudah pasti.

Ya, fase pertama yang mau tidak mau harus kamu jalani pasca putus dari kekasih tidak lain dan tidak bukan ialah patah hati. Perlahan tapi pasti kamu akan mulai membenci dia yang pernah menghiasi hari. Tak tau sampai kapan hal ini akan terjadi, yang jelas kamu akan mulai berpikir untuk segera lari dan berharap luka yang kamu alami ikut pergi bersamaan dengan langkah kakimu yang semakin jauh.

2. Memori Selalu Tersimpan Rapi

Minggu demi minggu telah berlalu dan kini aku mulai mengerti bahwa engkau yang dulu selalu di sisi tak lagi ada untuk menemani. Aku tau semua yang telah engkau beri tak mungkin hilang dengan sendiri. Aku paham semua yang telah kita lewati akan selalu ku kenang dalam hati dan memori yang kusimpan untuk ku sendiri. Akupun mulai merasa sepi.

Tahukah kamu bahwa sesungguhnya aku begitu rindu??

3. Arus Perasaan Membuatku Kembali

Sakit hati yang aku alami memang telah pergi, namun rasa sayang di hati tak juga padam. Kenangan bersamamu selalu mengganggu pikiranku, menari-nari seakan mengejekku yang tak pernah mampu membuatnya menjauh. Suara hangatmu selalu berbisik, menggodaku untuk kembali. Hingga akhirnya aku tersadar bahwa sakit hati yang aku alami tak sebesar rasa sayang yang aku miliki.

Aku ingin kembali ....

4. Persahabatan Yang Mampu Aku Banggakan

Kita Bersama

Kita Bersama via https://www.google.com

kata orang, "Mantan adalah alumni hati, jadi jangan heran kalau suatu saat reuni"

Terdengar lucu memang, tapi itu lah adanya. Selalu terbesit keinginan untuk kembali, entah untuk menjadi sepasang kekasih maupun sahabat sejati yang saling menyemangati. Menjadi seseorang yang bersedia mendukungmu dan tak segan mengulurkan tanganku ketika engkau terjatuh. Percayalah, kita mampu menjalin hubungan yang lebih berarti dari sekedar kekasih, "persahabatan yang lebih membanggakan" ....

5. Terimakasih Kekasih

Masa lalu memang telah berlalu, dan yang ada, hanyalah harapan baru. Harapan baru bagi dua raga yang telah bersatu kembali, bukan lagi sebagai sepasang kekasih melainkan sebagai sahabat sejati. Tak ada lagi kata yang mampu terucap selain terimakasih ...

Terimakasih , satu kata berjuta rasa