“Aduh... Kenapa sih aku selalu sial... kenapa dia selalu beruntung?”

“Kenapa sampai sekarang aku masi jomblo, sedangkan orang lain gampang cari jodoh?”

“Kenapa sih padahal aku uda susah payah gini, tetapi dia gampang banget dapetnya?”

“Dia enak ya dia.. hmmm aku kok gak bisa gitu ya? “

“andai aku jadi dia ya, kehidupannya lebih enak”

Berbicara tentang keluhan, setiap orang pasti pernah mengeluh. Padahal kita tahu bahwa keluhan sendiri tidak menguntungkan. Tetapi rasanya kalimat keluhan itu tiba-tiba terlontar begitu saja saat emosi itu meningkat.

1. Sesekali kamu perlu cuek

hear-stockyimages-stockfresh_4997757_shut-up-i-dont-wish-to-hear_sizeXS via http://ninaamir.com

Sering kali kamu terpengaruh karena omongan seseorang ke kamu,misalnya saat seseorang berkata:

“Liat tu dia, kamu kapan bisa kayak gitu”

setelah itu kamu menjadi berpikir bahwa kamu adalah orang yang tak layak dan mulai mengeluh. Hei… jangan pikirkan label yang disematkan orang lain terhadapmu. Jika kata-kata itu membuatmu down, abaikan.

2. Lama-lama mengeluh, bisa menanamkan bibit iri ke dirimu

Advertisement

Tak terhitung berapa kali kamu mengeluhkan kehidupanmu, hal itu sama saja seperti kamu menyirami rasa iri dan benci yang muncul. Itu sangat merugikan dirimu. Mengapa? Karena saat kamu iri, kamu terus memikirkan kehidupan orang itu, kamu tidak memikirkan kehidupanmu, bahkan sampai kapanpun kamu tidak akan bisa melihat sisi baik dari dirimu jika setiap harinya kamu hanya mengeluh dan meratapi kehidupanmu.

3. Berhentilah mengeluh mulai dari sekarang

thinkstockphotos-495188292-2-e1447448858835 via http://blackdoctor.org

Mengeluh bisa mengurangi angka harapan hidup dan mengeluh membuat kita merasa tak berguna. Serem amat kan.. Lebih baik kurangi mengeluh dalam kamus hidupmu. Ingatlah, Kamu dan dia punya jalan yang berbeda. Jangan berpikir bahwa karena kamu selalu lebih buruk dan kamu tidak pernah bahagia. Ukuran bahagia itu relatif, tergantung darimana kamu memandang. Jika kamu merasa tidak mampu, berusahalah dengan maksimal. Jika sudah berusaha tetap masih belum berhasil, coba terus. Jika masih gagal berkali-kali hingga merugikan orang lain, cobalah kurangi keinginanmu. Disini saya tidak menyarankan untuk tidak berani bermimpi besar. Buat saya mimpi adalah hal yang wajib kamu punyai apalagi kalau kamu itu adalah anak muda. Tetapi mimpimu itu jangan sampai merugikan atau menyakiti yang lain. Seimbangkan dengan kemampuan dirimu.

4. Lihatlah ke dalam dirimu

smiling woman via http://psychologies.co.uk

"Potensi seseorang akan muncul, ketika ia percaya akan kemampuanya"

Cobalah fokus pada dirimu. Percayalah bahwa kamu terlahir unik, kamu tak perlu sama dengan orang lain. kamu juga tak perlu menjadi sempurna, setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jangan merasa minder, skenario terbaik telah disiapkan untuk kamu mainkan dengan baik.

5. Yakinlah kamu lebih kuat dari masalahmu

hear-stockyimages-stockfresh_4997757_shut-up-i-dont-wish-to-hear_sizeXS via http://kickofjoy.com

“kamu adalah seorang pemenang…”

Pernahkah kamu mendengar kalimat diatas?

Ya, kita adalah pemenang, disini saya melihat maksud kalimat itu dari sisi yang berbeda. Pemenang yang saya maksud disini adalah karena kamu telah berhasil melewati setiap fase sulit dalam hidupmu yang lalu. Bila kamu flashback betapa kuatnya kamu bisa sampai pada saat ini. Meskipun tak terhitung sulitnya masalahmu, kamu telah sampai disini. Dan kamu berhak melanjutkannya, jangan berpikir untuk berhenti. Dulu saja kamu bisa, dan sekarang kamu pasti bisa mengalami kemenangan itu. Percayalah Tuhan tidak akan membiarkanmu sendiri, Dia akan menolongmu dengan caraNya.