Buat para mahasiswa yang ingin membantu orang tua dalam hal finansial, mungkin tak sedikit dari kamu-kamu yang beranggapan bahwa kuliah dengan kerja itu tidak bisa berjalan beriringan.

Cuma fokus kuliah aja, indeks prestasi segitu-gitu saja. Mau jadi apa jadinya kalau kuliah disambi bekerja?

Pasti hal tersebut di atas sering ada di benakmu, ketika kau akan memutuskan untuk menjalani keduanya. Tapi, jangan risau. Hal di bawah ini, akan menguatkan tekadmu sehingga kamu berani dalam mengambil langkah.

 

1. Dengan menjalani keduanya, mereka akan pandai dalam membagi waktu yang mungkin orang lain sering kebingungan dibuatnya

Time is money, money not a time...

Time is money, money not a time... via http://annida-online.com

Sebagian dari kamu pasti beranggapan bahwa, apabila kita memutuskan kuliah dengan bekerja, kita bakalan keteteran dalam mengatur waktu.

Gimana mau belajar? Kalau pulang dari kerja sudah capek.

Itu salah besar, kamu pasti akan membuat daftar yang berisi jadwal-jadwal kegiatanmu. Ada waktunya, kapan kamu harus belajar dan kapan kamu harus bekerja. Kamu dilatih untuk bisa menyayangi waktu yang kamu punya semaksimal mungkin yang kamu bisa. Dan otomatis, kamu akan mengurangi kegiatan yang tidak penting. Seperti: menonton televisi hingga larut malam, nge-game, kongkow-kongkow dengan teman hingga pagi, misal.

2. Terlatih mandiri dan bertanggung jawab itu pasti

Bertanggung jawab atas diri sendiri, dan orang lain

Bertanggung jawab atas diri sendiri, dan orang lain via http://mediamataair.com

Kebanyakan seorang mahasiswa, masih terbawa sikapnya yang masih kekanak-kanakan, yang dibawa olehnya sejak SMA. Tapi dengan bekerja, kamu menjadi bertanggung jawab atas dirimu sendiri, keluarga, partner dalam bekerja, teman kuliah, dan orang lain yang mungkin kamu tak mengenalnya. 

Mau nggak belajar, nanti ip jelek. Mau malas bekerja, nanti nggak dapat uang.

Kamu bakalan jadi orang yang perfectionist sesaat. Bagaimanapun caranya, kamu pasti berpikir harus totalitas di kampus, dan totalitas di tempat kerja.

3. Akan kaya pengalaman baru, yang tentunya berbeda dengan mahasiswa pada umumnya

Banyak pengalaman baru

Banyak pengalaman baru via http://www.majapahit.ac.id

Kalau kamu memutuskan untuk kuliah dengan bekerja, sebaiknya kamu bekerja pada bidang profesimu kelak. Contohnya, kamu kuliah jurusan perhotelan, kamu mencari lowongan kerja di hotel. Kamu kuliah jurusan pendidikan, kamu bekerja sebagai guru les privat. Kamu kuliah di teknik mesin, cari lowongan kerja part time di bengkel terdekat. Kamu kuliah jurusan sains, carilah lowongan kerja part time di lembaga penelitian. Kamu kuliah di jurusan kesehatan, kamu bisa menjadi asisten para tenaga kesehatan yang sudah bekerja di instansi kesehatan. Kamu kuliah di jurusan ekonomi, kamu bisa mengambil part time sebagai kasir di sebuah swalayan, misalnya.

Dengan begitu, pengetahuan kamu akan dunia kerja justru akan semakin bertambah. Jadi besok sewaktu kamu sudah lulus kuliah, kamu tidak akan kaget dengan kerasnya dunia kerja dan mentalmu bukan mental anak SMA lagi tentunya.

4. Bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah langsung ke lapangan

Nggak cuma teoritis aja, langsung aksiii

Nggak cuma teoritis aja, langsung aksiii via http://pexels.com

Kamu nggak bosen kalau hidupmu monoton? Pagi berangkat kuliah, dengerin dosen ceramah sambil ngantuk terus pulang kuliah sampai indekos, tidur. Begitu terus hingga negara api menyerang. Kesuksesan tidak dibangun dari meja tempatmu belajar, tidak dibangun dari teori-teori yang hanya dapat sewaktu kamu kuliah. Dunia ini luas, bro. Kesuksesan dibangun dari semangat, kerja keras, dan pantang menyerah.

5. Mereka akan menjadi sarjana yang siap kerja, dan siap untuk membuka usaha

Jangan sampai kuliahmu terbengkalai karena bekerja

Jangan sampai kuliahmu terbengkalai karena bekerja via http://www.pizna.com

Banyak dari instansi yang mengeluhkan bahwa seorang sarjana tidak siap untuk bekerja. Jadi, banyak sarjana yang bekerja bukan pada jurusannya. Dengan kamu kuliah sambil bekerja, asalkan jadwal kuliahmu tidak terbengkalai dengan jadwal kerja, sah-sah saja jika kamu mulai merintis masa depanmu mulai usia dini.

Besok setelah lulus bila mau jadi bos, sudah tahu kondisi di bawah. Kalau mau membuka usaha, sudah tahu dasarnya.

6. Jaringan yang dikenal luas dan pasti akan punya banyak kenalan baru

Nggak cuma dosen killer, ibu kos, ibu kantin aja yang kamu kenal

Nggak cuma dosen killer, ibu kos, ibu kantin aja yang kamu kenal via http://www.knigge.ru

Dengan bekerja, jaringanmu akan bertambah luas. Kamu akan banyak menemukan orang-orang baru, dengan beragam karakteristik sifat. Di sana, kamu akan diajarkan banyak tentang ber-retorika dan mempengaruhi lawan bicara tentunya. Itu membantumu untuk bekal menghadapi semprotan dosen saat skripsi.

7. Meringankan beban orang tua serta adik-adik juga

Berjuang bareng lebih asik mah, pah...

Berjuang bareng lebih asik mah, pah... via https://pexels.com

Mah, Pah, maafkan aku. Kalau aku pagi harus kuliah dan malam harus bekerja, bukan karena uang yang kalian kirim kurang atau kalian tak mampu memenuhi semua kebutuhanku. Aku hanya ingin berjuang bersama kalian. Tidak adil bila kalian saja yang harus capek bekerja. Tapi jangan khawatir Mah, Pah. Aku akan berjanji pada diriku sendiri bila aku akan menyelesaikan studi-ku tepat waktu dan memperoleh nilai seperti yang kalian harapkan. Doakan anakmu ini selalu ya Mah, Pah...