Sudah cukup lama kita menjalani hubungan ini dan selama itu pula aku sudah mengenalmu dan keluargamu dengan cukup baik. Begitu pula dirimu, pasti sudah mengenalku dan keluargaku dengan cukup baik pula.

Aku rasa sudah cukup bagi kita untuk mengenal pribadi dan keluarga kita masing-masing. Mungkin sekarang sudah tiba saatnya bagi kita untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi. Hubungan yang bukan hanya menyatukan dua hati, akan tetapi hubungan yang bisa menyatukan beberapa hati menjadi satu dengan sebuah janji suci, yang akan aku ucapkan di depan penghulu, ayahmu, para saksi dan tentunya di hadapan Sang Ilahi.

Apakah aku berlebihan jika mengharapkan hubungan yang lebih serius lagi denganmu?

1. Perjalanan panjang cerita cinta kita memang penuh rintangan dan cobaan. Tetapi kepercayaan dan saling pengertian-lah yang membuat kita tetap bertahan.

kepercayaan dan perngertian yang membuat kita bertahan via http://hdwallpapersrocks.com

Selama ini mungkin teman-teman kita, para sahabat kita bahkan keluarga kita beranggapan, bahwa kita adalah pasangan yang harmonis dan hampir tidak pernah terjadi perselisihan. Mereka semua tidak salah jika beranggapan demikian, karena kita selalu bisa menyelesaikan masalah yang datang di hubungan kita dengan cekatan tanpa harus di besar-besarkan.

Itu semua karena sikap saling percaya dan pengertian dari kita berdua, yang membuat kita bisa tetap bisa tersenyum dan tertawa bahagia meski sedang terjadi perselisihan di antara kita. Aku rasa jika tidak ada kepercayaan dan pengertian di antara kita, mustahil kita bisa tetap bertahan sampai sekarang.

Karena aku sudah memilihmu untuk menggenggam seluruh hatiku. Maka izinkanlah aku untuk terus berada di sampingmu agar aku bisa menjagamu setiap waktu.

2. Sayang, aku mungkin tidak tampan dan rupawan. Tapi terimakasih karena telah memberiku kesempatan dan kepercayaan untuk membuktikan bahwa aku layak untuk bersanding denganmu di pelaminan.

Advertisement

kesempatan dan kepercayaan yang takkan aku sia-siakan via http://hdwallpapersrocks.com

Sayang , kamu pasti sudah tahu jika aku memang tidak setampan para actor drama korea. Aku juga tidak memiliki badan yang atletis seperti para binaragawan. Tapi aku ucapkan terimakasih padamu yang telah menyayangi dan mencintaiku apa adanya. Terimakasih karena kamu bisa menerima semua kekurangan yang ku miliki. Dan terimakasih karena telah memberikan aku kesempatan dan kepercayaan untuk membuktikan bahwa aku layak untuk bersanding denganmu di pelaminan.

Entah apa yang harus aku lakukan untuk membalas semua kebaikan yang telah kamu berikan. Satu hal yang pasti, bahwa aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang telah kau berikan. Itulah janji yang aku ucapkan pada diriku sendiri, sayang.

Karena kepercayaan sangat mahal harganya, jadi tidak akan pernah aku sia-siakan begitu saja.

3. Sayang, mungkin aku tidak akan bisa menjadi seperti yang kamu minta. Tapi percayalah aku akan terus berusaha untuk membuatmu bahagia bagaimanapun caranya.

percayalah aku akan terus berusaha untuk membuatmu bahagia bagaimanapun caranya. via http://hdwallpapersrocks.com

Aku sadar, selama ini aku masih belum bisa menjadi seperti yang kamu minta. Tapi tolong lihatlah diriku sekali lagi. Bagaimana pengorbanan serta perjuangan yang aku lakukan untuk sekedar membuatmu tersenyum dan tertawa bahagia selama ini.

Aku tidak meminta imbalan apapun atas apa yang aku lakukan untukmu selama ini, karena apa yang aku lakukan selama ini bukanlah sebuah pertunjukan yang harus di bayar dengan uang dan tepuk tangan. Akan tetapi apa yang aku lakukan selama ini adalah sebagai ajang pembuktian untukmu, bahwa aku adalah pria yang layak untuk bersanding denganmu di pelaminan (nanti).

Apakah itu belum cukup untuk meyakinkanmu bahwa aku layak untuk menjadi seseorang yang kau percaya untuk menjaga hatimu dan menjadi imammu?

4. Sayang, aku tahu bahwa aku bukanlah pria pertama dalam hidupmu. Tapi izinkanlah aku menjadi pria terakhir yang akan menemanimu hingga akhir waktu.

izinkan aku menjadi pria terakhirmu via http://hdwallpapersrocks.com

Aku dan kamu dua pribadi yang sama-sama memiliki masa lalu. Kamu tahu bahwa kamu bukanlah wanita pertama yang berhasil mengisi hatiku. Tetapi kini telah aku percayakan seluruh hatiku padamu, untuk kau jaga, kau sayang dan kau cintai.

Dan aku juga tahu bahwa aku bukanlah pria pertama yang berhasil mengisi hatimu. Tetapi kini percayakanlah hatimu padaku dan akan aku pastikan kebahagiaan untukmu.

Aku tahu, aku mungkin sudah menjadi pria kesekian kali yang hadir dalam hidupmu. Tapi aku mohon padamu, izinkanlah aku menjadi pria terakhir dan satu-satunya yang akan menemanimu hingga akhir waktu.

5. Satu hal yang ingin aku tanyakan padamu,”Maukah kamu berjuang dan menua bersamaku?”.

Maukah kamu berjuang dan menua bersamaku via http://hdwallpapersrocks.com

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)”

Sudah di jelaskan dalam sebuah hadits, bahwa jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka dari itu, aku ingin segera menghalalkanmu dengan cara menikahimu. Aku tahu, menikah memang tidak semudah yang kita bayangkan. Karena proses kehidupan setelah pernikahan pasti akan penuh dengan rintangan dan cobaan. Yang akan menuntut kita untuk bersikap dewasa dan bijak dalam mengambil suatu keputusan.

Maka dari itu aku bertanya kepadamu, apakah kamu bersediah berjuang dan menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?

Mungkin setelah menikah nanti, akan ada hal-hal yang sering kita ributkan. Tapi percayalah sayang, selama kita bersama tidak akan ada satu hal pun yang akan menggoyahkan cinta kita.

Percayalah sayang, Atas kuasa dan izin-Nya, kita pasti bisa menghadapi setiap rintangan dan cobaan yang datang menghadang. Jadi apakah kamu bersedia untuk berjuang bersamaku dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah?