Bagi kamu yang hidupnya di Jakarta pasti paham dengan mall-mall di sekitaran kota Jakarta. Sebut saja, Grand Indonesia, Pacipic Place, Sudirman City, Semanggi, Fx hingga Blok M Square. Berbagai fasilitas super nyaman tentu ditawarkan masing-masing mall untuk menarik minat pengunjung. Fasilitas super nyaman pasti sebanding dengan uang yang harus dikeluarkan. Ibarat hukum ekonomi, ada harga maka ada barang. Namun, tidak selamanya hukum ekonomi dipakai oleh semua kalangan. Bagi yang ingin tetap menikmati wisata asik tanpa mengeluarkan uang berlebih. Mungkin, kita bisa menengok sedikit ke pinggiran kota Jakarta. Berikut 5 wisata asik yang bisa kamu temui disekitar pinggiran kota Jakarta. 

 

 

 

1. Mengunjungi Museum Sambil Berfoto

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah via http://indonesia.travel

Tidak jauh dari stasiun Jakarta-Kota, kamu bisa menempuhnya dengan berjalan kaki. Terdapat beberapa museum yang wajib dikunjungi seperti Museum Fatahillah yang dahulunya digunakan sebagai balai kota. Di sebelahnya terdapat museum wayang yang berisi koleksi-koleksi wayang  di Indonesia maupun Mancanegara. Berjalan sedikit terdapat museum seni rupa dan keramik yang menampilkan berbagai macam koleksi seperti patung, lukisan atau benda-benda yang terbuat dari keramik. Kamu yang menyukai melihat koleksi-koleksi uang yang pernah beredar pada zaman dahulu hingga sekarang, bisa mengunjungi Museum Bank Indonesia dan Museum Bank Mandiri. Tidak ada salahnya menikmati wisata sambil belajar sejarah kota Jakarta. Dan jangan lupa untuk mengabadikan momen terbaik kamu saat berada di museum.

2. Menjelajahi Galeri Kesenian

Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki via http://www.indonesiakaya.com

Selesai mengunjungi Museum, tidak ada salahnya menjelajahi pusat kesenian yang berada tak jauh dari stasiun Cikini. Hanya berselisih tiga stasiun dari Jakarta-Kota, terdapat pusat kesenian dan kebudayaan Jakarta yang terkenal dengan patung setengah badan yaitu TIM (Taman Ismail Marzuki) berlokasi di Jalan Cikini Raya no.73. Untuk sampai ke lokasi tersebut, bisa ditempuh dengan dua cara yakini berjalan kaki atau naik Gojek. Jika ditempuh dengan berjalan kaki cukup teduh dan enak karena dikeliling oleh pohon-pohon besar dan rindang. Sampai di depan TIM, kita akan disambut oleh gedung tinggi berwarna putih. Tak hanya memiliki fasilitas enam teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip dan bioskop yang dipergunakan untuk acara kesenian dan budaya seperti pementasan drama, tari, wayang, musik, pembacaan puisi, pameran lukisan dan pertunjukan film. Di TIM juga terletak Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta. Bagi penikmati seni dan budaya, tentu sayang jika melewatkan pementasan yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki.

3. Menikmati Es Krim Tanpa Pengawet

Es Krim Ragusa

Es Krim Ragusa via http://www.makanmakan.com

Usai menjelajahi museum dan galeri kesenian, mari langkahkan kaki sedikit lebih jauh ke arah stasiun Juanda. Sekitar 30 meter dari arah keluar stasiun, tepatnya di belakang masjid Istiqlal terdapat sebuah kedai es krim jaman dulu bernama Ragusa yang sudah berdiri sejak tahun 1932. Kedai ini menjual es krim berbahan dasar susu sapi segar tanpa pengawet. Menu pilihan di kedai tersebut cukup beragam. Spaghetti ice cream dan banana split masih menjadi menu favorit. Suasana di kedai tersebut tidak pernah sepi oleh pengunjung terlebih di akhir pekan. Banyak keluarga, teman atau pasangan yang mampir di kedai tersebut dari sekadar untuk icip-icip sampai ajang kumpul. Namun, sangat disayangkan fasilitas nyaman yang ditawarkan oleh kedai tersebut kurang dari harapan. Banyak tukang makan di depan kedai tersebut dari tukang sate hingga tukang kue cubit, tidak ada AC di kedai tersebut melainkan kipas angin yang memenuhi pojok-pojok ruangan dan beberapa foto yang menampilkan kejayaan es krim Ragusa pada jaman dahulu. Untuk kualitas rasa, es krim Ragusa masih tetap juara di hati para penggemarnya.

4. Mengelilingi Bangunan Jakarta Dengan City Tour

City Tour Jakarta

City Tour Jakarta via http://www.venelova.com

Tak lengkap rasanya jika sudah mengunjungi museum dan mencicipi es krim Ragusa tanpa menaiki City Tour. Bus dua tingkat yang disediakan oleh pemerintah secara gratis untuk mengelilingi bangunan Jakarta yang lain. Sekitar 10 meter dari kedai es krim Ragusa, kita bisa berjalan kaki menuju halte bus City Tour yang berada di seberang halte transjakarta koridor Juanda.  Bus ini berhenti di tiap-tiap halte yang bertuliskan “City Tour”. Siapapun boleh menaiki bus tersebut dengan syarat masih tersedia kursi karena selama perjalanan, penumpang tidak diperbolehkan untuk berdiri. Rute yang dilewati oleh bus tersebut pada akhir pekan adalah: Halte Bundaran (HI) Hotel Indonesia – Halte Museum Nasional – Halte GKJ Sarinah – Halte Masjid Istiqlal (Monas 1), Halte Balai Kota (Monas 2). Posisi paling stategis untuk melihat bangunan Jakarta adalah di lantai 2 barisan paling depan. Fasilitas yang ditawarkan cukup nyaman dan bersih hanya saja bus tersebut belum dilengkapi oleh informasi mengenai lokasi yang dilewati atau alangkah serunya jika ada pemandu wisata yang menceritakan sejarah dari lokasi tersebut

5. Melihat Lebih Dekat Monas

Berhenti sejenak di Halte Monumen Nasional, kita akan melihat sebuah bangunan putih menjulang tinggi sekitar 132 meter dengan kubah emas di puncaknya. Bangunan yang menjadi ikon kota Jakarta diberinama Monumen Nasional atau Monas yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Setiap akhir pekan atau hari libur sekolah, Monas tidak pernah sepi dari pengunjung. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen Nasional ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB.  Memasuki pelataran Monas, kita akan disuguhkan dengan relief yang menggambarkan sejarah Indonesia. Memasuki sisi dalam Monumena Nasional, di bagian dasar Monumen terdapat ruang besar museum sejarah perjuangan nasional yang dilengkapi dengan diorama sejak jaman pra sejarah hingga orde baru. Tak hanya itu, di dalam cawan Monumen terdapat ruang kemerdekaan yang menyimpan simbol kenegaraan dan kemerdekaan Indonesia termasuk naskah asli proklamasi yang dibacakan oleh presiden Ir. Soekarno. Bergerak ke sisi selatan Monumen terdapat sebuah lift yang akan membawa kamu naik ke pelataran puncak dengan ketinggan 115 meter dari permukaan tanah. Sayangnya, lift ini hanya berkapasitas 11 orang sekali angkut. Jadi, harus rela mengantri dan bersabar untuk bisa naik ke pelataran puncak Monas. Dari sinilah, kita bisa melihat pemandangan kota Jakarta dari segala penjuru.  

Jakarta tak selalu mewah, Jakarta tak selalu gemerlap dengan hiruk pikuk manusia di Mall. Ada alternatif lain yang bisa kita nikmati untuk menghabiskan akhir pekan. Selamat menikmati wisata asik ala pinggiran Jakarta :)