Setelah berkali-kali mengirim lamaran, tes ini itu dan wawancara di mana-mana, kamu pun mendapat pekerjaan. Bahagia jelas, lega juga tak perlu ditanya. Dan walaupun nominal gaji belum sebesar harapanmu, setidaknya jerih payahmu akhirnya lunas dengan rasa senang. Tapi kalau saja masih ada yang mengganjal di dalam hati, sepertinya kamu harus berbagi kebahagiaan ini. Meski dalam hati juga berkecamuk, apa iya sih harus banget berbagi ke orang lain, toh gajiku masih kecil banget?

Kamu harus berbagi, sekecil apapun itu kalau kebahagiaan sudah dibagikan maka kata orang tua “nanti dapat berkah”. Setuju atau tidak, walaupun cuma sedikit rasa-rasanya kalau dibagi bersama kawan-kawan dekat sangat menyenangkan. Daripada kamu bingung mau berbagi dengan siapa, kamu baiknya menyisihkan gajimu untuk berbagi. Beberapa alasan ini perlu kamu pahami biar nggak ragu lagi berbagi kebahagiaan di gaji pertama.

1. Karena di balik kebahagianmu ini ada orang-orang di sekitarmu yang juga punya peran akan keberhasilanmu

Makan-makan… via unsplash.com

Masih ingatkan siapa yang dulu menawarimu pekerjaan ini? Siapa lagi kalau bukan teman dekatmu sendiri.

Bayangkan kalau kamu pernah membantu seorang teman, di lain hari teman yang kamu bantu sukses dan melupakanmu, bagaimana rasa sakitmu itu? Baiknya segala yang kamu dapatkan paling tidak kamu merawatnya dengan baik. Dengan apa? Dengan ritus berbagi bersama kawan atau keluarga karena mereka pun sering membantumu.

2. Menunjukkan hasil pencapaianmu, nggak berarti sombong. Biar mereka paham bahwa apa yang kamu lakukan akhirnya berguna untuk orang lain

Advertisement

Biar mereka paham bahwa kamu nggak bisa seperti sekarang tanpa mereka… via unsplash.com

Bukan sombong, tapi karena apa yang kamu dapatkan hari ini perlu orang ketahui. Dengan begitu, segala yang kamu dapatkan juga mencerminkan suatu kebanggaan, punya teman-teman dan kerabat yang istimewa yang membangun diri, bukan pada hal-hal yang negatif. Sebagai bukti bahwa kamu berterimakasih ke teman-teman yang telah mengubahmu menjadi manusia yang lebih baik, kamu perlu lah berbagi dengan mereka.

3. Karena berbagi pun buatmu sadar diri, kalau di luar sana ada banyak orang tak semujur kamu yang perlu dibantu sesekali

Biar mereka terpacu… via pexels.com

Kamu mungkin sekarang dalam kebahagiaan, punya gaji dan rasa senang luar biasa. Tapi lihatlah di luar sana, mereka yang terpaksa kerja serabutan dan bahkan jadi pengangguran karena dunia semakin kejam untuk mereka yang nggak beruntung. Berbagi bersama mereka akan menambah semangat mereka, semoga kamu juga berbagi ilmu dengan mereka hingga akhirnya mereka terpantik untuk mengejar impian mereka. Berbagi ilmu juga bisa lho…

4. Supaya rezekimu semakin berkah, mengingat disetiap suksesmu ada doa dan dukungan entah orangtua, kakak, adik atau teman

Nggak ada yang doa dan dukung kamu, kamu nggak mungkin bisa bertahan lama… via pexels.com

Orangtua kita sering menasehati bahwa apa yang kita miliki jika dibagikan maka akan beroleh berkah Tuhan. Kalau benar begitu, lantas kenapa kamu nggak berbagi gaji pertamamu itu. Toh dengan hal ini kamu bisa mendapat dukungan lebih dan doa-doa yang akan membangunmu menuju kesuksesan yang kamu idamkan.

5. Mumpung kebutuhan dan tututan gaya hidupmu belum terlalu banyak, tak ada salahnya sekadar mentraktir orang-orang terdekat

Mentraktir selagi mampu via unsplash.com

Lihat dirimu, berapa banyak sih yang kamu butuhkan? Kalau kamu merasa kamu belum terlalu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, baiknya alihkan itu ke sesuatu yang bikin orang lain bahagia. Lebih baik lagi kalau kamu bisa mewujudkan apa yang dibutuhkan orang-orang terdekatmu.

6. Biar nggak dianggap pelit walau mungkin gajimu sendiri tak seberapa, yang penting kamu pun harus ikhlas berbaginya

Yang penting ikhlas dulu biar bawaannya enak kalau mau traktir. via pexels.com

Nggak jarang kan ada saja yang menggunjingkanmu perihal gaji dan uang. Padahal niatmu nggak berbagi karena mungkin gaji yang kamu miliki terlalu sedikit, tapi apa boleh buat daripada timbul gunjingan negatif yang nggak menyenangkan baiknya berbagi. Tapi ingat berbagi kebahagiaan saat gaji pertama kalau nggak dilandasi keikhlasan juga sia-sia.

7. Sebab hidup ini simbiosis mutualisme, saat kamu berbagi kebahagiaan ke orang lain, dan kelak mereka akan membagi hal yang sama ke dirimu

Biar kelak mereka dengan senang hati mengulurkan tangan saat kamu jatuh via pexels.com

Jangan harap kamu dapat bantuan yang melegakan dari orang-orang terdekat kalau setiap kamu dapat kebahagiaan kamu tak pernah ingat ke mereka. Padahal, teman-teman dekatmu itu seringkali dengan hati ikhlas membantumu. Sekarang nggak ada lagi deh pelit-pelitan, sudah saatnya berbagi, siapa tahu mereka juga semakin senang denganmu. Syukur-syukur usahamu nanti juga menjadikan mereka orang yang derma seperti dirimu.

Susah senang bersama teman tak akan terlupa, mereka yang senantiasa ada di sampingmu patut mendapatkan kebahagiaan darimu. Mereka yang kadang menyebalkan itu adalah teman, sejatinya teman, pun kalau kamu sedang kesusahan mereka lah yang akan datang membantumu. Daripada hubungan kalian renggang gara-gara nggak ada romantisme perkawanan ini, baiknya segala kebahagiaan memang harus dibagikan. Bukan perkara uang, apapun yang membuatmu bahagia layak banget untuk dibagikan dan dirayakan bersama-sama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya