Hidup adalah proses belajar yang tidak ada habisnya. Hal yang kita lakukan hari ini, disadari atau tidak, bisa membawa pengaruh besar ke  jalan hidup kita selanjutnya. Karena itu, penting bagi kita untuk berhati-hati dalam membuat keputusan-keputusan hidup.

Di artikel ini Hipwee akan memaparkan keputusan hidup macam apa yang jika tidak kamu pertimbangkan dengan baik, bisa membuatmu menyesal dalam 10 tahun kedepan. Apa saja sih keputusan hidupnya? Apa yang harus kita hindari jika tidak mau jadi orang menyesal dalam hidup?

1. Tidak Menjadi Diri Sendiri Hanya Demi Terlihat Lebih Baik Di Depan Orang Lain

Tidak menjadi diri sendiri demi menyenangkan orang lain via www.aubreyrd.com

Citra dan penilaian orang memang sering jadi pertimbangan kita dalam bertindak. Tidak jarang kita memasang topeng agar “nilai” kita naik di mata orang lain. Semisal nih, sebenarnya kamu adalah orang yang outspoken dan kocak. Tapi demi diterima dalam lingkaran pertemanan mereka yang berprestasi, kamu memilih untuk menampilkan diri sebagai orang yang pendiam.

Meruntuhkan atau menutupi pribadi aslimu demi terlihat lebih baik di mata orang lain akan membuatmu jadi orang yang tidak jujur pada diri sendiri. Secara perlahan, aksi memasang topeng ini juga bisa membuat kamu lupa tentang siapa dan bagaimana pribadimu yang sebenarnya.

Advertisement

Orang-orang yang dekat dan menerimamu juga bukanlah teman-teman sejati. Mereka menyukaimu karena topeng yang kamu lekatkan di wajahmu. Jika topeng itu luruh, apakah kamu masih yakin mereka akan bertahan?

2. Percaya Waktu Orang Bilang, “Gila Lo! Pasti Nggak Bisa!”

Tidak ada yang boleh mengatur mimpimu via sementesdasestrelas.blogspot.com

Sedari kecil kamu ingin sekali jadi penulis. Tapi orang tua dan guru-gurumu bilang, jadi penulis tidak akan bisa memberimu kehidupan yang layak. Memilih jadi penulis sama saja dengan secara sukarela mendaftarkan diri ke kelompok yang hidup dibawah garis kemiskinan. Akhirnya kamu memilih masuk jurusan Akuntansi, yang dianggap bisa menawarkan masa depan cerah.

Kelak, ketika kamu sudah jadi akuntan dan di dalam hatimu masih bergejolak rasa ingin menerbitkan tulisan — barulah kamu akan sadar. Impian dan panggilan hati tidak akan bisa kamu tinggalkan sampai kapanpun.

Meskipun kamu merasa bahagia dengan profesi yang sedang dijalani, tapi panggilan hati yang sejati terus akan mengikutimu. Betapa tidak nyamannya jadi orang yang masih terus penasaran, belum bisa menjawab pertanyaan paling mendasar:

“Cukup mampukah dirimu mewujudkan impian?”

3. Bertahan Dalam Hubungan yang Membawa Pengaruh Buruk

Bertahan di hubungan yang membuatmu tidak berkembang via plus.google.com

Banyak orang bilang, pribadi kita ditentukan oleh 5 orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama (“you become like the 5 people you spend the most time with”). Dalam hidup, kita pun perlu membuat pilihan tentang siapa saja yang layak terus berada di hidup kita dan siapa saja yang harus ditinggalkan.

Meninggalkan sekelompok teman atau seorang kekasih memang tidak pernah mudah. Namun bertahan dalam hubungan yang tidak membawamu kemana-mana dan tidak memberikan dampak pada perkembangan pribadimu juga bukanlah hal yang bijak. Kamu berhak dikelilingi oleh orang-orang yang bisa membuatmu naik tingkat.Kamu layak masuk ke lingkungan yang bisa membuatmu jadi orang yang lebih baik.

Bertahan dalam hubungan yang tidak membawa dampak positif bagi pengembangan pribadimu akan membuatmu menyesal kelak.

4. Jadi Orang Egois yang Tidak Pernah Memperhatikan Perasaan Orang Lain

Jadi orang yang egois dan tidak pernah memperhatikan masukan orang lain via justsomething.co

Memang sih, hidupmu adalah otoritasmu. Kamu berhak menentukan jalan dan arah hidupmu sendiri. Tapi bukan berarti kamu bisa tidak mengindahkan pendapat orang lain. Bagaimanapun, kamu adalah pribadi sosial yang hidup berdampingan dengan orang-orang terkasih.

Jadi orang keras kepala yang tidak memperhatikan perasaan orang lain hanya akan membuatmu menyesal di kemudian hari. Keputusan-keputusan egois yang saat ini nampaknya membebaskan ternyata harus dibayar dengan harga mahal. Hubungan baik dengan orang-orang terdekat yang hancur, keengganan mereka mendekatimu karena sikap kerasmu — ini tidak sebanding dengan kebebasan semu yang kamu dapatkan.

5. Enggan Mengeluarkan Uang Untuk Membantu Orang Lain

Perhitungan dan tidak membantu orang lain bisa membuatmu menyesal via www.suck.uk.com

Perhitungan dan menyimpan materi untuk kepentingan diri sendiri memang bisa membuat dirimu makmur. Tapi bukankah hidup sepatutnya lebih dari sekedar menjadi kaya, punya rumah, punya mobil kemudian mati? Bukankah sebaik-baiknya hidup adalah yang bermanfaat bagi sesama?

Jadi orang yang perhitungan dan enggan mengulurkan tangan untuk membantu orang lain akan membuatmu jadi pribadi yang tidak berbahagia nantinya. Ketika kemanfaatan yang diberikan Tuhan padamu tidak kamu gunakan untuk membantu orang lain, kamu akan jadi pribadi yang tercukupi secara materi. Tapi, kosong di hati.

6. Mudah Menyerah Dalam Perjuangan Mencapai Sesuatu

Mudah menyerah saat berjuang mencapai sesuatu via funny-pictures.picphotos.net

Mencapai impian yang sudah kamu idamkan memang tidak pernah mudah. Menyerah dan berbalik arah memang menggoda untuk dilakukan, terutama ketika kesulitan mulai menghadang. Tapi jika kamu bertahan pada kebiasaan mudah menyerah ini, jangan kaget ya kalau kelak kamu akan ditimpa banyak penyesalan.

Saat kamu melihat orang lain bisa mencapai impianmu, kamu akan tertegun dan bicara pada dirimu sendiri:

“Ah, seandainya saja dulu aku mau berusaha lebih keras. Pasti aku juga bisa”

Pengandaian macam inilah yang akan membuatmu sakit hati. Kamu tahu kalau sebenarnya kamu punya kemampuan untuk mencapai impian itu. Tapi keengganan berjuanglah yang membuatmu jalan di tempat. Dan sayangnya, waktu tidak bisa diulang kembali.

7. Selalu Overthinking Dalam Segala Hal

Berpasrahlah pada kekuatan besar diluar dirimu via www.quoteswarehouse.com

Berusaha membuat semuanya berada di dalam kendalimu terkadang justru makin memperkeruh suasana. Kamu akan terjebak pada pikiran-pikiran buruk dan kecemasan yang belum tentu akan terjadi. Kebiasaan overthinking akan membuatmu jadi orang yang tidak lepas dalam bertindak.

Ingin semuanya berjalan lancar memang baik. Tapi berusaha mengatur semuanya agar berjalan sesuai kehendakmu adalah hal yang tidak bijak. Bagaimanapun, ada kekuatan besar di luar dirimu yang perlu kamu percayai. Dia akan memberikan yang terbaik untukmu, selama kamu benar-benar memaksimalkan usaha.

8. Tidak Bisa Melepaskan

Berkeras enggan melepaskan via willigula.tumblr.com

Berpegang erat pada sesuatu yang tidak membawa kebaikan bagi dirimu adalah racun yang perlahan bisa menggerogoti kewarasanmu. Jika kamu memilih untuk jadi orang yang susah move-on, artinya kamu sedang menyia-nyiakan hidupmu sendiri. Banyak kesempatan yang akan terlewatkan ketika kamu masih terpaku pada masa lalu.

Terus menempatkan diri dalam kenangan yang sudah lewat tidak akan membawamu kemana pun. Kamu hanya akan berputar di penyesalan dan kesalahan yang sama. Saat kamu rela melepaskan, biasanya justru kebaikan akan datang.

9. Mengambil Komitmen Besar Hanya Karena Tidak Lagi Kuat Menahan Tuntutan Sosial

Mengambil komitmen besar demi menyenangkan orang lain via ianphotography.asia

Menikah, naik haji, punya rumah, S2, punya anak, berinvestasi, tambah anak — adalah tuntutan sosial yang terus datang kepada kita. Semakin dewasa, tuntutan-tuntutan itu justru akan makin bertambah. Tidak sedikit orang yang memilih melakukan hal yang tidak sesuai kata hati, hanya demi mengikuti tuntutan sosial dan agar orang di sekitarnya diam.

Beberapa orang menikah bukan karena siap menikah, tapi karena dianggap sudah siap menikah. Tidak sedikit yang punya anak bukan karena siap punya anak, tapi karena dianggap sudah saatnya punya anak. Pun membeli rumah dan berinvestasi. Walaupun kemampuan finansial belum cukup memadai, tapi karena dianggap sudah saatnya ya diikuti saja tuntutannya.

Terus berusaha mengikuti tuntutan sosial hanya akan membuatmu bingung akan jenis kehidupan macam apa yang ingin kamu jalaniTuntutan sosial tidak akan pernah berhenti. Berusaha terus mengikutinya dan mengesampingkan kata hatimu justru akan membuatmu lelah.

10. Tidak Memanfaatkan Waktu Dengan Baik

Waktu tidak akan pernah terulang lagi via quotespoem.com

Kamu masih sering santai-santai di jam kerja, padahal waktu produktif itu bisa kamu manfaatkan untuk merampungkan tanggung jawab. Dampaknya, waktu pribadimu berkurang. Kamu sering pulang masih berbekal pekerjaan. Buku bacaan yang menanti untuk dituntaskan pun makin jarang terjamah tangan.

Kalau tidak mau jadi orang paling menyesal di dunia, hindarilah kebiasaan membuang-buang waktu. Maksimalkan kemampuanmu untuk menggunakan waktu sesuai kegunaannya. Dengan memiliki pola kerja yang baik, kamu akan punya kehidupan yang lebih seimbang dan tertata.

11. Menyalahkan Keadaan

Terus menyalahkan keadaan tidak akan membawamu kemanapun via japanesetease.net

Ketika dihadapkan pada kegagalan, kamu lebih sering melemparkan kesalahan pada orang lain dibanding melakukan introspeksi diri sendiri. Contohnya nih, kamu gagal dalam ujian. Eh, alih-alih mengakui kekuranganmu dalam mempersiapkan diri, kamu malah menyalahkan tetangga sebelah kost yang ribut dan mengganggu konsentrasimu.

Jadi pecundang yang tidak mau mengakui kesalahan diri sendiri akan membuatmu jadi pribadi paling menyesal sedunia. Kebiasaan ini akan membuatmu jadi orang yang kebal terhadap masukan. Kamu tidak pernah merasa salah, maka kamu merasa tidak ada kewajiban untuk memperbaiki diri.

Kalau sudah begini, ucapkan selamat tinggal pada keberhasilan yang selama ini sudah kamu tunggu-tunggu kehadirannya. Keberhasilan tidak pernah mampir pada pribadi arogan yang merasa dirinya paling benar.

12. Terus Berandai-Andai Tanpa Melakukan Sesuatu

Berandai-andai tanpa melakukan apapun akan membuatmu menyesal via desktopia.net

Impian dan keinginanmu melimpah ruah. Tapi, besarnya keinginan tidak dibarengi dengan usahamu untuk mencapainya.Kamu hanya terjebak pada berbagai ide, tanpa pernah melakukan sesuatu yang konkret.Ide-ide tersebut kamu rasa sudah sangat kuat dan pasti sukses. Sayang, kamu minim eksekusi.

Jadi pemimpi itu boleh dan perlu. Bagaimanapun, segala sesuatu pasti dimulai dari mimpi bukan? Namun yang berbahaya adalah ketika kamu jadi pemimpi yang penuh omong kosong. Ketika mulutmu lebih banyak bergerak dibandingkan tanganmu. Orang lain tidak perlu tahu apa mimpimu. Kamu hanya perlu mewujudkannya di depan mata mereka.

Itu tadi 12 hal yang jika terus kamu lakukan, bisa membuatmu jadi orang yang menyesal dalam 10 tahun mendatang. Tentu kamu tidak mau ‘kan jadi pribadi yang menyesal di kemudian hari?