Kita terlanjur sepakat bahwa yang namanya lelaki pastinya harus gagah berani dan kuat secara fisik. Kata ‘fisik’ dalam hal ini mengacu pada keterampilan, keahlian, dan kesigapan untuk mengandalkan otot. Baru setelah itu deh seseorang yang berjakun pantas dapat gelar “cowok banget”.

Memang sih, dibandingin cewek, cowok umumnya punya fisik yang lebih kuat. Tapi apa iya, makna kejantanan dan “cowok banget” itu sesempit soal fisik aja? Cowok yang kekar tapi brengsek, layakkah dibilang “cowok banget”? Cewek yang juga kebetulan berotot… masa’ harus dibilang “cowok banget” juga?

Mereduksi kejantanan jadi spesifik soal fisik adalah menafikan kelebihan lain yang dipunya pria. Padahal luasnya pengetahuan juga bisa bikin cowok jadi mempesona

Dia yang Kalem dan Biasa aja. via www.bravotv.com

Seorang pria tidak semestinya dilihat hanya dari sisi fisik saja. Kemampuan yang dimilikinya tidak hanya soal pamer otot dan dada bidang. Di zaman ini, ketrampilan yang sesungguhnya relevan bagi  kaum adam adalah mampu berpikir visioner dan berkompetisi. Kompetisi yang semacam itu memerlukan pengetahuan dan sikap rendah hati dalam melihat kesempatan.

Oleh karena itulah, kualitas pribadi seorang lelaki tidak lalu dilihat dari fisiknya yang kuat saja. Ketahanan berpikir, beradaptasi, dan berusaha keras dalam mengembangkan ide juga tak kalah melelahkan dengan aktivitas membentuk otot. Kapasitas diri tak hanya dapat dilihat dari satu sisi, melainkan dari setiap lini.

Perlihatkanlah kualitas diri dengan menjadi karakter yang unik. Supaya orang mengerti bahwa menjadi lelaki tak hanya soal fisik.

Advertisement

Karakter unik, tahu apa yang kamu mau dan kenapa kamu menginginkannya via fuckyeahandywarhol.tumblr.com

Jadilah pribadi yang unik: dia yang tahu apa yang disukainya, kenapa dia menyukainya, apa yang diinginkannya, dan kenapa dia harus mendapatkan apa yang diinginkannya. Dengan begini kamu gak bakal mencla-mencle dan selalu hidup dengan tujuan. Ketika cowok lain khawatir soal fisik, kamu bisa santai saja melenggang karena tahu sikap mawas dirimu selama ini membuat orang lain segan.

Buktikanlah bahwa menjadi pria pada intinya adalah menjadi unik. Tidak berhenti mengeksplorasi diri, siap mengapresiasi dunia dengan caramu sendiri.

Kepandaian berbicara pun nilainya tinggi. Jika memang fisikmu sudah mumpuni, tetaplah pandai menaruh diri di setiap kondisi.

Jadilah dirimu sendiri via chrisv.com

Pria akan tetap menjadi seorang pria ketika tidak memiliki fisik yang bisa dibilang macho. Namun, harga diri akan luluh lantak ketika tidak dapat bersikap hormat dan menaruh diri. Manusia dipandang berdasarkan perkataan dan pikirannya. Kedua hal itulah yang justru perlu dikedepankan dari seorang lelaki. Bukan soal perkara bahwa kaum adam nantinya menjadi kepala rumah tangga, namun lebih kepada visi yang dibawa untuk menjalani kehidupan. Visi itulah yang akan menjadikan perjalanan hidup sebagai pengalaman yang penuh dan utuh.

Lihat saja banyak tokoh-tokoh besar dengan postur biasa justru melegenda. Itulah bukti bahwa dunia tidak melihat fisik semata.

Nick Vujicic membuktikannya dengan sikap dan pengetahuan. Keterbatasan tidak lalu membuat dia menyerah begitu saja. Sebaliknya, dia menginspirasi banyak orang. Dia adalah legenda kehidupan yang membuktikkan bahwa perjalanan hidup yang otentik merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Dia sempurna dalam ketidaksempurnaan. Ironis, ‘kan, kalau kita yang masih diberi apa yang tidak dimiliki oleh Nick Vujicic justru sibuk soal bagaimana membentuk perut.

Lagipula, apalah arti postur lelaki ketika cewek zaman sekarang juga bisa diandalkan untuk urusan fisik?

Jamie Cullum : Posturnya biasa, prestasi luar biasa via www.wsj.com

Zaman sudah berubah. Lelaki tak hanya diandalkan pada dunia fisik semata. Bahkan banyak lelaki yang keluar masuk dunia perempuan, namun tetap menjadi lelaki. Kita bisa melihat desainer pria yang mendunia, Oscar Lawalata misalnya. Inilah alasan tak perlu minder ketika memiliki postur tubuh yang tak gagah-gagah amat. Dunia lelaki dan perempuan sudah beririsan. Perbedaan tegas hanyalah di kamar ganti dan kamar mandi. Untuk itu, selama masih di luar itu dan di langit yang sama, maka percaya dirilah pada apa yang melekat dalam diri.

Satu yang penting adalah menjadi diri sendiri. Dengan ini kamu akan memiliki karakter pribadi: dan inilah kunci menjadi abadi

Banyak hal yang dapat dieksplorasi via twitter.com

Menjadi diri sendiri adalah syarat mutlak untuk mencapai titik kehidupan yang penuh dan utuh. Oleh karena itu, yang paling penting dalam menjadi seorang lelaki adalah jujur terhadap diri sendiri. Jika memang handal dalam olah fisik, maka akan lebih mulia ketika disalurkan ke jalur yang tepat, menjadi konsultan atau instruktur olahraga dan kesehatan, misalnya. Namun, jika memang tidak memiliki fisik yang mumpuni janganlah minder hanya karena iklan suplemen atau temanmu yang pacarnya cantik karena jago dalam soal olah fisik. Sebab, follower tidak akan pernah menjadi abadi dan dikenang di dunia ini. Sebaliknya, bagaimanapun dirimu jika memang percaya diri, maka keutuhan hidup akan kamu miliki.

Sulit memang menjadi cowok di zaman ini. Di satu sisi harus dapat diandalkan dalam kerja fisik. namun, di lain lini juga harus mempunyai visi yang mumpuni. Dua hal itu terkadang bertolak belakang dan sulit dicapai bersamaan. Oleh karena itulah, tidak bijak ketika melihat seorang pria hanya dari sudut pandang saja. Lihatlah dulu sekelilingnya dan ketrampilan yang lainnya, mungkin ada banyak hal yang dapat dikembangkan. Bukankah lebih menarik ketika kita melihat puncak gunung dari berbagai titik pandang?