Bagi orang yang sudah punya pengalaman kerja saja, mencari pekerjaan bukan hal yang mudah. Persaingan keras dengan kandidat lainnya harus dijalani, sebab di era modern ini sudah makin banyak job seeker yang ahli. Personal branding dan menang skill jelas menjadi modal untuk bersaing dengan ketat. Tapi bagaimana dengan kamu yang masih hijau, alias baru lulus kuliah, dan nggak punya pengalaman apapun yang bisa kamu ajukan?

Belum-belum kamu sudah mundur perlahan, karena kebanyakan lowongan pekerjaan mensyaratkan pengalaman minimal 1-2 tahun di bidang yang bersangkutan. Kamu pun jadi galau dengan kenyataan bahwa perusahaan hanya mau memperkerjakanmu bila kamu punya pengalaman. Sementara bagaimana kamu bisa punya pengalaman kalau nggak ada perusahaan yang mau memberimu kesempatan?

Sudah-sudah. Jangan galau terus-terusan. Begitulah kejamnya dunia kerja yang harus kamu terima. Untuk membuatmu bisa bersaing dengan mereka yang berpengalaman, yuk simak beberapa hal ini!

1. Ciptakan ‘pengalaman kerja’ dengan caramu sendiri. Buat kantor percaya bahwa kamu skill yang mereka cari

Cari pengalamanmu sendiri via eyeswideopenuk.tumblr.com

Meskipun kamu belum punya pengalaman professional, yang kamu bekerja dan dibayar, pengalaman tidak hanya berasal dari pengalaman bekerja di perusahaan. Kamu bisa membuat pengalamanmu dengan caramu sendiri. Misalnya, bila kamu ingin bekerja sebagai Public Relation, kamu bisa membuat personal branding via media sosial yang bagus, sehingga kantor yang kamu lamar bisa menjadikan itu sebagai bahan pertimbangan. Bila kamu ingin menjadi seorang content writer, kamu bisa memulainya dengan menulis blog atau menulis di kolom-kolom probono. Kamu juga bisa memperkaya pengalaman melalui kegiatan-kegiatan volunteer. Sehingga kamu tidak terpaku pada kerangka kerja professional saja.

2. Meski pengalaman resmi belum ada, jangan lupa mencantumkan keahlian yang kamu bisa. Buat secara spesifik agar mudah diterima

Advertisement

Tonjolkan skill yang kamu punya via www.engleski.co

Ketika perusahaan mensyaratkan pengalaman, sebenarnya mereka sedang mencari seseorang dengan skill yang bisa dijadikan jaminan. Karena itu, di CVmu, jangan ragu untuk mencantumkan keahlian yang kamu punya. Bila kamu jago design, meski selama ini hanya menjadi tukang design di organisasi kampus, kamu bisa juga mencantumkannya. Sampaikan secara spesifik, software apa saja yang kamu kuasai. Serta kamu bisa membawa portofolimu sebagai bukti. Begitu juga bila kamu jago merangkai kata ataupun mengolah gambar menjadi video. Tunjukkan bahwa meskipun kamu belum dibayar secara professional, tapi kamu kemampuanmu bisa dipersaingkan.

3. Tunjukkan yang terbaik darimu saat sesi interview. Kadang perusahaan bukan mencari yang ‘sudah jadi.’ Tapi yang mau dibentuk dan belajar lagi

Tunjukkan pribadi yang menyenangkan via www.scribblelive.com

Momen interview adalah momen yang krusial. Diterima atau tidaknya kamu di sana 70 ditentukan oleh momen ini. CV yang bagus dan penuh bukan jaminan utama untuk diterima. Perusahaan juga akan melihat kepribadianmu, karena kelak kamu akan bekerja dalam sebuah tim. Rasa percaya diri jelas perlu. Tapi rasa percaya diri yang kamu punya harus dikemas dalam sikap yang rendah hati. Tunjukkan bahwa kamu sangat antusias untuk bekerja di perusahaan tersebut, serta punya motivasi yang tinggi untuk selalu belajar. Dua hal itu, adalah modal awal yang disukai perusahaan. Sebab motivasi diri dan kemauan untuk belajar, sudah merupakan tahap awal untuk menjadi orang professional.

4. Singkirkan egomu dan jangan ragu untuk memulai dari bawah. Itu lebih baik daripada tidak pernah memulai, bukan?

Jangan ragu untuk memulai dari bawah via www.scribblelive.com

Terkadang yang membuat sulit untuk mendapatkan pekerjaan adalah sifat picky yang kamu pertahankan. Padahal sebagai lulusan baru yang belum punya pengalaman, seharusnya kamu bisa mengambil segala kesempatan untuk belajar. Ingin bekerja sesuai dengan bidang yang ditekuni tentu menjadi mimpi semua orang. Mengejar passion juga sesuatu yang wajar. Namun kita juga harus realistis juga bukan? Untuk mencapai sebuah tujuan, terkadang kita harus menempuh jalur yang jauh ataupun memutar. Tapi bukankah itu jauh lebih baik daripada kamu diam di tempat?

5. Kamu juga bisa memulai dengan melamar sebagai MT (management trainee). Di program ini kesempatan untuk fresh graduates terbuka lebar

Management trainee via corp.sasa.com

Salah satu lapangan pekerjaan yang bisa kamu manfaatkan sebagai orang yang pengalamannya nol besar adalah management trainee. Biasanya posisi ini dibuka oleh perusahaan-perusahaan besar, untuk merekrut lulusan-lulusan baru untuk kemudian diberikan training sehingga menjadi sumber daya yang berguna bagi perusahaan. Di sini, kamu akan bertemu dengan rekan-rekan yang pengalamannya sepadan, semuanya belajar dari awal. Memang di tahap awal, management traine terasa berat, karena kamu akan ditempatkan di semua posisi untuk mencari tempat yang tepat. Tapi bila kamu kuat, jenjang karir yang jelas sudah di depan mata.

6. Beranilah mencoba. Jangan berhenti jika merasa tidak memenuhi syarat . Karena banyak yang bisa terjadi bila kamu tiba di tahap wawancara

Selain sifat pemilih, sikap mudah menyerah ini juga menjadi penghalang utama. Saat melihat persyaratan yang diajukan dalam sebuah lowongan pekerjaan, kamu langsung mundur perlahan karena merasa tidak punya satu atau dua poin yang disyaratkan. Padahal, bila kamu memutuskan untuk keras kepala, dengan membuat CV yang sebagus mungkin sehingga membuat perusahaan tertarik untuk mengenalmu lebih dalam, bisa saja kesempatanmu berubah di tahap wawancara. Toh tidaka da ruginya juga kan mencoba? Bila tidak diterima, kamu bisa mengirim lamaran-lamaran lainnya.

Jangan buru-buru patah semangat dulu. Selalu ingat, bahwa sainganmu yang pengalaman kerjanya sudah berderet itu dulu juga mengalami masa-masa yang sama denganmu. Semua memang ada prosesnya. Kecuali kamu keturunan bangsawan dan hidup di abad pertengahan, memang perlu proses untuk mendapat posisi yang kamu inginkan.

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!