Kau datang seperti sebuah amarah yang membuncah. Berteriak atas kelalaian yang ku perbuat. Menolak segala tingkah masa laluku yang mungkin terlalu buruk untuk kau ketahui. Memecah bahkan melempar puingan emosimu tepat kedalam relung hati. Kau sangat sempurna. Mengenal sosok sepertimu itu perlu pertimbangan yang matang-matang. Sebab Entah kenapa, aku merasa kerdil saat menyebut namamu saja.

Aku hanya manusia biasa. Tidak mudah untuk ku melakukan hal-hal luar biasa seperti halnya dirimu yang mampu meraih segala simpati dan prestasi. Selama ini aku hanya berusaha. Berusaha memantaskan diri hanya untukmu seorang. Seseorang yang ku harapkan.

Banyak ku temui sosok mengagumkan disini, tapi entah kenapa. Namanu tetap menjadi tambatan hati yang sulit bahkan tidak bisa terganti.