Hubungan kita yang ditentang banyak orang membuat ku merasa kamu mulai terpengaruh dengan itu, cintamu mulai pudar di masa ini, dan membuatku merasa menjadi hanya sebuah omong kosong dihidupmu.

Aku pun sadar diri bahwa kita hanyalah sebatas teman, tapi teman dekat yang sangat spesial, bahkan bisa ku bilang mengalahkan status "pacar".

Memelihara dan merawat sebuah cinta untukmu adalah sesuatu yang sangat menantang bagiku, betapa tidak, statusmu yang masih sendiri dan belum ingin terikat denganku membuat berbagai jenis pria yang baru mulai atau sudah mengenalmu turut berlomba memilikimu, meski pada kenyataannya 70% dalam sehari, ragamu selalu berada di sampingku, tapi tak begitu saja menghilangkan rasa cemburuku bilamana ku sedikit tahu isi handphonemu.

Yah, kamu memang hampir sepenuhnya selalu melewati hari bersamaku, namun jiwamu tidak begitu, aku memang berada di sampingmu selalu, tapi hatimu tidak, tiap kali saat bersamaku tatapanmu selalu mengarah pada handphonemu dan berbincang dengan beberapa teman priamu yang lain tanpa menghiraukanku, seperti tukang kacang goreng, dihadapanmu aku hanya menjual sesuatu yang tidak kamu inginkan. Tahukah kamu? ini adalah hal yang paling menyedihkan!

Kamu ingin tahu apalagi hal yang menyedihkan dari hubungan ini?

Advertisement

Akhir-akhir ini kamu ingin mengakhiri kisah kita, semakin aku menolak, semakin kamu gencar mengucapkannya, bahkan dua hari ini semua pesan dan telepon dari ku tak sedikitpun kau hiraukan. Aku kunjungi kediamanmu, membawa sarapan untukmu dan kamu tak ada.

Seandainya kamu dapat merasakan apa yang ku rasa saat ini, perih…

Apakah karena ada terlalu banyak cinta yang mengisi hatimu hingga tak ada lagi ruang untuk cintaku bersarang di dalamnya?

Ingin sebenarnya ku akhiri hidupku yang sadar karena tak bisa bersamamu, namun banyak pertimbangan lain yang meyakiniku untuk tak melakukannya, aku tak ingin kamu tertawa bersama pria pilihanmu melihat kepergianku.

Sangat konyol bila ku mati untuk orang yang tak mencintaiku.

Memang benar, pada hakikatnya "Dicintai" adalah lebih baik dibanding "Mencintai", karena mencintai orang yang tak mencintai kita hanyalah omong kosong.

Aku simpulkan bahwa… mulai detik ini… kisah kita berakhir…

Walau tak sempat memiliki status, tapi, kita memang benar-benar harus berakhir, dan berhenti mengharapkanmu mungkin dapat membahagiakanmu saat ini.

Aku akan berusaha mengikhlaskan cinta yang telah ku perjuangkan untukmu selama ini…

Pergilah bersama pria pilihanmu…

Dirimu hanyalah mimpi…

Aku yang bagaikan api, tak mungkin menyatu dengan mu yang seperti air.

Aku akan berusaha bangun dari mimpi ini.

Dan aku akan berusaha membangun mimpi dengan orang yang benar-benar mencintaiku.

Aku tahu dan sangat sadar, aku adalah orang yang paling berdosa dalam hidupmu, tanpa menggenggam status, aku telah berani memperlakukanmu layaknya seorang pacar, tapi aku tak tahu, bagaimana bisa sebelumnya kamu bisa menerima semua perlakuanku itu? Apa karena kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku? Atau memang kamu dapat melakukan hal yang sama dengan pria lain dalam waktu yang bersamaan? tapi aku yakin kamu tidak begitu… Ah sudahlah, maaf bila ucapanku membuatmu tersinggung.

Kamu pun tak mungkin melulu mengikuti segala skenario hidup sesuai dengan keinginanku, lambat laun, hubungan kita memang harus memiliki status, tapi apa daya, aku memang belum bisa memberikannya karena satu hal yang sudah pasti kamu ketahui, namun yang aku sesali adalah kini kamu telah mencapai titik jenuh, dan saat ini aku hanya bisa pasrah melepasmu bersama pria lain yang siap memberikanmu status yang kamu inginkan.

Keuanganku yang kian merosot untuk mencegahmu bertemu dengan pria lain juga membuatku sadar diri, ternyata aku tak sanggup meneruskan perjuanganku ini, meski ku ku memaksa dan meneruskannya, toh kamu tetap bertemu dengannya kan? Ini memang murni kebodohanku, selalu berusaha menghadirkan diri di hidupmu, sedang kamu tak menginginkanku lagi.

Selamat tinggal mimpi…

Selamat tinggal "B"…

Selamat tinggal wanita yang selalu membuat segalanya menjadi mudah…

Selamat tinggal wanita yang selalu membuat ku pulas tidur di samping dan pangkuanmu..

Selamat tinggal wanita yang selalu membuatku tertawa…

Selamat tinggal wanita yang punya sejuta kisah untuk diceritakan kepadaku…

Selamat tinggal wanita yang selalu membuatku nyaman dipelukmu saat kita melalui hari dengan motorku…

Selamat tinggal…

Aku ikhlas mencintaimu, aku ikhlas kamu lupakan…

Aku ikhlas…