Tuhan..

Engkau tau bagaimana hatiku saat ini, seperih apa luka yang kurasakan dan isak tangisku yang sudah hampir tak terdengar. Aku menyayanginya, dan Engkaupun lebih tau itu.

Engkaupun tahu kami berbeda, aku memiliki-Mu sedangkan dia merasa memiliki yang lain selain Engkau. Pandangan dan keyakinan kami berbeda tentang-Mu, tapi cinta kami sama.

Aku yang terlahir dari keluarga yang beriman kepada-Mu, sedang dia terlahir sebagai penentang-Mu.

Aku bukan ingin mengorbankan imanku, bukan juga ingin mengganti keyakinanku, bagiku tak ada Tuhan selain Engkau, tak ada yang kuasa selain Engkau wahai Rabbku, begitu pula dengannya,dia sangat meyakini bahwa Nabi-Mu lah Tuhannya.

Tapi di balik perbedaan itu, ada sebuah perasaan yang berbeda yang kau selipkan di hatiku dan hatinya. Perasaan saling mengasihi, menyayangi, saling peduli bahkan sampai saling ingin memiliki, dan sebagai manusia dengan iman yang tak seberapa ini, akupun hanyut dalam jalinan sebuah ikatan untuk beberapa tahun ini, sampai aku lupa bahwa KAMI BERBEDA.

Advertisement

Perasaan yang sudah adapun makin tumbuh subur dalam hati kami, tanpa terasa umur dan kedewasaan menuntutku untuk serius dalam menentukan tujuanku.

Lagi-lagi PERBEDAAN itu berdiri tegak, seakan menjadi jurang pemisah yang tak mungkin bisa kusebrangi bersamanya, jikapun bisa itu hanya salah satu dari kami bukan berdua, atau berdua jika keyakinanku dan keyakinannya menjadi satu, dan aku tau itu MUSTAHIL.

Aku yang tak ingin menggadaikan imanku hanya demi bersamanya, tapi akupun sangat memimpikan bisa menua dengannya, lelaki berbeda yang bersamaku beberapa tahun ini.

Aku tak ingin Kau laknat, tapi rasanya akupun tak sanggup jika harus kehilangannya.

Sakit, demi Engkau Tuhanku, sungguh ini tak mudah buatku. Engkau tau bagaimana tangisku saat perih itu tak bisa kutahan. Engkau tahu bagaimana usahaku untuk tersenyum di depan mereka yang melihatku dan aku juga tak akan pernah bisa bersandiwara di depan-Mu, seperti sandiwara yang kuperankan di depan keluarga dan juga teman terdekatku, terlihat kuat, tegar dan ceria, padahal jauh di dalam hatiku, aku sakit, aku rapuh, bahkan untuk mengeluarkan diri dari ikatan itupun rasanya aku tak sanggup.

Aku tak akan meminta Engkau untuk menghapus semua tentangnya, aku juga tak akan meminta Engkau membuatku lupa, tapi aku hanya meminta Engkau melebihkan ikhlas dan kesabaran itu untukku. Ikhlaskan hatiku untuk melepas dia yang kucinta, sabarkan pribadiku menjalani takdirMu yang telahku sanggupi dulu. Karena akupun meyakini semua terjadi atas kehendakMu.

Untukmu lelakiku

Aku mencintaimu, bahkan sangat menyayangimu. Tapi kita berdua sama-sama mengerti jika KITA BERBEDA. Ini bukan kehendakku, juga bukan keinginanmu. Hanya saja dua keyakinan dalam satu atap adalah hal yang sangat MUSTAHIL.

Aku yang tak ingin dibenci Tuhanku, Engkaupun juga sama. Maafkanlah ketidakberdayaanku. Bagiku, Rabbku dan orangtua adalah segala-galanya, dan akupun yakin kau juga sama. Aku dengan jalanku, kaupun dengan jalanmu sendiri.

Terima kasih cintaku. Terima kasih telah menyayangiku begitu dalamnya, terima kasih telah menjadikanku wanita yang paling bahagia beberapa tahun ini, terima kasih sayangku, terima kasih banyak mantan lelakiku.

Aku mencintaimu, tapi bukan untuk menua denganmu

Bahagialah sayang. Doakan aku juga sama. Meskipun tak mudah, tapi Allahku pasti akan menggantikanmu dengan yang lebih baik, begitu juga denganmu.

”MESKIPUN AIR DAN MINYAK BISA DI TEMPAT YANG SAMA, TAPI SELAMANYA TAK AKAN PERNAH BISA MENYATU, MINYAK AKAN SELAMANYA MENJADI MINYAK DAN BEGITUPUN DENGAN AIR”

PERBEDAAN BISA BERDAMPINGAN TAPI TIDAK UNTUK MENJADI SATU.