Kemarin aku mengunjungi tempat pertama kali kita berjumpa. Apa kau masih ingat dimana?
Perasaanku langsung mengalir begitu saja, air mata pun menetes dari mataku.
Aku hanya merasakan hangat di dalam diri ini dan tanpa sengaja memori tentang mu kembali terputar ..
Melihat senyum mu, aku terduduk diam disana untuk waktu yang lama..

"Aku masih mengingat suara mu lembut, tawa kecilmu saat kita bersenda gurau"

Tidak banyak yang berubah di tempat itu, yang berubah hanya ada aku tanpa kamu ..
Dalam diam aku tetap menangis, kenapa aku bisa menyayangi seseorang sampai begini?
Hingga senja datang aku pulang dari sana, aku harus pulang.

"RINDU"

Mengingat tentangmu semakin membuat diri ini payah, lemah.. hahaha
Aku terlalu memunafikan diri, karena kenyataannya aku masih tetap menyayangimu walaupun jarak kita semakin jauh..

Advertisement

Dan kini jarak itu justru aku sendiri yang menambahkannya, niat hati untuk mengutarakan perasaan yang terpendam tapi justru semakin memperburuk keadaan. Aku selalu salah dalam hal ini, aku tak pernah berniat untuk melukaimu. Kumohon jangan pernah kau bahas sesuatu untuk menyakitimu sendiri, aku mencintaimu apa adanya. Aku mencintai segalanya tentangmu, baik itu kelebihan ataupun kekuranganmu. Aku mencintai semuanya, percayalah.

"Hati ini hanya rapuh, ketika mendengar kau dekat dengan yang lain."

Sakit? tidak. tentu saja , terlalu munafik kalau aku bilang baik-baik saja.

"Tolong yakinkan aku, bahwa kau bersungguh-sungguh. Hanya itu yang aku butuhkan".

Maaf hanya kata itu yang bisa aku ucapkan kini, tapi kau sudah bosan untuk mendengar permintaan maaf dariku.
~anonymous