Aku tak menyangka bisa memiliki kisah cinta sekeren ini denganmu

Ingatkah kamu saat kita pertama kali mengenal satu sama lain, ya itu ketika kita mendaki gunung terdingin di pulau jawa. Awalnya tak pernah terfikir bisa sedekat ini denganmu, mengingat kamu bukanlah orang yang mudah diajak bercanda dan berbual. Namun kedewasaan dan ideologimu mampu menyihir sebagian alam bawah sadarku.

Jika ada yang bilang bahwa mendaki itu sebuah perjalanan hati, mereka benar

Kamu ingat saat kita berada di rute paling menanjak, aku sempat berfikir menyerah untuk melanjutkannya. Namun dengan sedikit bumbu keajaiban dan sifat dewasamu aku berhasil melewati semua itu. Aku seperti memiliki energi positif yang tak terbantahkan saat bersamamu, karena semua sifatmu membuatku penuh dan utuh. Mendaki membuat kita menyadari satu hal, bahwa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. Terima kasih untuk perjalanan hati dari lereng Gunung Lawu ke puncak Gunung Lawu.

Slow but sure, kamu merengkuh sadarku

Advertisement

Kamu tahu bahwa aku kesulitan untuk kembali kejalan cinta. Namun itu tidak membuatmu tergesa gesa atau patah arang untuk meyakinkan bahwa kamu berbeda dengan sebelum-belumnya. Kamu tidak pernah mengumbar segala kelebihan yang kamu miliki, hingga akhirnya aku mengetahui sendiri. Dan itu membuatku mencintaimu dari perlahan-lahan namun kemudian total.

Karna kamu tidak pernal gagal membuatku takjub

Kamu laki-laki yang berbeda, selalu tenang dan menenangkan. Meskipun aku tahu jika bersama denganmu aku tidak akan mendengar kata manis ataupun hal romantis lainnya. Namun satu yang membuatku tidak bisa berpaling adalah “kamu tidak pernal gagal membuatku takjub”. Takjub dengan wawasanmu yang luas, takjub dengan caramu memandang sesuatu, takjub dengan kedewasaanmu dan hal lainnya.

Berusaha agar bisa berjalan beriringan denganmu dalam jarak jauh

Ketika kita memutuskan untuk menciptakan dongeng baru. Kita sama-sama tahu bahwa tak bisa leluasa hang out bareng seperti pasangan yang lainnya. Terkadang aku harus terlihat baik-baik saja agar kamu tak khawatir ketika aku meradang rindu. Ya,,, aku masih gadis belia umur 20-an yang terkadang tak bisa melawan apa kata hatiku sendiri. Kata-kata itu keluar begitu saja, dan kamu hanya menyikapi dengan santai seolah tak membaca betapa dongkol hatiku.

Namun aku tahu kamu sudah dewasa, duniamu bukan soal mengurusi aku yang masih labil ini. Masih ada keluarga, sahabat, pendidikan, pekerjaan, dan seambrek target yang harus kamu selesaikan. Begitu banyak yang bergantung pada pundakmu dan aku tidak ingin menjadi penghalang masa depanmu. Aku yang harusnya berusaha agar bisa berjalan beriringan denganmu dalam jarak yang jauh.

Dan untukmu laki laki yang berjarak 535km dari titik ku berdiri, aku membuat artikel hipwee ini agar kamu tahu kenapa aku memilihmu. Dan semoga kamu tidak pernah lupa tentang perjalanan kita ke Gunung Lawu, A.Stw.