Dia adalah sosok pria berbeda. Bahkan sangat berbeda dari yang pernah kukenal dan dekat denganku. Beberapa bulan kita dekat bahkan hingga saat ini aku tak pernah mendengar jelas tentang perasaannya padaku. Konyol memang bisa-bisanya aku tetap bahagia dan bertahan selama ini bersama pria yang sangat enggan mengungkapkan apa yang dia rasakan.

Mungkin memang belum terlalu lama, tapi apakah tetap pantas hubungan yang telah kita jalin bersama sejauh ini, tapi tak pernah ada pengungkapan tentang apa yang kita rasakan? Ah sudahlah mungkin kini itu bukan lagi hal terpenting untuku. Aku hanya ingin tetap bersamanya dan melihatnya bahagia dengan caraku.

Dia pria yang cenderung diam untuk berpikir, bukan yang membuat gaduh hanya untuk terpenuhi keinginannya. Pria cerdas, baik hati dan berpendidikan, masalah fisik pun tak kalah dari yang lain. Postur tubuh tinggi, kulit putih, hidung mancung, wangi dan tak lupa janggut kesayangannya, rambut dan pakaian yang selalu terlihat rapi mampu membuat semua wanita terpikat bahkan yang pertama kali melihatnya.

Terkadang itu yang sangat membuatku khawatir, wanita mana yang tak menginginkannya. Di luar sanapun pasti banyak wanita yang lebih hebat dariku mengharapkannya. Aku yang tak mempunyai kemampuan apapun. Bisa apa? Tak mempunyai fisik yang sangat cantik, pribadi yang anggun, tutur kata dan prilaku yang lembut, bahkan sebagai wanita pun terkadang untuk merapikan diri aku membutuhkan bantuannya.

Tapi bukan berati aku tak mempercayainya sebagai laki-laki, itu hanya kekhawatiran yang terkadang muncul dalam benakku kala ada wanita lain yang mencoba mendekatinya. Aku hanya tak ingin kehilangannya. Sepenuhnya aku percaya dia adalah sosok lelaki yang tak akan menghiraukan orang lain yang tak berkepentingan datang di hidunya. Dia pun bukan sosok lelaki yang gampang jatuh cinta.

Advertisement

Jangankan untuk jatuh cinta, untuk merespon orang yang mencoba datang dan berbicara padanya pun sangat sulit. Dia lebih memikirkan hubungan dan obrolan yang berkualitas ketimbang yang hanya selintas. Sungguh dia berbeda dalam banyak hal. Begitupula dengan caranya berhubungan dan caranya menjagaku. Aku jarang sekali berkomunikasi dengan rutin dengannya.

Hanya saat jam jam kosong saja aku bisa menghubungi dan menemuinya. Waktu baginya sangatlah penting bahkan untukku sekalipun tak ada toleransi darinya. Dia tak pernah melarangku pergi kemanapun dengan siapapun asalkan aku memberinya kabar. Sangat dingin bahkan terkadang aku merasa kesepian. Dia memang tak pernah memelukku sangat erat ketika duniaku terasa sangat dingin. Karena hanya dengan cahayanya saja dia bisa sangat menghangatkanku. Dia memang tak pernah menggenggam tanganku dengan erat seperti pria lainnya.

Karena dia tau aku tak suka diperlakukan seperti anak-anak dan dia tak menginginkan aku tergantung pada kehadirannya. Dia memang tak pernah menjagaku dari dekat seperti pria lainnya yang sangat takut wanitanya terluka
karena yang dia ingin aku bisa menjaga diriku sendiri, tanpa pernah lupa memperhatikanku meskipun dari kejauhan. Dia memang tak pernah memanjakanku apalagi di depan oranglain, yang dia lakukan hanya memberiku semangat agar aku bisa menuntaskan apa yang telah aku mulai dan dia percaya bahwa kemampuanku lebih dari apa yang aku duga.

Dia memang tak pernah memberiku pujian yang berlebihan. Karena dia hanya ingin aku menjadi seutuhnya pribadiku tanpa memikirkan berlebih seberapa besar pujian dan cacian yang akan ku terima tentang apa adanya diriku. Dan yang terakhir. Dia memang tak pernah mengungkapkan tentang bagaimana perasaannya padaku, tapi dengan caranya sendiri aku selalu tetap merasa sangat dicintai.

Bahkan lebih dari para wanita yang mempunyai pasangan yang sangat hangat. Ya, begitulah Tuhan menciptakan manusia dengan berbeda. Semua pasti memiliki cara mengatasi dan menjalani hidupnya bukan. Jadi nikmatilah hidumu dan tetaplah bersyukur dengan apa yang telah kita punya. Begitupun denganku yang kini sangat bahagia. Dan lagi lagi harus kukatakan dialah syukur terbesarku pada Tuhan.