Sejak kapan aku mulai mencarimu? Sejak kapan aku mulai khawatir padamu? Entahlah, itu megalir begitu saja. Perasaan yang tidak bisa ku terka dengan nyata dan sulit dijelaskan. Ya, begitulah perasaanku sekarang ini, menggantung.

Sudah lama aku tak merasakan jatuh cinta, bahkan aku sudah sedikit lupa bagimana mencinta dan dicinta. Terlalu lama sendiri membuatkau terlalu nyaman atau mungkin aku sedang takut untuk terluka? Beberapa hari terakhir seseorang sempat menggetarkan hatiku, entah itu sengaja atau tidak, aku tak peduli. Dia tak pernah absen dari ponselku. Dia memberiku kabar bahwa dia baik – baik saja di sana dan berharap kami segera bertatap muka. Namun waktu belum mengamininya. Dia selalu menawarkan canda dan tawa meski terkadang menjengkelkan. Dia bagai alarm yang selalu mengingatkanku untuk makan. Sayangnya itu tak bertahan lama. Kau menghilang begitu saja, yang ku tahu kau selalu aktif di sosmedmu dan kau tak menyapaku? Baiklah aku bukan siapa – siapa. Tak lama kau hadir kembali menyapaku lagi, lagi, dan lagi. Kau tahu? Aku sudah sedikit mengikhlaskanmu dan melupakanmu namun beberapa kali aku baca history chat kami, belum lagi tentang pertemuan. Ah membuatku rindu!

Jadi bagaimana ini? Aku mulai mencarimu. Aku tak punya nyali untuk menyapamu terlebih dahulu. Aku takut……terluka. Mungkin kau yang kemarin adalah sebatas angan. Kau berikan itu semua kepada wanita – wanitamu di sana. Nyatanya (mungkin) aku berlebihan. Perasaanku berlebihan padamu, mungkin karena aku tak paham bagaimana mencinta atau mungkin aku sedang jatuh cinta? Aku takut memulai denganmu jika pada akhirnya kau hanya sekedar singgah bukan menetap.