Padamu yang selalu membuat jantungku berdegup kencang. Waktu seolah berhenti ketika kau mulai menyapa dan meberikan sebuah senyuman sederhana penuh arti. Entah kenapa seperti merasakan kenyamanan ketika ada kau di sekitarku dan ada yang kurang ketika kau tidak ada. Seperti mentari yang selalu menyapa pagi dengan penuh kehangatan dan senja yang memberikan keindahan sebelum menyapa malam.

Aku yang menunggumu, walau kau tak pernah memintanya. Sikapmu seperti memberikan isyarat pada semesta kalau kau mempunyai maksud. Tiada yang bisa menterjemahkan bahasa hati, apalagi hanya sebuah sapaan singkat atau senyuman. Tau kah kau, sikapmu membuat hatiku tidak menentu. Ada keyakinan kalau kau akan datang kerumah, memintaku pada ayah dan ibu ku. tapi aku ragu, karena kau tidak pernah mengucap kata kepastian pada ku.

Pernah aku menolak pinangan seorang laki-laki, hanya untuk menunggumu, mempercayaimu kalau kau akan datang menjemputku. aku lanjutkan study dan hidup jauh dari orangtua ku sekedar memberi waktu padamu datang menghalalkan. Hanya bisa Melihatmu dalam jauh, karena ternyata kita tidak pernah bertemu walau dalam satu ruang yang sama.

Apa ini cara Allah untuk menjaga ku dan mempersiapkan mu. Ataukah kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersatu. Pernah ada ragu dalam hatiku, tapi istikharah selalu menuju padamu.

Entah kenapa, pada sekali waku kau selalu datang menyapa lewat pesan singkat dan menanyakan kapan aku akan mengirim undangan walimah pada mu. Aku jawab seadanya kalau jodohku masih disembunyikan oleh Allah dan hal yang sama aku tanyakan serta mendapat jawaban yang sama pula. Apakah kau mimintaku untuk menunggu?, apakah hanya basa-basi saja?.

Advertisement

Beri aku satu alasan untuk terus menunggumu, meski kau tidak pernah memberi kepastian padaku. Jangan sampai raguku dan ragumu menjadi alasan untuk berpisah tanpa ada usaha untuk memberi kejelasan. Aku hanya seorang wanita yang bisa menunggu tanpa ada daya untuk meminta. Aku hanya seorang wanita yang menyapamu pun butuh kekuatan yang besar. Dan aku hanya seorang wanita yang berharap kau menyebut namaku dan ayahku di depan penghulu. Tapi seorang wanita hanya bisa berdoa dalam diam dan keterbatasn yang dimiliki.

Aku akan terus menunggumu, walau kau tidak pernah untuk meminta. Aku akan terus memintamu, walau kau tidak pernah menyebut namaku dalam setiap doa mu. Dan aku pun nantinya akan menyerah, jika harapku hanya milik ku dan tidak pernah sampai padamu. Ingatlah aku seorang wanita yang memiliki waktu. Tidak sepertimu yang bisa terus mengejar mimpi tanpa peduli dengan status diri.

Jika suatu hari aku menyerah untuk terus menunggumu. Dan harus meneria pria pemberani selain dari mu. Ku harap kau mengerti kalau jodoh itu tidak bisa kita segerakan atau tujukan pada siapakita berkehendak.mungkin takdirku menunggumu tapi mungkin saja jodohku bukan dirimu. Tapi ku harap doa dan penantianku tidak sia-sia. Allah menjawab semua ragu dalam hatiku dan kau datang bersama keluargamu untuk melamarku. Tak apa kita hidup sederhana, karena aku berharap bersamamu syurga semakin dekat dan ridho Allah akan semakin melimpah.