Untukmu yang pernah terluka olehku hingga kau meneteskan air mata atas sikap dan perlakuanku saat itu. Aku memahami dan merasakan betapa dirimu begitu hancur perasaanmu saat itu ketika aku bilang harus pergi dari sisimu. Tanpa aku hiraukan perkataanmu dan kesedihanmu sedikitpun, aku pergi tinggalkan sejuta kisah padahal aku dan dirimu yang membangunnya dengan perjuangan dan kisah yang tak sebentar.

Entah berapa lama setelah kejadian itu, mungkin aku tak mengetahui lagi dan bahkan tak lagi memikirkan keadaanmu saat itu. Aku sibuk dengan urusanku sendiri dan mementingkan diri sendiri padahal kau begitu berat mengarungi kehidupan dengan rasa luka yang begitu mendalam di hatimu. Aku sangat merasakan apa yang terjadi dan itu berat pastinya bagimu untuk melewati waktu saat itu. Namun karena keegoisanku, aku abaikan itu semua dan memilih tenang atas penderitaan yang kau rasa.

Kini, Aku sangat merasakan dan memahami apa artinya seseorang bagiku. Apa artinya terluka bagiku dan apa artinya ditinggalkan bagiku. Begitu sakit dan terasa seakan mau mati saja rasanya. Waktu begitu berat untuk aku jalani dan hari terasa asing bagiku untuk sekedar bisa bernafas lega.

Jika itu sebuah hukum karma bagiku karena telah melukai hatimu saat ini, aku siap mengemban luka itu selama hidupku. Jika itu air mata yang pernah kau teteskan saat aku meninggalkanmu, maka aku telah meneteskan air mata kesedihan yang pernah kau rasa dulu saat ini. Jika aku bagian dari kesalahan itu, maka aku akan memikul kesalahan itu hingga aku benar-benar paham dan mengerti jika aku telah berbuat salah kepadamu saat itu.

Kata maaf mungkin tak cukup untuk membalas semua kesedihan dan waktu yang sulit kau lewati saat itu karena ulahku. Namun percayalah, aku tidak bermaksud demikian. Aku tahu, jika sebuah perasaan tak akan pernah merasa bahagia, jika aku merasa dirimu lebih berhak hidup bahagia bersama seseorang yang mampu memberimu kebahagian itu, aku lebih dari kata mampu untuk bisa membuatmu bahagia. Perlu aku sadari dan kau mengerti juga jika dulu bahkan saat ini, hidupku masih dalam tahap ketidakpastian dan aku tak ingin melihatmu menderita hanya karena hidupku yang tak mampu memberimu apa-apa. Memang cinta begitu besar dan kau harus mengerti jika hidup tidaklah cukup hanya dengan cinta. Sudah pasti butuh yang lain, yang lain yang menopang cinta itu bisa bahagia. Namun, yang lain itu masih jauh dari kata mapan dariku.

Advertisement

Itulah alasanku saat itu untuk pergi tanpa permisi tinggalkan hati yang sebenarnya aku sendiri juga terluka oleh perasaanku sendiri. Aku tak akan membiarkan hatimu terluka hanya karena berharap pada seseorang yang tak layak diharapkan hidup bersama denganmu.

Di sini aku terluka bahkan aku begitu sulit untuk mencari seseorang yang sama sepertimu. Walaupun mirip dengan sikapmu, namun dirimu tak tergantikan. Mungkin di sana kau telah bertemu bahkan telah bahagia bersama seseorang yang telah kau cintai dan sayangi dalam waktumu dan aku disini berusaha untuk memperbaiki kesalahan itu agar aku mendapat sedikit celah untuk mampu bertahan dan berharap aku bisa sepertimu yang begitu kuat.

Aku selalu mengingatmu dalam ucap dan kasih sayangmu. Jika seseorang itu sangat berarti dalam hidup ini dan aku berjanji tak akan mengabaikannya lagi jika aku bertemu seseorang nantinya.

Perlu kau tahu juga. Jika sejak saat itu aku meninggalkanmu, aku begitu sulit bertahan untuk hati seseorang. Bahkan, aku melakukan hal yang sama terhadap wanita lain. Kini aku sangat terluka dan sangat merasakan hal itu. Kesalahan itu saat ini sedang menghukumku dan begitu sulit kehidupan yang aku jalani. Semoga aku bisa melewatinya seperti waktu sulit yang pernah kau lewati dulu. Walaupun itu berat dan hingga nanti itu tak membaik, maka aku akan selalu ingat jika aku telah melakukan kesalahan yang besar dan melukai hati orang lain. Jika itu memang menjadi takdir hidupku, maka aku akan merasakan dan memikulnya selama hidupku hingga nanti aku tak pernah merasakan bahagia seperti bahagia yang pernah kau berikan dengan tulus kepadaku.