​Ada sebagian mungkin di antara kita yang merasa sudah salah pilih jurusan atau malah masuk kampus tidak sesuai keinginan karena berbagai hal. Hal ini termasuk saya, yang sebenarnya masuk kategori tidak begitu semangat dengan diterimanya masuk kampus -saat itu- saya sekarang.

Pastinya, saya sudah punya pilihan kampus sendiri awalnya. Saya sudah mendaftar PMDK di salah satu kampus swasta dan memilih jurusan sesuai yang saya ingini. Tentu, dari awal memilih kampus, saya sudah berunding dengan orangtua juga berbagai hal ke depannya. Termasuk urusan biaya kampus dan beasiswa yang ada di sana.

Selanjutnya, setelah diterima, dengan kecewa orangtua meminta gue daftar di perguruan tinggi negeri Ciputat (you know lah) Kampus idaman para orangtua. Isinya penuh anak-anak soleh dan solehah. Anak yang berbakti dengan orangtua. Karena membantu meringkan beban biaya kuliah orangtua dengan harga bayarannya yang sangat murah. Bayaran anak SMA mungkin lebih mahal kali dari harga bayaran kuliah gue.

Oke, akhirnya gue coba daftar ujian Mandiri. Itu tok ujian yang gue ikutin. Karena emang sudah gak minat lagi pilih kampus lain. Ya sudah, iseng-iseng manut sama orangtua daftar ujian. Pilih jurusan minat gue dan yang sebelumnya di kampus swasta sudah diterima, gue pilih lagi di kampus Ciputat ini. Daftar, klik. Dan jeng jeng… temen ngasih kabar gue keterima di jurusan yang berbeda dari kampus sebelumnya tapi masih pilihan gue juga sih.

Jujur waktu itu seneng kagak, sedih juga kagak. Biasa aja. Sampai masuk kuliah, rasa gak terima masih ada. Masih suka cerita ke temen kalo gue sebenarnya gak minat di sini. bla bla bla… Tapi sekarang, setelah gue bisa terima, gue renungkan, semuanya baik-baik saja dan menjadikan gue seperti ini.

Advertisement

Ya, secara langsung, kampus sudah ngebentuk gue jadi gue yang sekarang. Daripada bahas gue jadi apa, mending langsung bahas apa yang bisa gue renungkan dari gak perlunya menyesal sudah salah masuk kampus ataupun jurusan.

1. Kamu bakal dapet pengalaman dan ilmu baru dari jurusan salah pilih itu

Ya, kalau kamu termasuk orang yang salah pilih jurusan. Ada baiknya jalani dulu selama satu tahun, pastinya dengan sungguh-sungguh. Jika sudah dan kamu benar-benar tidak mendapatkan kenyamanan, atau bahkan memang sulit menerima ilmunya, bisa menjadi pertimbangan untuk daftar ujian baru lagi pilih jurusan yang sesuai. Kenapa perlu dipikirkan dulu? Pertama, kasus salah pilih jurusan emang hal wajar. Kedua, dengan berpikir kamu bisa tahu planning ke depan bakal ngapain, jadi apa dan seperti apa. Ketiga. Kalau gak dipikirkan, main asal lanjut, dan setelah semester tua baru sadar salah jurusan. Duh, tanya embah google deh.

Pokoknya, percaya deh, kalau kamu ngejalaninnya dengan sungguh-sungguh, suatu saat ketika sudah berhasil, kamu akan merasa berterima kasih atas ilmu baru yang enggak disangka-sangka ini. You know, masa depan enggak ada yang tahu.

2. Kampus pilihan orangtua belum tentu buruk, jadi nikmati dulu

Ini bener banget. Sejujurnya gue bersyukur, karena udah masuk kampus Ciputat ini. Nilai-nilai agama yang kuat dipadu keilmuan sesuai standar jurusan menjadi nilai lebih buat gue. Basic gue emang SMP udah pesantren, SMA di MAN, dan kuliah di kampus negeri Islam. Ini membentuk gue buat gak kehilangan jati diri sebagai anak yang sarat dengan pendidikan agama. Ya setidaknya, jadi bekal buat anak nanti, kalau gue bisa jadi ayah yang gak buta-buta banget sama nilai agama. (sudah kuliah sekarang gitu ya. Mikirnya kawin, nikah, punya anak, punya rumah, kerja).

3. Ketemu orang-orang yang spesial

Ealah ini gak bisa deh dibohongi. Kalau gue gak kuliah di sini, mungkin gak ketemu sama orang yang spesial ini. Banyak kan yang ketemu someone special di satu kampus. Berapa banyak orang-orang spesial yang sudah kamu temuin di lingkungan kampus? Ya, gak melulu sih mengenai pacaran, gebetan. Bisa kawan, tokoh dan ataupun dosen yang menginspirasi.

4. Lingkungan kampus membentuk jati diri kamu yang sekarang

Lingkungan kampus ini luas. Dari sisi pertemanan, sisi komunitas ekternal maupun internal kampus, maupun link-link dari lingkungan kampus. Ini punya pengaruh yang kuat banget sama kehidupan kamu ataupun gue saat ini. Baik dari pertemanan, kompetensi diri, link kerjaan yang susuai dengan diri kita ya berkat lingkungan kampus saat ini. Catatan, selama kita mengikuti hal-hal positif, insya Allah akan berbuah positif juga.

Tambahan, belum tentu atau terkadang jurusan mengantarkan kita pada profesi pekerjaan. Siapa tahu pekerjaan kita didapat dari karena pertemanan, kegiatan kampus yang diikuti, organisasi atau komunitas sekitar kampus.

Demikianlah sebab kenapa gak perlu disesalkan saat kamu salah pilih jurusan atau kampus. Jadi mahasiswa itu adalah bagaimana kita bisa memaksimalkan diri dalam mengasah kompetensi diri. Kuliah itu, ya gimana caranya kamu nanti bisa lulus, tali toga digeser, keluar dari ruangan udah punya pilihan hidup atau hidup kamu sudah matang. Gak lagi bingung mau ngapain. Senengnya wi-sudah kayaknya cuma satu minggu deh. Setelahnya, welcome masa depan. (Sumpah, ini emang kejam banget kalau nanti gak siap-siap jadi sarjana).

Semoga kita semua bisa jadi sarjana yang punya kompetensi diri untuk menghadapi masa depan yang sukses. Aamin.