Mungkin ini tulisan pertamaku, yang ingin aku ungkapkan untuk yang pernah singgah di hatiku dan yang mengokang semangat untuk aku kuat menjalani hidupku. Apa kabarmu sampai saat ini? Apa masih bahagia dengan wanita pilihanmu?

Sampai saat ini masih ada namamu yang kuselipkan di setiap doa kecilku untuk Tuhan, sungguh..,

Maafkan aku dengan segala keegoisanku dulu terhadapmu yang melepaskanmu dari genggaman eratku. Yang aku ingat dipertemuan terakhir kita, aku berkata padamu "kita udahan aja yaa,aku cape, aku gak kuat selalu nangis karna kamu,aku cape ngerti sifat kamu yang selalu seenaknya sama aku, kamu gak pernah tau capenya aku nahan ngantuk buat nunggu balesan bbm dari kamu cuma buat tauu kabar kamu,aku gak sanggup,,kita pisah aja".

Tahukah kamu di perjalanan pulangku kerumah aku mehanan rasa sakit di dadaku, sakit di kepalaku dan di semua tubuhku. Menahan air yang ingin jatuh ke pipiku, ini amat membuat hatiku perih, sungguh sangat sakit membohongi hati.

Di bibirku ucap aku baik-baik saja tanpa kamu, tetapi hatiku gak bisa, belum terbiasa tanpa kamu.

Advertisement

Seiring waktu yang terus berjalan, aku selalu berusaha bangkit, selalu berusaha buat terbiasa tanpa kamu, selalu berusaha mandiri gak ada kamu, dan membiasakan diri tanpa kabarmu, tanpa suara kamu lagi. Aku melepaskan kamu bukan bermaksud menyakiti, aku hanya takut merasa dikecewakan, takut dengan segala banyak teman perempuanmu yang banyak disampingmu, aku takut mereka yang gantiin posisi aku dihati kamu.

Bukankah lebih baik sendiri sampai menemukan pelabuhan terakhir ?,dibandingkan harus selalu merasakan keraguan dan takutnya dikecewakan.

Melepaskanmu bukan berarti melupakanmu begitu saja, setidaknya kamu pernah ada di sini, di hatiku yang kupersiapkan untukmu di waktu itu, dan aku menyayangimu di waktu itu. Jika ragu dengan apa yang dipertahankan kenapa aku tidak belajar melepaskan. Aku masih memperhatikanmu dengan wanita pilihanmu saat ini. Semoga dia memelukmu dengan erat tanpa pernah berniat melepaskanmu. Aku berusaha menjadi wanita kuat di sini. Bertahan walau hatiku teramat merindukanmu.Rindu akan semua tingkah lucumu yang selalu bisa membuat aku selalu tertawa.

Terakhir tulisanku untukmu, aku teramat bahagia di waktu itu sempat memilikimu, dan saat ini aku bertahan sendiri di sini sampai aku menemukan seseorang yang membuatku bisa menghilangkan rasa takutku dari kekecewaan.