Sahabat? Mungkin teman terdekat adalah definisi terbaik dari seseorang yang selama ini kau juluki sahabat.

Kau tahu apa artinya kehilangan? Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya.

Ada yang bisa menjelaskan definisi tentang sebuah persahabatan? Karena sampai saat ini aku benar-benar tidak paham dan tidak mengerti apa itu persahabatan. Apakah seseorang yang ada disaat bahagia dan tangismu? Suka dan duka kehidupanmu? Susah dan senang tetap bersamamu? Atau.. Seseorang yang tiba-tiba datang ketika dia merasa sepi dan akan pergi lagi setelah menemukan ramainya kembali?

Jangan menilai aku ini pribadi yang anti-sosial, karena belum bisa menemukan seorang sahabat atau beberapa yang bisa diajak berbagi. Aku pernah mencoba. Beberapa kali. Tapi ya seperti itu, untuk kesekian kalinya tercampakkan. Apa yang salah? Apa karena aku bukan seseorang yang asyik ketika diajak mengobrol? Seseorang yang membosankan dengan cerita-cerita dan imajinasinya? Seseorang yang tidak bisa memberimu tawa? Atau.. Aku adalah seseorang yang tidak pernah tepat berada disisimu ketika kau membutuhkan bahu untuk bersandar? Tolong beritahu aku!

Aku yakin bahwa aku telah melakukan yang terbaik dan memberi yang terbaik pula untuk hubungan persahabatan yang susah payah aku bentuk. Dari kepingan-kepingan tidak ternilai, hingga menjadi sebuah karya yang indah. Lalu apa yang kau inginkan lagi? Atau aku saja yang terlalu egois dan bawa perasaan, sehingga merasa sedih saat mengetahui ternyata bukan aku yang menjadi sumber tawamu, lagi.

Sahabatku yang kini hilang.. Apakah kau tahu hatiku benar-benar tulus ingin mempertahankan ini untuk waktu yang sangat lama. Bukan ketika kau membutuhkanku saja, pun sebaliknya. Aku ingin kita ini sama-sama membutuhkan, sehingga tidak ada lagi kata asing satu sama lain. Diam karena takut salah bicara. Dan memilih menghindar karena berusaha memendam seribu pertanyaan yang berkecamuk didalam kepalaku.

Aku sadar, aku bukan lah siapa-siapa. Aku bahkan harus pergi kesana-sini mencari seseorang yang bisa kuajak bicara tanpa takut meluapkan kata-kata. Seperti saat denganmu, yang dengan bebas kuceritakan segalanya.

Tapi, kini berbeda. Kita tidak dalam perang dingin, tidak juga merubah status menjadi orang asing yang sebelumnya tidak pernah bicara. Kita hanya sedang sama-sama merantau, mencari ramai yang sebelumnya sepi. Mencari penuh yang sebelumnya kosong. Karena aku yakin, persahabatan itu akan selamanya, setidaknya sampai diantara kita benar-benar sudah tidak ingin mempertahankannya.

Sahabat.. Kau harus tahu bahwa jarak bukanlah suatu alasan untuk merubah semuanya. Dia hanya alasan untuk sebuah rindu, hingga nanti akhirnya bertemu kembali untuk berbagi cerita-cerita bahagia juga pilu. Kau benar-benar harus mengerti itu.

Kehidupan bukan seperti segelas bir, yang setiap saat terasa getir. Bukan juga seperti segelas sirup pandan, yang selalu manis di setiap tegukkan. Tapi hidup ini, seperti secangkir kopi. Pahit dan manis, hadir saling mengimbangi.