Mungkin sudah saatnya semua ini ku utarakan. Bahwa restu semesta yang kita nanti, tak jua menganggukkan kepalanya, angin masih saja berdesir, air masih saja mengalir, namun Kuasa Tuhanlah yang akan memberikan sidang suratan kita, bahwa kita mungkin saja tak bersama.

Sebaiknya sejak saat ini, hilangkanlah pengharapan mendalam yang berlabuh di hatimu, karena takdir kita tak pasti, tak tahu apa yang akan terjadi nanti, kau dan aku akankah di takdirkan bersama, atau disana Tuhan telah menyediakan yang terbaik untuk kita masing-masing.

Aku harap kau tak tersinggung. Aku sudah memikirkannya secara mendalam, aku sudah mencoba memainkan logika, mengesampingkan perasaan yang mungkin mendera, hidup hanya sementara, Kasih Tuhanlah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, mungkin di masa nanti kita akan berbahagia dengan orang yang berbeda, membangun mahligai dengan pilihanNya.

Oleh karenanya, aku harap kita mau berlapang dada, untuk menerima segala kemungkinan yang akan menghadang. Mengikhlaskan suratan jika tak berpihak dengan apa yang engkau minta, karena Tuhanlah yang Maha Tahu akan kehidupan terbaik untuk kita bersama.